Subsidi Mobil Listrik ala Presiden Joe Biden Bikin Toyota Cs Murka

Subsidi Mobil Listrik ala Presiden Joe Biden Bikin Toyota Cs Murka

New York, Motoris – Produsen mobil asal Jepang dan Eropa mengeritik pedas rencana kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang hanya akan memberikan subsidi bagi pembelian mobil listrik yang dibuat di dalam negeri AS oleh serikat pekerja. Pabrikan dari kedua wilayah itu menyebut perlakuan Biden itu bakal memunculkan dua kategori mobil listrik di pasar dan hanya menguntungkan pihak tertentu.

Seperti dilaporkan Nikkei dan New York Times, Kamis (4/11/2021), birokrasi pemerintahan Biden dan anggota parlemen dari Partai DEmokrat (partai pendukung Biden) kini tengah menyelesaikan skema yang akan memberikan kredit pajak US$ 4.500 untuk kendaraan listrik yang dirakit di pabrik serikat pekerja. “Ini akan menjadi bagian dari usulan anggaran belanja Build Back Better senilai $1,75 miliar,” bunyi dokumen yang dikutip dua media tersebut.

Bahkan, Toyota Motor dengan lantang menyuarakan keluhannya dalam iklan yang diterbitkan di surat kabar A, Wall Street Journa, pada hari Selasa (2/11/2021) lalu. “Rencana insentif diberikan jika konsumen menyatakan akan membeli kendaraan listrik buatan serikat pekerja (buatan dalam negeri). Tetapi, jika bukan dari Ford, General Motors atau Chrysler, mereka harus membayar ekstra US$ 4.500, “bunyi iklan itu.

Ilustrasi, mobil listrik Honda – dok.Istimewa

Toyota menunjuk undang-undang yang memperlakukan semua pekerja mobil secara setara, sebagai dalil atas kritikannya itu. “Ini tidak adil. Ini tidak benar,” sebut Toyota.

Sekondan Toyota dari satu negara, Honda Motor, juga melontarkan kritikan serupa. Pabrikan yang dikomandi Toshihiro Mibe ini bahkan secara tegas meminta agar rencana insentif pajak “tidak adil” itu dicabut.

Pernyataan senada disuarakan CEO Volkswagen Group of America Scott Keogh. Dengan luas dia mengatakan, baik secara pribadi mapun lembaga dia menentang ketentuan diskriminatif itu.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden – dok.Financial Times

Sementara, dua puluh lima diplomat di Amerika Serikat, termasuk dari Uni Eropa, Jepang, Kanada dan Meksiko, pekan lalu telah mengirim surat kepada para pemimpin Senat dan DPR. Isi surat itu menyatakan penentangan mereka terhadap diskon pajak yang dinilai tak adil tersebut.

“Pemerintah kami mendukung hak pekerja untuk berorganisasi,” bunyi surat itu. “Namun hak mendasar itu, semestinya tidak boleh digunakan di bawah insentif pajak. Ini telah mengabaikan peluang bagi hampir separuh pekerja mobil Amerika,” bunyi dari surat itu.

Sementara itu, Presiden Serikat Pekerja AS, Ray Curry, menyambut baik keringanan pajak. “Saya memuji Perwakilan Kildee karena menyusun undang-undang untuk melindungi dan menciptakan lebih banyak pekerjaan bagi serikat bergaji tinggi di tahun-tahun mendatang,” tandas dia. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This