Kulit Pelapis Jok Mobil VW hingga GM Diduga Terkait Pembabatan Hutan

Kulit Pelapis Jok Mobil VW hingga GM Diduga Terkait Pembabatan Hutan

New York, Motoris – Sebuah laporan investigasi yang dilakukan The New York Times terhadap lembaran kulit hewan yang digunakan di jok dan bagian lain di pada kabin mobil mengindikasikan ada kaitan antara deforestasi (pembabatan hutan) hutan hujan tropis Amazon dengan proses produksi lembaran tersebut. Lembaran kulit itu ditengarai dipakai oleh mobil buatan Ford, GM, dan Volkswagen.

Laporan yang dirilis pada Rabu (17/11/2021) dan dilansir The Financial and Business serta Carscoops, Kamis (18/11/2021) itu menyebut Jurnalis The New York Times telah menyaksikan langsung kesepakatan antara pemilik peternakan yang dibangun di atas tanah yang merupakan areal hutan yang ditebang secara ilegal dengan seorang perantara dalam penjualan 72 ekor sapi hasil ternak di areal tersebut.

Bahkan sang Jurnalis juga mewawancarai peternak, pedagang, jaksa, dan regulator di Brasil. Hewan ternak hasil pembudidayaan secara ilegal itu akhirnya dijual ke tiga pengepakan daging terbesar di negara itu.

JBS, salah satu dari tiga pedagang pembeli sapi, mengatakan dirinya juga pengolah kulit sapi terbesar di dunia. Sementara, audit yang dipimpin oleh jaksa bulan lalu menemukan bahwa 32% dari pembelian yang dilakukan antara 2018 dan 2019 di negara bagian Para – kawasan kawanan ternak terbesar kedua di Amazon – berasal dari peternakan di area larangan deforestasi.

Ilustrasi, lembaran kulit untuk pelapis jok dan trim mobil – dok.Istimewa via Carscoops

Penyelidikan pun mengaitkan kulit tersebut dengan pabrik yang dijalankan oleh Loretasiear, yakni produsen pembuat yang juga pemasok lembaran kulit ke pabrikan otomotif di seluruh Amerika Serikat. Pada tahun 2018, perusahaan memperoleh sekitar 70% kulit mentah dari Brasil.

Lagi-lagi, lembaran kulit tersebut juga dikaitkan dengan industri otomotif, mode, dan furnitur. Industri itu tersebar mulai dari Italia, Jerman,Vietnam, hingga Cina. “Kami telah menghubungi Volkswagen dan Ford untuk memberikan komentar dan akan memperbarui laporan ini jika mereka merespon,” tulis The New York Times.

GM menanggapi dan mengatakan bahwa pemasoknya diharapkan untuk memahami dan bertindak secara konsisten dengan pendekatan GM terhadap integritas, sumber yang bertanggung jawab, dan manajemen rantai pasokan. “Kami berharap pemasok kami akan menjalankan visi serupa melalui rantai pasokan mereka sendiri,” kata pejabat pabrikan itu.

Lokasi peternakan sangat penting untuk disepakati, sebab melindungi hutan hujan Amazon dan keanekaragaman hayatinya dapat membantu memperlambat perubahan iklim. Sementara sebagian besar merek yang disebutkan dalam laporan hasil investigasi ini mengatakan bahwa mereka memiliki langkah-langkah untuk memantau kepatuhan pemasok.

Ilustrasi, beberapa bagian di kabin mobil Chevrolet yang berlapis kulit – dok.Istimewa via Carscoops

“Namun sebagian besar juga mengakui bahwa mereka tidak memiliki pengawasan di mana pemasok mereka mendapatkan bahan baku, ini membuat rantai pasokan sulit untuk dipantau,” tulis media kondang asal New York, Amerika Serikat itu.

Secara keseluruhan, para ahli mengatakan bahwa analisis data pemerintah tentang transaksi sapi di wilayah Jaci-Parana antara 2018 dan 2021 mengidentifikasi telah ada 124 transaksi. Menurut hitungan The New York Times, dari jumlah transaksi yang terjadi setidaknya 5.600 sapi dipindahkan dari peternakan ke perantara yang kemudian menjualnya lagi ke rumah jagal besar pada hari yang sama. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This