PPnBM 0% Berlaku, GIIAS 2021 Diundur: Ada Potensi yang Hilang

Ilustrasi, usher Wuling Motors di GIIAS 2019 – dok.Motoris


Jakarta, Motoris – Hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 yang semula direncanakan berlangsung 12–22 Agustus, menjadi 9 – 19 September. Gabungan Industrik Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selaku penyelenggara menyebut penggunduran jadwal ini didasari fakta kembali meningkatnya kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

“Menunda penyelenggaraan GIIAS telah menjadi keputusan bersama Gaikindo dan para anggota, dengan harapan tentu di September keadaan telah lebih kondusif untuk kembali menyelenggarakan GIIAS,” kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Jumat (2/7/2021).

Perhelatan pameran otomotif berskala internasional ini – dari pengalaman penyelenggaraan beberapa tahun sebelumnya – terbukti menjadi momen yang mendongkrak angka penjualan kendaraan bermotor (khususnya roda empat atau lebih) di Tanah Air. Wajar, di pameran ini bukan hanya produk atau model baru saja yang diperkenalkan, namun juga disertai kegiatan promosi penjualan.

Pendek kata, GIIAS bukan sekadar sarana eksibisi semata tetapi juga menjadi wahana transaksi bagi diler (yang tentunya juga disokong oleh agen pemegang merek). Meski, di tengah pandemi Covid-19, penyelenggaraan pameran juga “disangsikan” kemujarabannya dalam mendongkrak akan penjualan.

Bukan persoalan orang enggan datang ke arena pameran dengan alasan demi menjaga atau pertimbangan kesehatan semata. Namun, juga kalkulasi mereka di tengah pandemi terhadap kemungkinan dampak ekonmi memburuk yang bisa terjadi dan menekan daya beli.

Sejatinya, pemerintah telah membuat terobosan dalam menghadapi situasi terkait daya beli ini melalui kebijakan pajak yang direlaksasi. Wujudnya, berupa pemangkasan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100% alias PPnBM menjadi 0%.

Ilustrasi, suasana di pameran mobil GIIAS – dok.Motoris

Cespleng
Kebijakan pemangkasan PPnBM hingga 0% terbuki cespleng. Hal itu diakui Menteri Perindustrian Agus Gumwiang Kartasasmita

Menurut dia, kebijakan yang didasari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2021 dan berlaku sejak Maret – Mei litu telah membuahkan hasil berupa kenaikan penjualan mobil baru hingga 28,85%. “Bahkan pada April 2021, terjadi lonjakan penjualan mencapai 227%, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” kata Agus dalam keterangan resmi yang dirilis beberapa wakru lalu.

Lantaran itulah, untuk kembali memberikan daya ungkit ke industri otomotif nasional, kebijakan itu dimintakan untuk diperpanjang. Gayung bersambut, Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/PMK.010/2021 memperpanjang kebijakan tersebut.

Ilustrasi, pameran mobil GIIAS di Indonesia – dok.Motoris

Beleid yang diundangkan pada 30 Juni ini berlaku surut. Pasalnya, peraturan ini menyatakan masa pemberlakuan diskon tarif PPnBM hingga 100% itu mulai dari Juni (awal) hingga akhir Agustus nanti.

“Jadi kalau kita bicara kaitan antara diskon PPnBM 100% atau fasilitas PPnBM 0% dengan diundurnya penyelenggaraan GIIAS 2021, secara logis tentunya ada potensi besar yang hilang atau terlewat begitu saja. Meskipun di September dan seterusnya hingga akhir tahun ada fasilitas diskon PPnBM juga, misalnya 50% atau 25% tetapi kan efek psikilogisnya kan beda. Memang masih ada diskon setelah Agustus, tetapi pengaruhn psikologisnya beda karena besaran yang beda. Potensi daya ungkitnya pun berbeda,” ujar Kepala Riset Eternity Marketing Research Specialist, Eko Wahyu Utomo, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/7/2021) malam.

Besaran diskon
Menurut Eko, dilihat dari pola perilaku konsumen, istilah diskon sangat berpengaruh secara psikologis dalam keputusan membeli. Meski bukan faktor penentu atau faktor utama, namun program diskon cukup berpengaruh besar.

“Apalagi kalau besaran diskon itu besar, daya tariknya juga besar,” ucap dia.

Namun, bagi Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, potensi masih besar meski jadwal penyelenggaraan GIIAS 2021 diundur . Pasalnya, kata dia, pemerintah juga masih memberikan relaksasi potongan pajak atau diskon setelah Agustus, meski dengan besaran yang berbeda.

Ilustrasi, booth Suzuki di perhelatan GIIAS 2019 – dok.Motoris

“Memang potensi diskon PPnBM 100% itu harus diakui besar. Tetapi di luar masa itu (Juni – Agustus) akan masiha ada diskon PPnBM. Selain itu, aktifitas promosi dan penjualan saya yakin tetap dijalankan secara aktif oleh diler maupun agen pemegang merek,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/7/2021). (Fat/SutAra)

CATEGORIES
TAGS
Share This