Jepang Boleh Berkuasa, Tapi Korea Menusuk Lewat Elektrifikasi

Presiden RI Joko Widodo meresmikan grounbraking pabrik sel baterai PT HKML Baterai Indonesia di Karawang, Rabu (15/9/2021). (Setkab)

JAKARTA, Motoris – Pasar otomotif Indonesia hampir 50 tahun didominasi oleh merek-merek Jepang lebih dari 90% pangsa, mulai Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Nissan, dan Isuzu. Tapi mulai 2021, merek dari Korea Selatan menusuk lewat era elektrifikasi.

Faktanya, PT HKML Baterai Indonesia, perusahaan gabungan kolabs antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solutions Ltd, Rabu (15/9/2021), melakukan seremonial peletakan batu pertama (groundbraking) pabrik sel baterai mobil listrik di Karawang New Industry City, Jawa Barat.

Orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  juga sampai menyempatkan datang untuk meresmikan investasi milestone ini. Selain menyerap investasi besar, pembangunan pabrik ini berstatus perdana se Asia Tenggara.

“Kita patut bersyukur hari ini ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD 1,1 miliar,” ucap Jokowi dalam sambutannya.

Presiden RI Joko Widodo melihat prosesi groundbraking pabrik sel baterai milik Hyundai dan LG di Karawang, Rabu (15/9/2021). (setkab)

Nilai investasi itu ditanggung  masing-masing perusahaan memegang nilai saham atau kepemilikan sebesar 50 persen, antara Hyundai dan LG. Pabrik sel baterai ini dibangun di atas tanah seluas 330.000 meter persegi, dengan target pembangunan selesai pada semester I 2023. Sementara, produksi sel baterai secara massal ditargetkan mulai bergulir pada semester I 2024.

“Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN,” kata Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group, dalam keterangan resminya.

Pabrik baterai ini bakal memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) per tahun. Jumlah ini setara dengan pasokan pada 150.000 unit mobil listrik Hyundai dan Kia. Kapasitas tambahan juga sudah disiapkan hingga tiga kali lipat, jadi 30 GWh seiring makin besarnya pasar mobil listrik di Indonesia dan dunia.

Sel baterai yang diproduksi hanya bakal memenuhi kebutuhan mobil listrik Hyundai dan Kia yang menggunakan platform khusus, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

“LG Energy Solution akan melakukan yang terbaik untuk mengembangkan fasilitas manufaktur sel baterai bersama ini agar menjadi basis utama dalam memenangkan pasar kendaraan listrik global,” kata Jong-hyun Kim, President & CEO LG Energy Solution.

Belum dijelaskan dari kapasitas produksi 150.000 unit pasokan baterai mobil listrik, berapa yang akan diserap pasar domestik Indonesia dan porsi untuk ekspor. Namun, jika melihat perkembangan stagnan mobil listrik serta masih minimnya infrastruktur cas baterai di Indonesia, fokus utama pabrik sel baterai ini nampaknya buat ekspor.

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-HyundaiTergiur Boyong Kona ke Indonesia.

Eksplorasi Nikel

Dalam sambutannnya, Jokowi melanjutkan, Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia dan dengan manajemen pengelolaan yang baik, bisa menjadi poros utama industri turunannya. Lewat pengembangan nikel menjadi sel baterai, maka mendongkrak nilai ekonomi hasil bumi itu jadi 7 kali lipat. Kalau sudah jadi mobil listrik, nilai tambahnya melesat hingga 11 kali lipat.

“Indonesia akan bisa menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel, seperti baterai lithium, baterai listrik, baterai kendaraan listrik,” kata Jokowi.

Selain mobil listrik, Jokowi berharap, dengan pengembangan industri baterai secara konkret, maka bakal mendorong investasi baru dari industri turunan yang memanfaatkan komponen ini. Mulai dari motor listrik, bus listrik, dan industri mobil listrik.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik,” kata Jokowi.

CATEGORIES
TAGS
Share This