IDJL, Komunitas Diecast Jeep yang Bukan Sekadar Jip

IDJL, Komunitas Diecast Jeep yang Bukan Sekadar Jip
k anggota IDJL yang dipamerkan di ajang IDE 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Komunitas penggemar diecast Jeep mengaku bukan ingin menyombongkan diri atau membangun fanatisme buta karena mengusung slogan “There’s Only One Jeeps”. Sebab, slogan ini digaungkan sebagai ungkapan rasa cinta terhadap mobil-mobil SUV besutan pabrikan asal Amerika Serikat, Jeep.

Faktanya, slogan ini juga terbukti telah mampu menyatukan para anggota dan seolah menjadi magnet berdaya tarik besar bagi mereka yang menyukai Jeep dan ingin menjadi bagian dari komunitas tersebut. Tak cuma pemilik mobil SUV besutan pabrikan asal Toledo, Amerika Serikat, itu saja yang ingin bergabung tetapi juga mereka yang masih sebatas penyuka diecast atau replikanya.

Mereka terekat dalam komunitas tanpa batasan status sosial, status ekonomi, asal-asul, ras, golongan, dan agama. Semua lebuh menjadi satu. “Kami memulai kumpul sekitar dua tahun lalu. Kami enggak tahu persis apakah April atau November 2016, saat pertama kalinya bertemu dan mendeklarasikan diri Indonesia Diecast Jeep Lovers (IDJL). Memang, hari jadi itu penting, tetapi bukanlah bagian yang paling penting, karena yang paling penting di komunitas ini adalah kebersamaan dan persuadaraan,” ungkap punggawa IDJL, Willys Subagyo, kepada Motoris, Kamis (8/11/2018).

Baca juga: Penggemar Diecast Menjamur, Industri Harus Diseriusi

Willys Subagyo, salah satu pendiri komunitas pecinta diecast Jeep atau IDJL – dok.Motoris

Menurut Willys, slogan IDJL yang seperti itu, juga menjaga kemurnian diecast yang dikoleksi maupun yang diburu oleh anggota. Sehingga, ragam baik ukuran, varian, maupun jenis yang dikoleksi dan kemudian dipamerkan anggota saban kali ada pertemuan juga terus bertambah.

“Kami tidak membatasi skala ukuran diecast maupun merek pabrikan pembuatnya. Semua bebas yang penting Jeep, bukan sekadar jip (sebutan lain jenis SUV di sebagian masyarakat),” ungkap Willys.

Artinya, dalam penerimaan anggota baru, komunitas ini juga sangat selektif. Tak cuma hanya pemilik diecast Jeep saja. Tapi bagi mereka yang hanya sekadar ingin masuk menjadi anggota lantas hanya main-main saja jangan coba-coba mendaftar. Cepat atau lambat mereka pasti dicoret dari buku daftar anggota.

Baca juga: Si Seksi Kylie Jenner Pamer G-Class Custom Besutan Desainer Indonesia

Diecast Jeep Willys milik Willy Subagyo – dok.Motoris

Jadi tak heran jika mereka yang tergabung di IDJL adalah orang-orang yang memiliki fanatisme, kecintaan, dan militansi yang tinggi. Maklum, mainan bernama diecast ini bukanlah mainan yang main-main. Selain menjadi hiburan tersendiri juga mampu menjadi penyimpan nilai ekonomi atau investasi.

Hingga luar negeri
Bicara soal militansi di kalangan pecinta diecast Jeep bukanlah sesuatu yang aneh. Dengan beragam latar belakang dan aktivitas, berbagai cerita ‘perburuan’ mendapatkan diecast pun terpatri di lembaran kisah para diecaster IDJL.

“Soal bagaimana mendapatkan diecast Jeep di teman-teman IDJL ini banyak sekali cerita lucu, herois, dan macam-macam yang intinya memncerminkan semangat dan kecintaan. Ada yang saban berada di komputer menyempatkan diri mencari informasi di dunia maya, ada yang tak sengaja belanja di mall lalu ketemu, ada yang nemanin anak main ke toko lalu dikasi tahu anak, sampai ada yang rela ke luar negeri hanya untuk mendapatkannya,” ungkap pria ramah ini.

Baca juga: Double Cabin Jeep Scrambler Siap Guncang Dunia

Para penggiat komunitas diecast Jeep atau IDJL berfoto bersama – dok.Istimewa

Perburuan semakin seru dan menantang jika model atau varia diecast itu hanya diproduksi terbatas alias limited edition. Selain itu, jika ombil-mobilan itu merupakan produk jaman dulu yang saat ini sudah sangat langka.

Namun, jerih payah perburuan biasanya terbayar lunas ketika diecast tersebut dicoba untuk ditawarkan dalam sebuah lelang atau ditaksir oleh semua kalangan di komunitas. Willys mencontohkan Jeep Wrangler skala 1:18 yang beberapa waktu lalu berbaderol Rp 500-700 ribu, kini sudah melambung dua kali lipat. Dan masih banyak contoh lainnya.

Hobi fotografi
Tapi, harga diecast dan berbagai tetek bengek transaksi yang terjadi, bukanlah yang utama bagi komunitas ini. Berbagi kebahagian, informasi, dan mempererat persuadaran-lah yang diutamakan.

Agar kegiatan tak monoton hanya berburu dan membahas diecast, mereka menyelinginya dengan kegiatan fotografi dengan obyek diecast plus latar berbagai diorama. Itulah yang ditemui Motoris saat mereka ikut pameran Indonesia Diecast Expo 2018 beberapa waktu lalu.

Salah satu hasil jepretan kamera anggota komunitas IDJL yang diposting di laman resmi komunitas – dok.Istimewa

Sederet foto hasil jepretan anggota yang menggunakan teknik dengan hasil serealistis mungkin dipajang. Mereka juga mengunggah hasil bidikan kamera masng-masing di halaman resmi IDJL.

Dengan seabrek kegiatan inilah, meski sangat selektif, namun minat orang menjadi anggota tak surut. Sebaliknya, terus mengalir. Hingga saat ini, jumlah anggota di Facebook IDJL mencapai 800 orang – meski yang aktif 300 orang – dan tersebar di berbagai kota di Tanah Air. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This