Alinka, Drifter Wanita Indonesia yang Mengentak Laga Dunia

Alinka, Drifter Wanita Indonesia yang Mengentak Laga Dunia
Pembalap wanita Toyota Team Indonesia (TTI), Alinka Hardianti bersama dengan Toyota Vitz atau juga dikenal di Indonesia dengan Toyota Yaris yang digunakan dalam ajang Toyota Gazoo Racing 2018 - dok.PT TAM

Jakarta, Motoris – Nama Alinka Hardiyanti kini menjadi perbincangan para pehobi dan pengamat olah raga drifting dunia setelah untuk yang kelima kalinya masuk di final Toyota Gazoo Racing 2018 yang berlangsung di sirkuit Fuji Speedway Tokyo Jepang. Kiprah gadis kelahiran Jakarta 26 tahun lalu ini mengentak drifting internasional dimulai tahun 2016 lalu.

Kecintaan Alinka terhadap dunia otomotif – khususnya balap- tak lepas dari peran sang ayah, Didi Hardianto yang juga dikenal sebagai salah seorang pembalap di Indonesia. Alinka yang lahir 12 Juni 1996 itu, sejak kecil diajak sang ayah untuk menonton balapan.

“Sejak kecil, di setiap akhir pekan, Papi (Didi, sang ayah-red) ngajak aku lihat dia latihan, atau ke bengkel mobil. Jadi sejak kecil sudah diarahin meski dengan cara yang halus ke otomotif,” ujar Alinka suatu ketika.

Karena kebiasaan itulah, Alinka lama kelamaan juga ingin mencoba bagaimana rasanya menyetir mobil. Walhasil, meski baru duduk di bangku SD namun dia sudah mulai belajar menyetir.

Alinka Hardianti sedang berdiskusi dengan Rio Haryanto, Advisor Pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) – dok.PT TAM

Tak tanggung-tanggung mobil yang digunakan sebagai tunggangan sang ayah saat berlaga di trek balap dia gunakan untuk latihan. Dari situlah, dia mulai percaya diri untuk mengemudi. Dan kemahiran menyetir mobil pun kian terasah.

Namun, arah minat Alinka tak seperti sang ayah yang di dunia balap, tetapi ke drifting. Soal pilihan ini, gadis cantik ini punya cerita tersendiri. Dia mengaku setelah menonton film ‘Fast and the Fourius: Tokyo Drift’ menjadi tertarik ke dunia drifting.

Menurutnya, ngedrift lebih terasa seru. Apalagi, jika mobil yang digunakan benar-benar keren. Aksi Vin Diesel dan (almarhum) Paul Walker seolah telah menghipnotisnya untuk melakukan hal yang sama.

Singkat cerita, gadis berambut sebahu ini mulai ikut drifting pertama pada tahun 2009. Dia langsung menang juara pertama front wheel drive. Kemudian di tahun 2011 dia bergabung dengan tim Achilles. Sejak di tim ini dia menggunakan mobil berpenggerak roda belakang.

Sederet pestasi berhasil diukirnya. Diantaranya, juara 1 Kejuaraan Nasional Slalom di Bandung dan Lampung kelas FFA.  Sementara, di tahun 2011, ia menjadi wanita pertama yang lolos kualifikasi Formula Drift Asia. Padahal, saat itu Alinka harus bertarung dengan drifter yang tak kalah berbakat baik dari Indonesia maupun luar negeri, seperti dari Jepang, Malaysia, serta Amerika.

Alinka Hardiyanti – dok.Medcom.id

Selanjutnya, Alinka bergabung dengan Toyota Team Indonesia (TTI). Catatan prestasinya cukup cemerlang di kancah internasional . Terbukti, dia menorehkan sejarah di Toyota Gazoo Racing 2016 bersama TTI dan TRD Indonesia. Saat itu, dia menjadi satu-satunya pembalap wanita dari luar Jepang yang berhasil lolos kualifikasi dan berhak tampil di Toyota Gazoo Racing 2016 kelas The Netz Cup Vitz Race.

Perempuan yang mulai terjun ke dunia balap sejak usia 14 tahun ini berhasil bertarung sampai di tahap grand final melawan 45 pembalap lainnya, kala itu. Dia start di urutan ke-36 dan finish di urutan ke-24 dalam waktu 2 menit 27 detik. Sebuah catatan yang lumayan, meski tak finish di urutan pertama.

Kini, dua tahun berselang, untuk kelima kalinya Alinka lolos ke babak final. Lulusan Manajemen Bisnis Universitas Pelita Harapan ini berlaga dikelas The Netz Cup Vitz Race, dan berhasil mencatatkan best time 2’18.029.

Siaran pers PT Toyota Astra Motor (TAM), Minggu (25/11/2018) menyebut Alinka memulai dengan tampil percaya diri melahap trek lurus dan tikungan-tikungan tajam Fuji Speedway untuk bersaing adu cepat dengan para pembalap lainnya. Walhasil, dia berhak mengikuti final race. (Ara/Berbagai sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This