RI Sudah Jauh Tertinggal, Pertamina Masih Tegaskan Jual BBM Premium

RI Sudah Jauh Tertinggal, Pertamina Masih Tegaskan Jual BBM Premium
Ilustrasi pengisian BBM - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Untuk kesekian kalinya PT Pertamina (Persero) menyatakan masih tetap mendistribusikan dan menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 atau jenis Premium. Padahal, bukan sekali juga pimpinan perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi milik negara itu menyatakan pihaknya tengah mengkaji dan berencana menghapus BBM jenis itu sesuai dengan program pengurangan emisi karbon.

Penegasan sikap Pertamina yang terbaru soal penjualan Premium ini ditegaskan Pejabat sementara (Pjs) Vice President Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Minggu (15/11/2020) kemarin. Pertamina, kata Heppy, tetap menjalankan penugasan Pemerintah untuk menyalurkan Premium, termasuk di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 serta Kepmen ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018.

“Sebagai badan usaha hilir yang mendapat penugasan dalam menyalurkan BBM, tandas Heppy, Pertamina tidak akan menghapuskan Premium. “Karena keputusan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah. Pertamina tunduk pada regulasi yang ada. Yang dilakukan saat ini yakni mengedukasi konsumen untuk menggunakan BBM ramah lingkungan dan yang lebih berkualitas (RON lenbih tinggi) dalam meningkatkan performa kendaraan,” ujar Heppy.

Selain edukasi, lanjut Heppy, Pertamina juga memberikan stimulus berupa promo-promo BBM kepada konsumen, agar tergerak untuk mencoba BBM dengan kualitas lebih baik dan merasakan dampaknya ke mesin kendaraan melalui Program Langit Biru. Program itu, sebut Heppy, dilakukan atas dukungan pemerintah daerah dan kementerian KLHK untuk menjawab tuntutan dan agenda global dalam rangka mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan bermotor dan sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 20 Tahun 2017.

Ilustrasi, SPBU Pertamina – dok.Istimewa

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin, menyebut Indonesia sudah jauh tertinggal dalam penerapan standar emisi gas buang kendaraan. Meski sudah dicanangkan penerapan standar Euro4, namun penggunaan BBM yang berstandar jauh di bawah itu – yakni RON 88 dan RON 90 – masih berlangsung.

“Karena ternyata BBM-nya masih ada yang RON 88 (premium) dan Pertalite (RON), jadi kita sudah sangat tertinggal. Bahkan, penerapan Euro 2 saja Indonesia tertinggal, karena kalau Euro 2, itu BBM yang harus dipakai RON 92. Jadi, Indonesia itu stnadar Euro berapa?,” papar Safrudin, saat dihubungi di Jakarta, belum lama ini.

Di ASEAN RI satu-satunya pengguna Premium
Bahkan di wilayah regional Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN), lanjut pria yang akbar disapa dengan Puput itu, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang masih menggunakan premium. Sedangkan di Asia, merupakan negara kedua selain Bangladesh.

“Dan di dunia, negara yang masih menggunakan premium, itu hanya ada tujuh negara. Yaitu Indonesia, Bangladesh, kemudian Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, dan Uzbekistan,” ujar dia.

Namun, yang mengherankan, pimpinan Pertamina juga sudah kerap menyinggung rencana untuk penghapusan BBM RON rendah itu di beberapa kesempatan. Dia pun bertanya-tanya, apakah pernyataan tersebut sekadar basa-basi ke dunia internasional bahwa Indonesia memang berkomitmen terhadap pengurangan efek gas rumah kaca?

Terlebih, pernyataan yang seolah sejalan dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 tahun 2017 itu, terkesan tarik ukur dengan kenyataan. “Sehingga, di dunia internasional ada kesan ketidakseriusan kita (RI),” ucap Puput.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati – dok.Twitter

Terakhir kali, pernyataan semacam itu ditegaskan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di hadapan Komisi VII DPR RI saat digelar rapat dengar pendapat di Jakarta, Senin (31/8/2020). Nicke menyebut langkah ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 yang mengharuskan penggunaan BBM di atas RON 91.

“Ada aturan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20 tahun 2017 yang mensyaratkan gasoline yang dijual minimum RON 91. Artinya, ada dua produk BBM yang kemudian tidak boleh lagi dijual di pasar kalau mengikuti aturan tersebut yaitu Premium dan Pertalite,” papar dia. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This