Sama-sama Ambrol, Penjualan Mobil Thailand di Januari Masih Ungguli RI

Ilustrasi, produksi mobil di Thailand – dok.Bangkok Post


Jakarta, Motoris – Thailand dan Indonesia merupakan dua negara di kawasan Asia Tenggara yang bersaing sengit untuk menjadi yang terbesar dalam industri otomotif (terutama kendaraan bermotor roda empat atau lebih). Bukan sekadar menjadi tempat produksi, tetapi juga sebagai pasar sekaligus pengekspor.

Sepanjang tahun 2020 lalu, kedua negara ini tak lolos atau kebal dari terpaan badai wabah virus corona (Covid-19) yang membuat perekonomian dan penjualan mobil rontok.

Data yang dihimpun Federasi Industri Thailand (FTI) seperti dilaporkan Xinhua dan The Nation, Jumat (19/2/2021), menunjukkan sepanjang tahun 2020 itu total penjualan mobil di Negeri Gajah Putih ini hanya 792.146 unit alias jeblos 21,4%.

Ilustrasi, gadis usher di gelaran Bangkok Interntional Motor Show – dok.The Nation Thailand

Penjualan di Indonesia juga kurang lebih sama, juga jeblos. Fakta data penjualan yang dilaporkan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan, di tahun itu penjualan mobil ke diler (wholesales) di Tanah Air hanya sebanyak 532.027 unit.

Jumlah ini ambrol hingga 48,3% dibanding wholesales yang dicatatkan sepanjang tahun 2019, yang sebanyak 1.030.126 unit. Sementara penjualan ke konsumen (ritel) hanya sebanyak 578.327 unit, anjlok 45% dari tahun sebelumnya.

Mengawali tahun 2021 pun, kondisi pasar di kedua negara juga masih serupa, yakni sama-sama letoi. Terbukti – seperti terungkap dalam laporan FTI – penjualan mobil di Thailand pada bulan Januari tahun ini hanya 55.208 unit.

Ilustrasi, salah satu mobil Suzuki yang dipasarkan di Indonesia – dok.Istimewa

Jumlah ini jeblos 21,3% dibanding bulan Januari 2020, dan ambrol hingga 46,96% dibanding bulan Desember tahun yang sama. Di Indonesia, Gaikindo mencatat wholesales di bulan pertama itu sebanyak 52,910 unit.

Jumlah ini jeblos 34,2% dibanding Januari 2020 yang mencapai 80.435 unit. Penjualan ritel di saat yang sama, 53.997 unit atau 33,3% dibanding Januari 2020 yang masih sebanyak 81.059 unit.

Nah, jika dicermati, meski sama-sama jeblos ternyata jumlah penjualan di Thailand masih lebih unggul ketimbang di Republik Indonesia (RI). Begitu pula dengan ekspor.

Ilustrasi, Honda Brio yang diekspor oleh PT Honda Prospect Motor. Salah satu tujuan ekspor adalah Filipina – dok.HPM

Fakta data berbicara, di bulan pertama itu ekspor mobil dalam wujud utuh atau jadi (CBU) Thailand sebanyak 74.132 unit atau naik 13,53%. Adapun di RI, di bulan yang sama, hanya sebanyak 20.454 unit.

Jumlah ekspor RI ini meningkat 4,2% dibanding Januari 2020 yang hanya 19.631 unit. Tapi, meski sama-sama naik, ekspor RI ternyata juga masih tertinggal jauh oleh negeri yang juga dikenal dengan nama Siam tersebut. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This