PHP, Toyota Daftarkan Paten Yaris Cross di Indonesia

Paten Toyota Yaris Cross di Pangkalan Data Kekayaan dan Intelektual (PDKI) Kemenkumham Republik Indonesia.

JAKARTA, Motoris – Pemberi harapan palsu (PHP). Istilah ini biasa dilekatkan pada seseorang kalau seolah menjanjikan sesuatu, tapi tak kunjung tersampaikan.

Sepertinya, ini juga yang dilakukan Toyota di Indonesia, dengan bukti pendaftaran hak paten salah satu model globalnya, Yaris Cross di Pangkalan Data Kekayaan dan Intelektual (PDKI) Kemenkumham Republik Indonesia, tertanggal 18 Februari 2020.

Dalam arsip pendaftaran hak paten itu, tertulis nama Toyota Jidosha Kabushiki Kaisha di Aichi, Jepang sebagai perpanjangan tangan prinsipal Toyota Motor Company (TMC) sebagai pendaftar.  Termasuk nama-nama desainer Yaris Cross tersurat di sana, mulai Hideaki Iida, Jun Takahashi, Yohikazu Shoji, dan Maki Kobayashi.

Artinya, paten Yaris Cross ini dilakukan bay pass langsung prinsipal TMC ke instansi pemerintah negeri, bukan via afiliasi di Indonesia, yakni PT Toyota Astra Motor (TAM) atau PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Jadi, sepertinya ini hanya upaya prinsipal mengamankan nama serta desain Yaris Cross agar tidak diplagiat oleh merek lain.

Paten Toyota Yaris Cross daftar di Indonesia, tapi cuma PHP.

Mengapa PHP?

Dari perbincangan Motoris dengan beberapa kolega di TAM dan TMMIN, Yaris Cross bukan menjadi bagian rencana perkembangan Toyota di Indonesia. Faktor utama yang menyebabkan crossover atau SUV segmen B ini sulit dipasarkan di Indonesia adalah faktor harga yang mahal.

Konsumen Indonesia serta perpajakan yang memberatkan membuat Yaris Cross tidak feasible dari segi harga jual dan volume produksi. Satu hal yang diketahui tapi sulit dipahami konsumen di Indonesia ketika berharap ada model baru dari satu merek adalah soal skala ekonomi. Ingat, otomotif itu bisnis!

Jadi, kalau tidak untung, jangan harap satu model bisa jualan di Indonesia.

Toyota Yaris Cross GR Sport bergaya rally look.

Mengapa Yaris Cross sulit dijual di Indonesia, alasan lain adalah platform TNGA-B yang lagi digenjot Toyota hampir ke seluruh model segmen B di pasar global. Di Indonesia dan ASEAN secara umum, platform TNGA-B tidak digunakan untuk Yaris. Platform ini fokus untuk model-model yang dipasarkan di negara maju, mulai Jepang, Eropa, dan Amerika.

Salah satu contohnya GR Yaris Sport yang mau dipasarkan di Indonesia dengan cara undian, karena jumlah terbatas, hanya 125 unit.

Tapi, Toyota menjual GR Yaris Sport dalam status limited sekaligus menjadi model ikon, karena merupakan status comeback merek terbesar di Jepang dalam ajang World Rally Championship (WRC). Jadi, ada alasan yang berbeda dengan Yaris Cross karena bertastus hanya mobil biasa, diproduksi massal selayaknya model lain.

Kalau nantinya ada importir umum yang menjual Yaris Cross di Indonesia, beda lagi ceritanya. Itu hanya mengejar cuan sesaat, bukan bicara industri otomotif, kawan!

Toyota Yaris Cross Hybrid. (Carsguide)

Toyota memasarkan Yaris Cross pada April 2020 lalu, kemudian disusul di Jepang, September kemudian, Australia di pengujung tahun sama, dan Eropa mulai 2021. Toyota juga mulai memasarkan Yaris Cross Hybrid di beberapa negara.

Toyota memasarkan Yaris Cross dengan mesin NA, bensin 1.500 cc berkode M15A-FKS 3-silinder, bertenaga 120 ps  @6.600 rpm dan torsi 145 Nm @4.800 rpm. Berpenggerak roda depan (FWD) dengan transmisi CVT.
Pilihan kedua,  mesin hybrid M15A-FXE dipadukan motor listrik dan baterai berkapasitas kecil, bertenaga 92 ps @5.500 rpm dan torsi 120 Nm @3.800 rpm, dengan sistem penggeraknya FWD dan 4WD. Di Jepang, Toyota Yaris Cross dijual Rp 248 juta – Rp 389 juta.
https://youtu.be/R97y7mtJpss
CATEGORIES
TAGS
Share This