Australia Butuh 1,2 Juta Mobil Impor, Sayang Ekspor RI Masih Nihil

Australia Butuh 1,2 Juta Mobil Impor, Sayang Ekspor RI Masih Nihil
Ilustrasi mobil yang akan dikapalkan untuk diekspor - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Pasar mobil Australia sepanjang tahun 2019 lalu menyerap 1,2 juta unit mobil yang semuanya berasal dari impor. Namun sayang, Indonesia yang merupakan negara dengan lokasi terdekat, tak mengekspor satu unit mobil pun ke negeri itu.

Menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, padahal sepanjang tahun itu ekspor mobil dalam wujud utuh mencapai 332 unit. “Karena memang, prinsipal (perusahaan induk dari merek-merek yang ada) belum mengarahkan ke sana. Sehingga, model-model (mobil) yang diproduksi Indonesia belum pas dengan permintaan pasar Australia,” papar Nangoi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Lantaran itulah, lanjut Nangoi, Gaikindo bersama Kementerian Perindustrian akan melobi prinsipal untuk memberikan inzin pemegang mereknya di Indonesia memproduksi mobil yang diorientasikan ekspor ke Ausralia. “Karena, bagi Australia juga menguntungkan kalau impor dari Indonesia. Sebab, secara geografis Indonesia lebih dekat, sehingga pengiriman barang juga lebih cepat. Tentu, ini juga berpengaruh ke cost (biaya), sehingga lebih kompetitif,” terang Nangoi.

Ilustrasi, proses produksi mobil di pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – dok.TMMIN

Sedangkan sepanjang Januari – Oktober 2020 mencapai 180.903 unit, turun 34,4% dibanding periode yang sama pada tahun 2019, yang sebanyak 275.706 unit. Lagi-lagi, juga tak ada nama Australia dalam daftar tujuan ekspor mobil di sepanjang periode tersebut.

Sebelumnya, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam yang dihubungi, Rabu (18/11/2020) sore mengatakan ekspor ke Australia memang membutuhkan waktu. Pasalnya, standar yang ditetapkan pemerintah Negeri Kanguru untuk mobil-mobil yang dijajakan di dalam negeri memiliki standar yang lebih tinggi.

Tren ke elektrifikasi
Selain itu, tren yang mengarah ke mobil elektrifikasi juga semakin menguat di negara tersebut. Tren inilah, kata Bob, yang perlu direspon oleh Indonesia. Dan Toyota Indonesia, telah mengarah ke arah pemenuhan kebutuhan ekspor.

“Dan tidak hanya untuk Australia saja, tetapi juga untuk pasar-pasar negara lain yang sekarang juga mengarah ke mobil terelektrifikasi. Baik itu hybrid electric vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) atau bahkan battery electric hybrid,” kata Bob.

Ilustrasi, Honda Civic Type R yang diimpor oleh Australia. Model ini diproduksi dan diekspor oleh negara di luar Indonesia – dok.Paultan.org

TMMIN, lanjut dia, berencana mulai mempoduksi mobil elektrifikasi di Tanah Air pada tahun 2022 nanti. Langkah ini, dinilai juga selaras dengan kebijakan pemerintah untuk memproduksi dan memasyarakat kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

“Sehingga, kalau kita bisa create market domestik sekaligus ekspor, kita bisa menjadi basis produksi. Termasuk untuk ekspor ke Australia,” ucap Bob.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier dalam disuse virtual yang digelar di Jakarta, Sabtu (21/11/2020) mengatakan, pasar Australia berpotensi menjadi salah satu negara tujuan ekspor Indonesia.

Ilustrasi, Toyota Innova yang diekspor TMMIN atau Toyota Indonesia -dok.TMMIN

“Nantinya bisa dilihat, tren pasar di Australia itu MPV, sedan, atau model lain. Ini bisa dijadikan potensi bagi kami untuk masuk,” kata dia. (Fan/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This