Anggota ASEAN Ramai-ramai Pangkas Harga BBM, RI Masih Santuy

Anggota ASEAN Ramai-ramai Pangkas Harga BBM, RI Masih Santuy
Ilustrasi, pengisian BBM ke mobil - dok.Motor1.com

Jakarta, Motoris – Sudah delapan dari 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang mengerek turun harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri mereka. Sedangkan Indonesia masih anteng tak bergerak apakah menurunkan harga atau tidak, dan Brunei Darussalam tak memberikan informasi terkait dengan harga BBM di lokal negaranya.

Seperti dilaporkan laman Global Petrol Prices, Selasa (5/5/2020), Malaysia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Filipina, Thailand, Laos, dan Singapura telah mengerek turun banderol BBM. Hingga 3 Februari lalu Singapura sudah enam kali menurunkan harga BBM, sehingga harga yang semula US$ 1,54 dolar per liter kini menjadi US$ 1,40 per liter.

Harga BBM Vietnam pada 3 Februari berkisar US$ 0,87 per liter. Namun pada 27 April pemerintah Negeri Paman Ho itu mengereknya naik, sehingga menjadi US$ 0,51 per liter.

Di Myanmar, harga BBM bensin pada 3 Februari masih berada di kisaran US$ 0,64 per liter. Namun, pada 27 April diturunkan hingga menjadi US$ 0,37 per liter.

Ilustrasi, SPBU di Thailand – dok.Thailand Construction

Sedangkan di Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Filipina hingga 27 April, banderol BBM berada di rentang US$ 0,2 – US$ 0,3 per liter. Lantas mengapa Indonesia masih bergeming alias anteng tak mengutak-atik harga BBM?

Padahal, harga minyak dunia yang sempat sedikit naik masih berada di bawah US$ 24 per barel. Sedangkan setelah naik sedikit, pada Kamis (7/3/2020) minyak mentah dunia diperdagangkan dengan harga di bawah US$ 25 per barel.

Seperti dilaporkan Xinhuanet, Kamis (7/5/2020) harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni misalnya, turun US$ 0,57 sehingga menjadi US$ 23,99 per barel dalam perdagangan di New York Mercantile Exchange.

Pada saat yang sama harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli melorot US$ 1,25 menjadi US$ 29,72 per barel saat diniagakan di London ICE Futures Exchange. Kelebihan pasokan dan kapasitas penyimpanan disebut telah mengkhawatirkan pasar.

Ilustrasi, drum berisi minyak mentah – dok.The Financial Express

Indonesia pantau keadaan
Soal antengnya atau “santuy-nya” sikap Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut karena sikap kecermatan dan kehati-hatian bersikap. Terlebih, harga minyak dunia juga masih memiliki volatilitas yang tinggi alias fluktuatif.

“Pemerintah masih menjaga harga tetap karena harga minyak dunia dan kurs masih tidak stabil serta dapat turun,” kata dia dalam rapat kerja secara virtual dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Artinya, harga BBM Indonesia jenis bensin RON 95 masih bertahan pada US$ 0,65 per liter sejak 3 Februari. Harga itu dikerek turun 10,45% dari harga Januari 2020 yang sebesar US$ 0,67 per liter.

Ilustrasi, petugas SPBU Pertamina – dok.Istimewa

Tasrif menyebut, pemerintah menunggu dampak kesepakatan pemangkasan produksi antara negara-negara OPEC dan non-OPEC yang dilakukan pada Mei ini. Produksi diperkirakan dipapras 9,7 juta barel.

Bahkan pada semester II-2020 anggota OPEC+ diperkirakan kembali memangkas jumlah produksi lahi hingga 8 juta barel. Selanjutnya pemotongan produksi minyak diprediksi masih bakal terus terjadi.

Harusnya 1 Mei turun
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman yang dihubungi Motoris akhir pekan lalu menyebut, pada tanggal 28 Februari, Menteri ESDM meneken Keputusan Menteri ESDM No. 62K/MEM/2020 sebagai acuan baru formula penentuan harga BBM di Tanah Air. Beleid itu berlaku 1 Mei 2020.

Sesuai dengan bekeid tersebut, acuan formula penentuan harga itu adalah rata-rata harga Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus periode tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 satu bulan sebelumnya. Sedangkan, harga rata-rata MOPS berada di level US$ 23 per barel pada periode sebulan ke belakang.

Ilustrasi, SPBU Pertamina – dok.Istimewa

Sehingga dengan formula yang ditetapkan oleh Menteri ESDM, semestinya mulai 1 Mei, harga BBM nasional itu sudah turun. “Dengan acuan itu, maka maka harga BBM dengan RON 92 (setara dengan Pertamax) itu semestiya sudah turun menjadi Rp 4.540 per liter. Itu sudah menghitung rata-rata harga MOPS , nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan margin keuntungan badan usaha sebesar 10%,” ujar Yusri.(Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This