BPH Migas Temukan Penyaluran JBT Solar Tak Sesuai Aturan di Juli

BPH Migas Temukan Penyaluran JBT Solar Tak Sesuai Aturan di Juli
Ilustrasi, BBM ramah lingkungan - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (Komite BPH Migas), Selasa (18/8/2020) menggelar sidang penetapan hasil verifikasi volume penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) periode Juli 2020. Ada dua hal yang disepakati dalam sidang yang digelar secara virtual itu, dimana salah satunya adalah ditemukannya penyaluran JBT (minyak solar) yang tidak sesuai ketentuan.

Komite BPH Migas, Henry Ahmad, yang memimpin sidang tersebut mengatakan, berdasarkan pelaksanaan verifikasi terhadap laporan volume penyaluran JBT (minyak solar) oleh PT Pertamina (persero) ditemukan penyaluran yang tidak sesuai dengan ketentuan, “Yaitu sebesar 418.500 liter dan tidak dapat direkomendasikan sebagai realisasi volume penyaluran JBT untuk bulan Juli tahun 2020,” kata dia dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Selain itu, berdasarkan pelaksanaan verifikasi terhadap laporan volume penyaluran JBT PT. AKR Corporindo Tbk juga ditemukan penyaluran yang tidak sesuai dengan ketentuan, yaitu sebesar 1.373,020 L (seribu tiga ratus tujuh puluh tiga koma nol dua nol liter). Sehingga jumlah JBT tersebut tidak dapat direkomendasikan sebagai realisasi volume penyaluran JBT bulan Juli tahun 2020.

Henry mengatakan, hasil keputusan dalam sidang komite ini akan dijadikan sebagai dasar perhitungan pembayaran subsidi oleh Kementerian Keuangan kepada PT Pertamina (persero) dan PT AKR Corporindo Tbk. Artinya, jumlah JBT yang disalurkan tersebut tidak bisa diajukan sebagai klaim pembayaran subsidi pada bulan Juli.

Ilustrasi, Kantor BPH Migas di Jakarta – dok.Istimewa

BPH Migas, tandas dia, harus terus konsisten terhadap peraturan yang berlaku dan lebih memaksimalkan dan memperketat pengawasan penyaluran JBT. “Dan saya menugaskan tim dari Direktorat BBM untuk meningkatkan proses pengawasan terhadap pendistribusian dari JBT ini agar tepat sasaran dan tentu tepat volume,” ucap Henry.

Sekadar informasi, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, BPH Migas melakukan pengaturan, pendistribusian, dan verifikasi terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pendistribusian bahan bakar minyak dalam bentuk verifikasi atas JBT. (Kur/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This