Meski Naik, Produksi Mobil RI Masih di Bawah Thailand

Meski Naik, Produksi Mobil RI Masih di Bawah Thailand
Produksi mobil di sebuah pabrik milik salah satu merek di Thailand - dok.Nikkei Asian Review

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari hingga Maret atau di rentang kuartal pertama tahun ini, total produksi mobil (kendaraan penumpang) di Indonesia sama seperti yang terjadi di Thailand, yakni menyusut dibanding periode sama tahun 2019. Namun, negara yang – disebut-sebut – menjadi pesaing utama Indonesia di kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN) dalam industri otomotif itu masih membukukan jumlah produksi yang lebih banyak.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) belum lama ini menunjukan, di tiga bulan pertama tahun ini jumlah produksi mobil di Tanah Air sebanyak 256.952 unit. Jumlah ini meningkat atau bertambah banyak 6.857 unit atau 2,7% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak sebanyak 250.095 unit.

Pada saat yang sama, produksi kendaraan komersial – truk, bus, hingga pikap – naik dari 65.103 unit di tiga bulan pertama tahun lalu, menjadi 71.549 tahun ini. Jumlah kenaikan itu setara dengan 9,9%.

Namun, meski membukukan kenaikan, jumlah produksi ini ternyata masih tertinggal jauh dibanding jumlah produksi yang dibukukan oleh industri di Thailand.

Proses produksi mobil Mazda di Thailand – dok.Bangkok Post

Seperti dilansir The Bangkok Post, Jumat (25/4/2020), selama kuartal pertama tahun ini, produksi mobil di Negeri Gajah Putih itu sebanyak 453.682 unit. Jumlah ini ambles 19,2% dibanding produksi di kurun waktu sama tahun 2019 yang sebanyak 561.487 unit.

Produksi ekspor dan domestik
Pernyataan Federation of Thai Industry (FTI) menyebut, tahun ini jumlah produksi mobil di negeri itu diperkirakan ambrol 37% dibanding tahun 2019 lalu. Sehingga total produksi hanya 1,33 juta unit saja.

Dari jumlah itu, 665.000 unit untuk ekspor dan 665.000 untuk pasar domestik.“Tetapi, jika krisis wabah virus corona tetap berlangsung hingga bulan Juni, maka produksi semakin tenggelam hingga 50% atau hanya sebanyak 1 juta unit saja. Penyebaran wabah virus corona di dunia telah menghantam industri Thailand,” ujar Juru Bicara FTI, Surapong Paisitpatanapong.

Pada bulan Januari, FTI memperkirakan jumlah produksi mobil di Thailand bakal sebanyak 2 juta. “Prediksi ini merupakan estimasi yang konservatif. Namun, karena kondisi dunia yang terkena wabah virus corona, pada bulan Maret, FTI menurunkan estimasi produksi menjadi 1,9 juta unit,” kata Surapong.

Ilustrasi, prosesi ekspor Toyota Hilux yang diproduksi di Thailand ke Jepang – dok.The Bangkok Post

Target penjualan juga dikerek turun. Jika sebelumnya, dipatok 1 juta unit, kini diperkirakan hanya 665.000 unit.

Sementara di Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah merevisi target penjualan dari yang semua ditetapkan sebanyak 1,05 juta unit menjadi 600.000 unit.

“Prediksi penjualan tahun 2020 direvisi menjadi sebanyak 600.000 unit. Minggu lalu, kita pengurus Gaikindo sudah rapat dan ini suara dari para anggota kita. Memang, Januari sampai Maret masih terjual (mobil penumpang dan barang) sekitar 240.000-an unit. Tetapi diperkirakan April hingga Juli akan anjlok,” tutur Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto saat dihubungi Motoris, Selasa (7/4/2020).

Fakta berbicara, jumlah produksi Indonesia – mobil penumpang dan kendaraan komersial – selama ini memang masih di bawah Thailand. Produksi di negara-negara itu rata-rata telah mencapai 2 juta unit.

Ilustrasi, suasana di pameran mobil GIIAS 2019 – dok.Motoris

Sedangkan Indonesia tahun 2013 tercatat 1,2 juta unit, tahun 2014 sebanyak 1,29 juta unit, tahun berikutnya 1,09 juta unit. Kemudian di tahun 2016 sebanyak 1,17 juta unit, tahun 2017 naik menjadi 1,22 juta unit, dan tahun 2018 naik lagi menjadi 1,34 juta unit. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS