Ghosn Sebut Aliansi Nissan – Renault Krisis Pemimpin Andal

Ghosn Sebut Aliansi Nissan – Renault Krisis Pemimpin Andal
Carlos Ghosn - dok.eleconomista.es

Beirut, Motoris – Bekas Chairman dan Chief Executive Officer Nissan Motors Corp, Carlos Ghosn, menyebut saat ini aliansi Nissan-Renault mengalami krisis kepemimpinan yang dapat menyatukan dua pabrikan tersebut dalam satu manajemen aliansi. Akibatnya, kepercayaan pasar – khususnya di pasar modal – terhadap aliansi tersebut merosot.

“Ada masalah kepercayaan pasar terhadap aliansi (Nissan – Renault). Secara pribadi, saya melihat fakta yang saya temukan yang menyedihkan dari Nissan dan Renault. Saat ini, tidak ada lagi paduan manajemen yang nyata antara Renault dan Nissan, justeru terjadi jarak yang jauh,” kata pria warga negara Prancis berdarah Lebanon tersebut kepada harian Le Parisien yang dilansir Reuters, Senin (20/7/2020).

Ghosn pun menyodorkan bukti berupa penurunan harga saham aliansi Nissan – Renault yang terjadi pada November 2018 – Juni 2020. Pada rentang waktu tersebut – dimana pada awal tahun 2020 hingga bulan Juni wabah virus corona mendera dunia hingga Juni – harga saham General Motors Co dan Toyota Motor Corp masing-masing hanya menyusut 12% dan 15%.

Namun, di saat yang sama harga saham Nissan anjlok 55 persen dan Renault ambrol hingga 70%. “Semua pabrikan saat ini, memang menghadapi krisis Covid-19 yang sama, tetapi Renault dan Nissan dihukum jauh lebih besar dari yang lain,” ungkap Ghosn.

Ilustrasi, jalinan kongsi Renault-Nissan – dok.Nikkei Asia Review

Pria yang juga merangkap Chairman Mitsubishi Motors Corp itu sebelumnya ditangkap aparat pengadilan Tokyo di Jepang pada akhir 2018 dengan tuduhan menyalahgunakan keuangan untuk kepeningan pribadi dan tidak melaporkan gaji secara benar. Namun, dia kemudian kabur ke Lebanon pada akhir Desember 2019.

Aparat hukum Lebanon memeriksanya pada Januari lalu. Pada saat itu mengatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan proses peradilan Lebanon, meski tidak diketahui apa maksud pernyataannya untuk bekerjasama itu.

Namun, di saat yang sama jaksa penuntut Prancis juga memeriksanya terkait dugaan penyelewengan dana di Renault yang dilakukannya. Namun, Ghosn yang dipanggil pada 13 Juli itu tak datang ke Prancis.

“Ada kendala teknis. Paspor saya ada di tangan jaksa agung di Lebanon, karena Jepang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk saya,” tandas Ghosn. (Ril/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS