Hingga Mei Wuling Masih Masuk 10 Besar, DFSK Tertinggal Jauh

Hingga Mei Wuling Masih Masuk 10 Besar, DFSK Tertinggal Jauh
Ilustrasi, Wuling Almaz - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari – Mei, penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Indonesia tercatat hanya sebanyak 260.716 unit atau ambrol 40% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 434.466 unit. Sementara, penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 248.310 unit atau rontok 41,22%.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Motoris, Rabu (10/6/2020), menunjukkan di sepanjang lima bulan pertama tersebut merek Toyota, masih bercokol di urutan pertama dalam penjualan ritel. Merek asal Jepang yang diniagakan PT Toyota Astra Motor Ini menjual sebanyak 81.769 unit kendaraan ke konsumen, atau mencengkeram pangsa pasar sebesar 31,4%.

Namun, catatan menarik lainnya di daftar penjualan ini adalah, masih masuknya merek asal Cina, yakni Wuling, di daftar 10 merek dengan penjualan terbanyak alias 10 merek terlaris. Selama periode itu, Wuling menjual unit ke konsumen (ritel) sebanyak 4.448 unit, sehingga bisa mencuil pangsa pasar sebesar 1,7%.

DFSK Glory 580 dengan sentuhan modifikasi ringan – dok.Motoris

Bicara soal Wuling, tentu menarik untuk membandingkannya dengan Dongfeng Sokon (DFSK) yang di Indonesia dipasarkan oleh PT Sokonindo Automobile. Pasalnya, keduanya berasal dari negara yang sama, yakni Negeri Tirai Bambu, dan memulai kiprah di Indonesia dalam waktu yang sama yakni pertengahan tahun 2017.

Bahkan, keduanya juga sama-sama membangun pabrik produksi di Tanah Air. DFSK membangun pabriknya di Cikande, Serang, Banten. Sedangkan SGMW Indonesia atau Wuling Motors Indonesia menempatkan pabriknya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kinerja penjualan
Soal strategi penjualan produk keduanya memulai dengan langkah yang berbeda. DFSK memulainya dengan menjual kendaraan niaga pikap DFSK Supercab, sedangkan Wuling dengan menyodorkan Low MPV Wuling Confero, meski di akhir-akhir ini merek juga sama-sama menggarap pasar SUV.

Kembali lagi ke penjualan ritel selama Januari – Mei tahun ini, ternyata DFSK hanya mengumpulkan total jumlah 1.098 unit. Penjualan sebanyak ini berasal dari penjualan Januari 355 unit, Februari 346 unit, Maret 255 unit, April 101 unit, dan Mei sebanyak 41 unit.

Pikap DFSK Super Cab, kendaraan komersial yang diproduksi Sokon Automible di Serang, Banten – dok.Motoris

Dengan total penjualan ritel sebanyak itu, DFSK mencuil pangsa pasar hanya 0,4% saja. Tentu ini sangat jauh dibanding Wuling yang menjual sebanyak 4.448 unit dengan pangsa pasar 1,7%.

Penjualan Wuling sebanyak itu dikumpulkan dari Januari yang sebanyak 1.381 unit, Februari 1.670 unit, dan Maret 838 unit. Kemudian sepanjang April terkumpul penjualan sebanyak 263 unit, dan Mei 296 unit.

Meski, sejatinya tertinggalnya DFSK oleh Wuling tak hanya terjadi di lima bulan pertama tahun ini. Fakta berbicara, sepanjang tahun 2019 dan 2018 pun kondisinya setali tiga uang.

Wuling Cortez CT, MPV kedua Wuling yang disodorkan ke pasar Indonesia setelah Wuling Confero- dok.Motoris

Tahun 2019 dan 2018 penjualan ritel DFSK tercatat sebanyak 3.260 unit dan 839 unit. Sementara, pada tahun-tahun yang sama, penjualan ritel Wuling 21.112 unit dan 15.162 unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS