PSBB Jawa-Bali Bisa Bikin Laju Pemulihan Pasar Otomotif Lemot, Ini Alasannya

PSBB Jawa-Bali Bisa Bikin Laju Pemulihan Pasar Otomotif Lemot, Ini Alasannya
Ilustrasi, Toyota GR Supra menyedot perhatian pengunjung booth Toyota di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pasar otomotif nasional – baik kendaraan bermotor roda empat atau lebih maupun sepeda motor – sepanjang tahun 2020 kemarin muram sejalan dengan anjloknya penjualan. Namun, pemulihan diperkirakan pemulihan kondisi industri terjadi di tahun 2021 ini.

Hanya, hentakan penjualan diperkirakan tak akan serta merta terwujud di kuartal pertama, melainkan pada kuartal kedua. “Untuk industri otomotif pada tahun 2021 ini akan terjadi pemulihan, baik penjualan kendaraan maupun suku cadang, meskipun secara bertahap. Kemungkinan besar kembali ke trek pemulihan akan terjadi di kuartal kedua,” tutur ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara, saat dihubungi Motoris di Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Soal tren pemulihan yang bakal terjadi mulai di triwulan kedua itu, Bhima menyebut proyeksi awal pemulihan bergeser periode itu dikarenakan adanya kebijakan pemerintah yang menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Jawa dan Bali. Pembatasan kegiatan (PKM) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  itu berlaku pada 11 – 25 Januari nanti.

“Penerapan ini akan menurunkan kembali mobilitas penduduk, karena ada kekhawatiran terhadap kemungkinan penyebaran Covid-19 masih tinggi, meski ada vaksinasi yang segera berjalan. Jadi ini ada mix, yang berpengaruh ke tingkat kepercayaan konsumen untuk kembali berbelanja atau keluar rumah,” ujar pria pemegang gelar Master in Finance dari Universitas Bradford, Inggris, itu.

Ilustrasi, pengunjung pameran mobil menperhatikan detil C-HR Hybrid – dok.Motoris

Dia mencontohkan keterkaitan antara mobilitas penduduk – yang tentunya membutuhkan kendaraan – dengan permintaan sarana angkutan. Menurutnya, pada Desember 2020 terjadi inflasi pada sektor transportasi yang naik.

“Fenomena baru terjadi di Desember 2020 lalu, dimana inflasi di sektor transportasi naik. Karena, sejatinya, ketika tidak ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat), pada saat itu (Desember atau akhir tahun) akan banyak masyarakat yang bepergian ke luar daerah. Sehingga permintaan mobil juga meningkat. Nah, sekarang di Januari 2021 ini, ada PKM,” papar Bhima.

Penjualan mobil di Jawa dan Bali
Prediksi serupa juga diungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. Dia menyebut, meski optimis tahun 2021 ini tren pemulihan pasar otomotif terjadi, namun tak menampik masih banyak tantangan.

“Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa-Bali sampai tanggal 25 Januari, tentu akan berdampak. Kan di situ ada pembatasan kegiatan di perkantoran, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Jadi kegiatan diler, pameran, juga akan terdampak. Tetapi, kami mengikuti kebijakan pemerintah, karena bagaimana pun kesehatan masyarakat menjadi prioritas,” ungkap dia saat dihubungi.

Menurut Jongkie, pulau Jawa hingga kini masih menjadi penyumbang penjualan mobil terbanyak di Indonesia, yakni sekitar 60% lebih. Sedangkan Bali, meski tak sebesar Jawa, namun penjualannya juga lumayan.

Ilustrasi calon pelanggan Toyota tengah bertransaksi dengan staf diler – dok.Istimewa

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021) menegaskan, PKM Jawa-Bali diberlakukan mulai tanggal 11 hingga 25 Januari. Kebijakan ini, kata dia, mengatur sejumlah kegiatan, mulai dari kegiatan perkantoran, pembelajaran di sekolah, operasional pusat perbelanjaan, seni budaya, sampai dengan kegiatan peribadatan.

“Pembatasan kegiatan masyarakat ini sudah sesuai dengan peraturan undang-undang. Selain itu, sudah dilengkapi dengan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19,” tandas dia. (Fer/Ril/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This