Indonesia Waspadalah, Vietnam akan Pakai Hambatan Baru Impor Mobil

Mobil impor asal Thailand di Vietnam – dok.Vietnam News


Bangkok, Motoris – Pemerintah Vietnam disebut bakal menerapkan peraturan yang menetapkan emisi gas buang kendaraan bermotor roda empat di negeri harus telah berstandar Euro 5 mulai 1 Januari 2022 nanti. Artinya, standar anyar ini bakal menjadi hambatan non baru baru bagi negara-negara yang selama ini maupun akan mengekspor mobil buatan industri di dalam negerinya ke Negeri Paman Ho itu.

Seperti dilaporkan Bangkok Post, Selasa (15/6/2021), informasi itu bahkan telah dibahas oleh Klub otomotif Federasi Industri Thailand (FTI). Bahkan klub tersebut langsung melakukan survei untuk mengetahui kesiapan industri otomotif yang beroperasi di negara itu untuk menghadapi ketentuan anyar di Vietnam nanti.

“Kami khawatir ekspor mobil akan terpengaruh, tetapi kami tidak dapat memprediksi skalanya sebesar apa (pengaruh itu) sekarang. Kami menyadari ukuran (Standar Euro 5) digunakan oleh negara-negara yang perlu melindungi industri dalam negeri mereka,” papar Wakil Ketua dan Juru Bicara klub otomotif FTI, Surapong Paisitpatanapong.

Mobil yang diimpor Vietnam – dok.Vietnamnet

Sementara, Presiden Institut Otomotif Thailand (TAI) Pisit Rangsaritwutikul mengatakan kalau pun ketentuan standar emisi gas buang EWuro 5 itu diterapkan Vietnam, dampak ke Thailand tidak akan serius. Dia meyakini pemerintah Thailand dan Vietnam bisa bernegosiasi untuk menemukan solusi.

Indonesia harus waspada
Lebih dari itu, dari pertemuan dengan kalangan industri mobil diketahui bahwa mereka sejatinya siap memproduksi mobil berstandar Euro 6. Hanya, saja, jika saat ini di Thailand masih membuat mobil berstandar Euro4 dikarenakan pasar dalam negeri – penyerap utama produksi – masih bersatndar Euro 4.

Hal itu dikarenakan kilang BBM yang digunakan mobil saat ini masih memproduksi BBM standar Euro 4. “Sehingga dibutuhkan waktu 5 – 6 tahun -untuk melihat 100% kilang minyak menghasilkan bahan bakar Euro 5,” ucap Pisit.

Kabarnya, penerapan standar Euro 5 itu akan disampaikan pejabat Thailand pada pertemuan Komite Hambatan Teknis World Trade Organization (WTO) yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss pada November nanti. Dan hambatan non tarif seperti itu juga dimaksudkan untuk melindungi industri dalam negeri Vietnam.

Suzuki New Carry Pick Up. Salah satu mobil Suzuki Indonesia yang diekspor ke Vietnam – dok.Istimewa

Tetapi yang pasti bukan hanya Thailand saja yang bakal menghadapi tantangan baru jika hambatan non tarif itu benar-benar diterapkan. Pasalnya, eksportir mobil – penumpang maupun komersial – ke negara itu bukan hanya Thailand saja, tetapi juga Indonesia dan Cina.

Seperti diwartakan Hanoi Times dan Vietnam Explorer, belum lama ini, Departemen Umum dan Bea Cukai menyatakan sepanjang tahun 2020 lalu Vietnam mengimpor mobil CBU sebanyak 105.000 unit dengan nilai US$ 2,35 miliar. Jumlah tersebut turun 24,5% dibanding jumlah impor tahun sebelumnya, dan secara nilai turun 25,6%.

Mitsubishi Xpander mobil asal Indonesia yang diimpor Vietnam-dok.Vietnam-Express

Dari jumlah itu, 52.647 unit atau lebih dari 50% merupakan mobil CBU yang berasal dari Thailand. “Asal impor terbanyak berasal dari Thailand dengan jumlah 52.647 unit. Disusul oleh Indonesia, Cina, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan,” bunyi pernyataan departemen tersebut.

Artinya, Indonesia juga harus waspada dan siaga. Sementara, Indonesia saat ini baru memulai penerapan standar Euro 4 di dalam negeri. Lebih dari itu, jumlah ekspor ke Vietnam juga masih tertinggal jauh oleh Thailand. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This