Yamaha Jangan Pernah Remehkan PCX!

Yamaha Jangan Pernah Remehkan PCX!

Jakarta, Motoris – Yamaha seolah tak pernah merasakan mimpi buruk ketatnya persaingan pasar sepeda motor di Indonesia. Padahal sudah beberapa kali Yamaha sengaja membangunkan sang raja hutan bangun dari tidurnya, mengakibatkan kalah dalam persaingan di pasar.

Ibarat binatang, Honda itu seperti singa yang lapar. Lapar pada pangsa pasar yang lebih besar, seiring terus menyusutnya penjualan sepeda motor secara nasional. Total penjualan boleh turun, tapi pangsa pasar haram tergerus, seperti itu sederhananya filosofi Honda.

Kilas Balik

Sedikit kilas balik, Yamaha memang pernah membuat Honda keringat dingin dalam memperebutkan persaingan pasar motor nasional, 2009 lalu. Waktu itu, jualan Yamaha dalam beberapa bulan berhasil mengalahkan Honda. Bahkan, penjualan kedua merek itu terpaut tipis, sekaligus menjadi catatan terburuk Honda, sepanjang berbisnis motor di Indonesia.

Mengutip data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia, sepanjang 2009, Honda berhasil menjual 2.704.097 unit, menikmati 45,97% pangsa pasar. Menempel ketat, Yamaha dengan 2.674.892 unit (45,47%), selisih 29.205 unit atau terpaut 0,50 persen. Total pasar motor pada tahun itu, tercatat 5.881.777 unit.

Baca juga: Dirakit di Sunter, Harga Honda PCX Rp 27-32 Juta

Yamaha meluncurkan NMAX 2018 dengan sentuhan facelift, ubahan di beberapa bagian. (YIMM)

Pasar bebek masih dominan kala itu, Honda menguasai segmen ini dengan 1.659.764 unit atau menguasi panga pasar 52,05%, Yamaha menjual 1.217.274 unit atau 38,17%. Dari segmen skutik, Yamaha jawaranya, menjual 1.237.302 unit, menguasai 55,76% lewat Mio dan di segmen sport 220.316 unit, menikmati 46,42% market share.

Sedangkan Honda, hanya bisa menjual 861.740 unit skutik, menerima pangsa pasar  38,84% dan 182.593 unit motor sport, dengan market share 38,47%.

Persaingan juga masih berlanjut ke tahun selanjutnya, 2010. Yamaha, waktu itu, masih kuat di dua segmen utama, skutik dan sport, sedangkan Honda masih terlena dengan bebeknya yang laris. Honda belum sepenuhnya sadar, kalau tren di pasar lagi bergeser dari bebek menjadi skutik. Andalan Yamaha, waktu itu Mio dan V-Ixion, masih belum ada lawan sebanding.

Konsisten

Persaingan kedua merek ini memang sengit, namun konsistensi Honda boleh diacungkan jempol. Termasuk dalam urusan promosi, mengurus konsumen lewat jaringan purna jual, standar servis yang terjaga, sampai komunikasi mengalir antara pabrikan dan konsumen via media. Sampai akhirnya, sekarang Yamaha bukan lagi juaranya di segmen skutik maupun sport, berhasil direbut Honda.

Baca juga: Yamaha NMAX Mencakar Duluan, Sebelum PCX Meluncur

Pangsa pasar Honda yang sudah mencapai 75 persen dari total pasar motor, periode Januari-November 2017, jadi bukti yang tak terelakkan. Seluruh segmen “dilahap” habis Honda, mau bebek, skutik, sampai sport. Segmen khusus yang sebelumnya tidak disentuh mulai terjamah, misalnya sport 250, Kawasaki Ninja250R dan Yamaha R25, kini ditantang lewat CBR250RR.

Kelas sport 150cc, Yamaha V-Ixion dan R15, ditempel ketat oleh Honda CBR150R dan StreetFire, plus Verza. Dari segmen sport trail entry level, Honda baru saja melahirkan CRF150F, demi menyaingi penguasa pasar Kawasaki KLX150.

Sekarang, ketika Yamaha lagi menikmati segmen skutik 150cc, berbodi agak besar, juga disebut maxi, bongsor, atau gambot, Honda tak tinggal diam. Yamaha NMAX memang menguasai pasar di kelas ini, dengan 251.576 unit. Sementara, Honda PCX impor (CBU) cuma 4.848 unit dan Suzuki Burgman sudah tidak jualan tahun ini.

Melihat pasar yang begitu besar, tentu saja Honda tidak diam, generasi baru PCX disiapkan untuk langsung diproduksi di Indonesia. Prestasi Honda yang gemilang di Indonesia, tentu membuat prinsipal di Jepang mudah mengambil keputusan. Yamaha ambil ancang-ancang, dengan meluncurkan NMAX facelift, lewat beberapa sentuhan ubahan.

Bersaing Seru

Motoris berpendapat, persaingan NMAX dengan PCX bakal seru. Memperebutkan segmen konsumen yang well educated, mapan, kenal teknologi, dan sadar pada layanan. Para pemilik mobil yang mau mengendari motor dalam kesehariannya, demi terhidar dari kemacetan. Kedua model ini juga dibekali fitur-fitur sebanding, seperti rem ABS, cakram belakang, ban tapak lebar, lampu LED, sampai speedometer digital. Memang ada beberapa fitur yang tidak dimiliki satu dengan yang lain.

Baca juga: Ayam Jago Suzuki Keok, Bebek Super Yamaha Jawara

Honda PCX kini punya harga lebih ekonomis, berdekatan dengan NMAX. (AHM)

Bicara desain, balik lagi ke selera. Ada yang bilang lebih maskulin, feminin, sporty, elegan, atau lain sebagainya, dan semuanya itu subyektif. Soal harga juga tipis, buat segmen yang dibidik, terpaut Rp 1 jutaan.

Kalau kata kolega Motoris, jurnalis otomotif senior yang sudah menggeluti dunia sepeda motor puluhan tahun, produk Honda dan Yamaha itu mirip, karena sama-sama merek Jepang. Ibarat koki yang mengolah bahan yang sama, hasil masakannya rasanya berbeda. Bumbu rahasia, boleh jadi berperan di sini.

Jadi, buat Yamaha, jangan pernah meremehkan PCX. Bumbu rahasia yang perlu dipikirkan itu bukan hanya model yang ciamik, tetapi faktor pendukung lanjutannya. Mulai dari praktik sales yang sengaja minta uang demi inden lebih singkat, sulitnya beli tunai ketimbang kredit, ketersediaan suku cadang, layanan servis prima, sampai komunikasi dengan konsumen yang terjaga. Selamat bersaing sehat! (sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This