Kinerja Penjualan hingga Kini, DFSK Masih Belum Sebening Wuling

Kinerja Penjualan hingga Kini, DFSK Masih Belum Sebening Wuling
DFSK Glory 560 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Dongfeng Sokon (DFSK) dan Wuling Motors adalah dua jenama asal Republik Rakyat Cina (Cina) yang sama-sama berekspansi melebarkan sayap perniagaanya ke pasar Indonesia pada saat yang sama, yakni dimulai pertengahan tahun 2017. DSFK menyodorkan kendaraan komersial pikap DFSK Super Cab, dan Wuling menyorongkan Low MPV Wuling Confero.

Seiring perjalanan waktu, masing-masing juga terus menggelontorkan model baru. Singkat cerita, hingga tahun tahun 2020 lalu, DFSK telah memiliki portofolio produk yang terdiri dari Pikap DFSK Super Cab, SUV Glory 580 dan 560, Glory i-Auto, serta minibus DFSK Gelora.

Sedangkan Wuling menyajikan MPV Wuling Confero dan Wuling Cortez, SUV Wuling Almaz, serta minibus Wuling Formo. Artinya, dari jumlah varian produk, jumlah portofolio DFSK lebih banyak.

Pikap DFSK Super Cab – dok.Motoris

Namun, soal penjualan, ternyata performa yang diukir mobil yang dijajakan oleh PT Sokonindo Automobile itu belum “sebening” performa penjualan Wuling. Sepanjang tahun tahun 2020 lalu – seperti terlihat di data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) – total penjualan ke konsumen (ritel) yang berhasil dikoleksi sebanyak 2.424 unit dan penjualan ke diler (wholesales) hanya 1.947 unit.

Sementara, pada saat yang sama, mobil Wuling yang dijual PT SGMW Indonesia alias Wuling Motors Indonesia laku dibeli konsumen (ritel) sebanyak 9.523 unit. Dan angka wholesales yang dikoleksinya 6.581 unit.

Artinya, dalam performa penjualan – baik ritel maupun wholesales – DFSK masih jauh tertinggal oleh sekondannya, dari satu negara. Meski, kondisi seperti itu tak hanya terjadi di tahun 2020 saja, melainkan juga berlangsung di tahun-tahun sebelumnya.

DFSK Glory i-Auto, salah satu varian SUV DFSK Glory yang dipasarkan di Indonesia – dok.DFSK

Fakta data berbicara, sepanjang tahun 2019, DFSK menggenggam angka penjualan ritel sebanyak 3.260 unit. Jumlah itu melonjak dibanding penjualan ritel yang berhasil dibukukannya sepanjang tahun 2018 yang sebanyak 839 unit.

Adapun wholesales yang berjasil dikoleksi di tahun 2019 tercatat sebanyak 3.857 unit. Angka ini juga jauh lebih besar dibanding angka wholesales yang dipatri DFSK selama tahun 2018, yang mencapai 1.222 unit.

Tetapi, angka penjualan ritel dan wholesales di dua tahun tersebut jauh di bawah angka yang diukir oleh Wuling. Karena, di tahun 2019 Wuling Motors Indonesia berhasil mengantongi angka penjualan ritel sebanyak 21.112 unit, dan wholesales 22.343 unit.

Wuling Almaz memiliki fitur keamanan yang lengkap dari arbag hingga TPMS – dok.Motoris

Jumlah itu jauh lebih banyak dibanding jumlah penjualan yang berhasil dibukukan merek tersebut selama tahun 2018. Kala itu, penjualan ritel Wuling sebanyak 15.162 unit, dan wholesales 17.002 unit. (Die/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This