Yamaha Recall Aerox dan Freego di RI, Jumlah Jadi Misteri

Yamaha Recall Aerox dan Freego di RI, Jumlah Jadi Misteri
Ilustrasi, Yamaha Freego yang diluncurkan di IMOS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris –  PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengumumkan penarikan produk untuk diperbaiki (recall) untuk model FreeGo dan Aerox melalui situs portal resmi perusahaan. Kedua model ditengarai mengalami masalah pada komponen Front Stop Switch (B5D-H3980-00) yang berkaitan dengan fungsi sinyal lampu rem belakang.

Hanya sayang, Yamaha Indonesia itu tak menyembutkan berapa jumlah masing-masing model yang harus ditarik untuk diperbaiki. “Untuk tetap menjaga kualitas produk, kami melakukan recall untuk mengganti part yang bermasalah. Tanpa melihat berapa jumlah penjualannya. Komitmen dan tanggung jawab kami adalah terus menjaga kualitas produk, dan kepuasan konsumen,” kata Manager Public Relation PT YIMM, Anton Widiantoro, saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Menurut Anton, status recall Aerox dan Freego bisa diketahui pemilik kendaraan berdasarkan nomor rangka motor. Oleh karena itu, kata dia, Yamaha mengimbau pemilik motor untuk datang ke bengkel resmi untuk dilakukan pergantian Front Stop Switch tersebut.

“Untuk proses penggantian part memakan waktu 15 menit,” kata Anton.

Ilustrasi, Yamaha Aerox – dok.Istimewa

Adapun recall ini terjadi untuk seluruh varian yamaha Aerox 155, dengan rincian tipe standar nomor rangka MH3SEF510JJ001001 – MH3SEF510KJ073000, tipe S MH3SEF520JJ001001 – MH3SEF520KJ021200, dan tipe S-ABS MH3SEF540JJ001001 – MH3SEF540KJ006440.

Sedangkan untuk Yamaha Aerox, tipe standar dengan nomor MH3SG4610KJ253021 – MH3SG4610KJ267140, tipe R MH3SG4620KJ068761 – MH3SG4620KJ070240, dan tipe S MH3SG4640KJ060082 – MH3SG4640KJ062321.

Wakil Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Sudaryatmo menyebut, ketidaktransparanan soal jumlah produk yang ditarik oleh sebuah perusahaan kala menarik produknya, dikarenakan regulasi yang tidak tegas.

“Ini karena regulasinya memungkinkan seperti itu. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 33/2018 (tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor) itu kan ditetapkan tata cara penarikan produk diserahkan kepada pabrikan yang bersangkutan. Jadi, tidak ada penegasan secara khusus dan rinci,” papar dia saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Yamaha FreeGo diklaim memiliki sederet keunggulan yang bisa memeenuhi kebutuhan mereka yang memiliki kesibukan tinggi – dok.Motoris

Padahal, dalam proses recall semestinya disebut secara rinci apa penyebabnya, kasus yang terjadi akibat dampak dari permasalahan tersebut ada atau tidak, berapa jumlah yang ditarik, hingga wilayah dimana produk yang ditarik itu berada.

“Karena penarikan produk itu menyangkut hak-hak konsumen untuk mendapatkan produk yang terbaik. Begitu pun dengan layanan purna jualnya. Dan penarikan produk itu bukan aib, tetapi wujud tanggung jawab perusahaan terhadap kualitas produk dan layanannnya,” papar Sudaryatmo. (Chr/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS