Selama Januari, Penjualan Kendaraan Komersial Ambyar

Selama Januari, Penjualan Kendaraan Komersial Ambyar
Ilustrasi, truk Mitsubishi Fuso - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Penjualan kendaraan niaga atau kendaraan komersial sepanjang bulan Januari kemarin atau bulan pembuka tahun 2020 tercatat merosot hingga 25% dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, penjualan di segmen pikap masih menderu.

Data penjualan kendaraan yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di bulan pertama itu penjualan kendaraan komersial (truk ringan hingga berat sampai pikap) tercatat hanya 18.786 unit. Padahal, pada Januari 2019, penjualan masih sebanyak 25.066 unit.

“Faktor kondisi ekonomi (jadi penyebab). Umumnya, yang turun (penjualannya) ini kendaraan komersial jenis truk. Karena kita tahu kondisi pasar komoditas (kegiatan ekspor dan harganya) kan masih belum membaik. Ekonomi global juga berpengaruh ke kondisi pasar itu (komoditas batubara dan minyak sawit mentah atau CPO). Tetapi yang ringan (kendaraan komersial ringan) kayak pikap dan minibus, itu masih positif kan trennya (penjualannya),” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Pernyataan senada diungkapkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman. Selain faktor kondisi ekonomi khususnya pasar komoditas, faktor jadwal belanja barang modal atau truk baru oleh perusahaan angkutan, juga sudah lewat atau belum dimulai.

Ilustrasi, Truk Hino Dutro – dok.Motoris

“Biasanya kan tahun fiskal perusahaan itu berakhir pada Maret. Kemungkinan besar, itu juga berpengaruh ke pembelian unit-unit baru. Apalagi, di Juli – Agustus lalu juga ada pameran (GIIAS 2019). Kemungkinan juga sudah belanja (beli truk) pada saat itu,” ungkap dia saat dihubungi, Selasa (3/3/2020).

Pikap masih mengkilap
Namun, yang pasti, penjualan kendaraan komersial jenis pikap di bulan itu masih mengkilap. Pikap Suzuki Carry yang dijajakan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, di bulan perdana itu diklaim membukukan penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 5.704 unit.

“Pada Januari lalu, retail sales New Carry Pick Up sebagai produk lokal meningkat 37,9% jika dibandingkan dengan Januari tahun lalu dan berhasil meraih pangsa pasar 64%,” tutur 4W Sales Director SIS, Makmur dalam siaran pers PT SIS, belum lama ini.

Sementara, Marketing Directot PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, dalam siaran pers, 14 Februari lalu mengaku penjualan pikap andalannya – Daihatsu Gran Max – penjualannya ke dier (wholesales) naik 25,7% enjadi 3.641 unit. Sedangkan penjualan ritelnya membubung 20% menjadi 2.920 unit.

Pikap Suzuki New Carry yang diluncurkan di IIMS 2019 diharapkan menjadi penopang gerak roda perekonomian negeri – dok.Motoris

Sedangkan di luar pikap, penjualan salah satu produk kendaraan komersial yang dijajakan oleh perusahaan di bawah Grup Astra – yakni truk merek UD Trucks – pada bulan itu penjualannya ambrol 63%. Penjualan tersebut merupakan penjualan dari bulan ke bulan.

Data Gaikindo menunjukan, jika pada Desember 2019 masih sebanyak 126 unit, di Januari 2020 hanya 47 unit. “Problem CKD (Completely Knock Down) masih ada delay aja sih. Beberapa part (komponen),” tutur Head of Corporate Communication Astra UD Trucks, Joyce Utami,saat dihubungi Motoris via aplikasi pesan elektronik, Selasa (3/3/2020). (Fan/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This