Ini Penguasa Pasar Mobil Australia hingga Februari, Tak Satu pun dari RI

ILustrasi, Toyota RAV4 hybrid. Salah satu SUV Toyota yang dijual di Australia – dok.Istimewa


Sidney, Motoris – Sepanjang Januari – Februari tahun ini Federal Chamber of Automotive Industry (FCAI) Australia mencatat, penjualan mobil di negara itu mencapai 163.643 unit atau naik 8,3% dibanding penjualan di periode yang sama tahun 2020 lalu. Sepanjang dua bulan pertama itu Toyota, Mazda, dan Hyundai menggenggam pangsa pasar terbanyak di negeri tersebut.

Seperti dilaporkan laman Driving Performance dan CBS News, belum lama ini, ada 10 pabrikan yang menguasai daftar 10 merek terlaris di Negeri Kanguru itu. Mereka adalah Toyota yang melego mobil sebanyak 40.289 unit, Mazda 17.064 unit, dan Hyundai dengan penjualan 12.685 unit, yang bercokol di tiga besar.

Kemudian disusul Mitsubishi Motors yang menjual unit sebanyak 11.559 unit, Ford 11.405 unit, Nissan 7.972 unit, dan Kia yang berhasil melego 10.200 unit. Lalu di urutan kedelapan hingga sepuluh terdapat nama Subaru yang menjual sebanyak 6.625 unit, Volkswagen 6.013 unit, serta Mercedes-Benz 5.593 unit.

Ilustrasi, SUV terbaru Hyundai Palisade – dok.HMID

Sebelumnya, Drive Performance dan Cars Guide melaporkan, di sepanjang tahun 2020 lalu ada 10 merek terlaris di negara tersebut. Mereka adalah Toyota yang membukukan penjualan 204.801 unit, Mazda 85.640 unit, Hyundai 64.807 unit, Ford 59.601 unit, Mitsubishi 58.335 unit, dan Kia 56.076 unit.

Kemudian di urutan ketujuh terdapat Volkswagen yang berhasil menjual produknya sebanyak 39.266 unit Dia diikuti Nissan yang terjual 38.323 unit Subaru yang laku 31.501 dan Mercedes-Benz yang terlego 29.445 unit.

Fakta data ini memperlihatkan tiga merek – yakni Toyota, Mazda, dan Hyundai – masih dengan kuat mencengkeram pasar mobil di Australia. Menariknya, mobil-mobil yang melenggang di pasar negara itu, 100% berasal dari impor.

Ilustrasi, Mazda 3 – dok.Autoweek

Total penyerapan pasar mobil Australia saban tahunnya rata-rata mencapai 1,15 juta unit – 1,2 juta unit, tetapi di tahun 2020 lalu menyusut tajam setelah badai virus corona menerpa. Impor dilakukan langsung dari Thailand, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, dan Cina.

Namun, meski antara Indonesia dengan Australia telah memiliki ikatan perjanjian bilateral Indonesia – Australia Comprehensive Economy Partnership Agreement (IA-CEPA) yang mulai berlaku sejak 5 Juli 2020., namun belum ada mobil buatan Indonesia yang diimpor oleh Australia. Bahkan, secara geografis Indonesia lebih dekat dengan Australia dibanding negara-negara dimana mobil-mobil yang dijual itu diimpor. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This