Recall 82.000 Hyundai Kona Listrik Terbakar: Pemilik Keluhkan Buruknya Penanganan

Hyundai Kona listrik terbakar di Amerika Setrikat – dok.St Geirge News


Seoul, Motoris – Bulan Februari lalu, Hyundai Motor Company (Hyundai) mengumumkan penarikan 82.000 unit mobil Hyundai Kona listrik – dengan mengganti baterai yang bermasalah – di dunia menyusul insiden tetrbakarnya 15 mobil itu di sejumlah negara. Namun, sejumlah pemilik kendaraan yang diidentifikasi masuk dalam daftar recall itu mengeluhkan penanganan yang dilakukan Hyundai.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (25/3/2021), sejumlah pemilik mengeluh hingga kini belum mendapatkan kepastian kapan mobil mereka – yang berpotensi rawan terbakar – akan diperbaiki. “Saat saya menanyakan ke pusat perbaikan Hyundai kapan tepatnya Kona EV saya akan mendapatkan penggantian baterai, mereka hanya mengatakan kepada saya bahwa mereka akan menempatkan saya di (urutan) depan (prioritas). Tetapi saya belum menerima tanggal pastinya (kapan),” kata warga Seoul, Korea Selatan, bermarga Kim kepada Reuters.

Pemilik Hyundai Kona listrik versi lama – yang masuk dalam daftar penarikan itu – menolak memberikan nama lengkapnya, dengan alasan kekhawatiran tentang privasi dan potensi reaksi dari Hyundai. Dia menegaskan, pada tahun 2018 lalu, ketika ingin membeli mobil listrik di negaranya memang tak banyak pilihan, sehingga dia membeli Hyundai Kona listrik.

Hyundai Kona Listrik yang terbakar di luar Korea Selatan – dok.Istimewa via WhichCar

“Tetapi sekarang ada lebih banyak model mobil listrik yang tersedia (berbagai model yang dsajikan berbagai merek), saya rasa saya tidak akan menggunakan Hyundai lagi (jika nantinya ingin membeli mobil listrik lagi),” kata Kim.

Menanggapi pertanyaan Reuters, Hyundai mengatakan keselamatan pelanggan merupakan prioritas utamanya. “Hyundai akan terus berusaha untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah ketidaknyamanan pelanggan dari penarikan yang sedang berlangsung,” ujar seorang pejabat Hyundai tanpa menjawab pertanyaan mengenai keluhan pemilik soal penundaan dan kurangnya komunikasi.

Hyundai mengatakan penggantian baterai akan dilakukan di Korea Selatan mulai pekan depan. Namun, karena kurangnya kejelasan informasi telah menyebabkan pemilik beralih ke media sosial untuk mengungkapkan rasa frustrasi mereka dan mencari kompensasi.

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Kanada – dok.Automotive News Canada

Sekadar informasi, pada bulan Novemberb2020 lalu, 173 pemilik Kona listrik telah mengajukan gugatan class action kepada Htyundai melalui pengadilan. Mereka meminta kompensasi 8 juta won atau sekitar Rp 102 juta (kurs 1 won = Rp 12,75) untuk setiap pemilik kendaraan sebagai kompensasi atas pengurangan nilai (depresiasi nilai barang) dan kerugian lainnya.

Komunikasi yang jelas
Melihat persoalan yang tengah terjadi Executive Advisor di Korea Automotive Technology Institute, Lee Hang-koo, menyebut mungkin ada masalah potensial dengan pasokan baterai (yang dibuat oleh LG untuk mengganti baterai di Kona listrik yang bermasalah itu). Sehingga, Hyundai harus berkomunikasi lebih jelas dengan pemilik kendaraan yang akan ditarik itu.

“Hyundai harus berterus terang dengan konsumennya dan memberi tahu mereka apa yang terjadi – apakah sumber baterai sulit atau tidak,” kata Lee.

Dia juga memberi catatan soal persaingan di pasar kendaraan listrik yang kini semakin ketat. Sehingga, soal layanan kepada pelanggan itu akan merugikan Hyundai dan kalah dalam persaingan. “Jika Hyundai tak ingin tertinggal dalam persaingan di pasar mobil listrik itu, maka (layanan ini) akan menjadi masalah. Dalam hal ini, mereka (Hyundai) harus meninjau bagaimana mereka memperlakukan pelanggan mereka,” tandas Lee.

Hyundai Kona listrik – dok.Istimewa

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2020, Hyundai menawarkan solusi ketika ada sejumlah kasus terbakarnya Hyundai Lona listrik terbakar, yakni dengan melakukan peningkatan perangkat lunak manajemen baterai untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, ternyata cara itu tak manjur dan bahkan satu lagi kasus terbakrnya mobil listrik itu terjadi.

Walhasil, otoritas di Korea Selatan melakukan penyelidikan yang hasilnya, pabrikan harus melakukan penggantian baterai. Hyundai setuju untuk mengganti baterai, yang dibuat oleh divisi baterai LG Chem, LG Energy Solution itu.

Hyundai Kona listrik yang ditarik di Korea Selatan mencapai 75.680 unit atau hampir 70% dari 111.000 unit yang terjual selama tiga tahun. Mobil sebanyak itu terjual di berbagai negara dengan pasar utama Amerika Serikat, Eropa, dan Korea Selatan.

Garasi rumah pemilik Hyundai Kona listrik yang meledak di Montreal, Kanada – dok.CBC via Thrust Zone

Pemilik Kona listrik lainnya, yakni seorang insinyur berusia 35 tahun bermarga Lee, mengatakan pembaruan perangkat lunak yang dilakukan Hyundai kala itu justeru memunculkan masaklah baru. Menurut dia, secara substansial cara itu justeru mengurangi kapasitas pengisian baterai, karena itu dia bersumpah tidak akan pernah membeli kendaraan Hyundai lagi.

Hyundai, dalam sebuah pernyataan di situsnya, mengakui adanya pengurangan kapasitas baterai. Pabrikan tersebut mengatakan membatasi kapasitas pengisian baterai hingga 90% merupakan cara yang efektif untuk mengurangi risiko kebakaran.

Tetapi, Lee mengatakan dia bahkan telah ditolak layanan di stasiun pengisian umum ketika mencoba mengisi ulang Kona listriknya.

Hyundai Kona listrik yang terbakar di Korea Selatan – dok.Istimewa

“Penarikan ini telah menyia-nyiakan waktu saya dan saya harus mengisi daya mobil saya karena khawatir dengan risiko kebakaran. Selain itu, saya harus khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan tentang mobil saya,” kata dia. (Fat/Sut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This