Meski Makin Tertekan, Isuzu RI Belum Putuskan Nasib Panther

Meski Makin Tertekan, Isuzu RI Belum Putuskan Nasib Panther
Isuzu Panther - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski belum memenuhi ketentuan standar emisi Euro 4 yang bakal berlaku efektif satu tahun lagi, namun PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) selakua produsen sekaligus penjaja Isuzu Panther, hingga kini belum memutuskan apakah MPV itu bakal diakhiri atau dilanjutkan kiprahnya. Sementara, penjualan mobil ini terus melorot dari waktu ke waktu.

“Belum ada (keputusan apakah akan diakhiri atau dilanjutkan). Nanti, kalau sudah ada dan sudah dekat kita kabari,” tutur Presiden Direktur IAMI, Ernando Demily, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Ernando memastikan sampai saat ini, perusahaannya masih memproduksi maupun menjual Isuzu Panther baik MPV maupun pikap. “Masih (diproduksi dan dijual),” ucap dia.

Meski volume penjualan saat ini rata-rata hanya 200 unit, namun permintaan masih ada. “Penjualannya masih 200-an unit. Pembeli loyal masih ada,” terang Ernando.

Hanya sayang, dia tak bersedia memastikan apakah prinsipal Isuzu Motor di Jepang memberikan respon yabg positif atau sebaliknya. Pasalnya, jika diteruskan hal itu berarti dibutuhkan investasi baru, sehingga keterlibatan prinsipal pun dibutuhkan.

Isuzu Panther di Filipina tak dijual lagi sejak 1 Januari 2018 – dok.Carmudi Philipines

Sementara, fakta menunjukan penjualan Isuzu Panther yang pernah merajai penjualan kendaraan penumpang bermesin diesel di Indonesia pada era 90-an tersebut terus ambrol. Sepanjang tahun 2019 saja, mobil ini hanya laku 763 unit.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan sepanjang tahun 2018, total penjualan MPV ini sebanyak 950 unit. Jumlah ini ambles 17,2% dibanding tahun 2017 yang sebanyak 1.147 unit.

Penjualan di tahun 2017 ternyata juga sudah ambrol 12,5% dibanding tahun 2016. Begitu pun dengan penjualan 2016 yang ternyata juga sudah longsor dibanding tahun 2015 yang masih sebanyak 1.495 unit.

Lagi-lagi, fakta juga berbicara, penjualan Isuzu Panther sepanjang 2015 ambles dibanding tahun 2014. Sebab, di tahun 2014 itu, mobil tersebut masih laku sebanyak 2.994 unit. Artinya, kini posisi Isuzu Panther semakin tertekan oleh amblesnya penjualan.

Isuzu Panther – dok.Istimewa

Sementara, di sisi lain tekanan lain juga tak kalah kuat, yakni peraturan masa berlaku efektifnya juga semakin dekat. Sekadar catatan, Peraturan Menteri (Permen) LHK No. 20/Setjen/Kum.1/3/2017 tanggal 10 Maret 2017 menyatakan untuk produksi dan penjualan kendaraan bermesin diesel mulai April 2021 harus telah memenuhi standar Euro 4. (Mus/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS