Mengenal Bentley R-Type Continental yang Fenomenal (1)

Mengenal Bentley R-Type Continental yang Fenomenal (1)
Bentley R-Type Continental - dok.Istimewa

Cricklewood, Motoris – Tak banyak yang tahu, bahwa Embiricos Bentley dan Embiricos Corniche adalah dua model yang menjadi penentu masa depan kejayaan Bentley hingga saat ini. Maklum, dengan gaya desain bodi yang streamline dan kemampuan melesat di jalan raya dengan mudah adalah poin-poin penting yang digandrungi pecinta mobil mewah.

Kedua lahir sebelum Perang Dunia II (PD II) berkecamuk sebagai sebuah model bahan studi di pabrikan yang didirikan oleh Walter Owen Bentley itu. Kisah sukses ini bermula saat Ivan Evernden, Chief Project Engineer, Rolls-Royce yang terinpirasi untuk membedakan antara Bentley dengan Rolls-Royce.

Dia pun berniat untuk mewujudkan ide tersebut. Setelah PD II usai, dengan dibantu oleh John Blatchey, Chief of Styling Department di Rolls-Royce, Evernden menggambar sketsa bodi mobil yang berdimensi rendah, panjang, namun indah. Posisi radiatornyadia buat sedikit miring ke belakang, sehingga tidak bersudut vertikal.

Sementara, sudut kaca depan direbahkan dan garis bodi fastback. Sedangkan fender belakangnya dilengkapi sirip agar mobil tetap stabil kala melaju kencang.

Tampilan dari samping Bentley R-Type Continental – dok.Istimewa

Setelah dirasa pas, keduanya lantas menuangkannya dalam bentuk model fisik dan langsung di uji pada fasilitas terowongan angin milik divisi mesin pesawat Rolls-Royce, di Hucknall, Nottinghamshire, Inggris. Pengujian dilakukan oleh Milford Read, asisten Evernden.

Dalam uji ini Evernden mengestimasikan bahwa kecepatan udara yang dihasilkan dari terowongan angin tersebut mencapai 190 kilometer per jam (kpj) dan bodi model itu masih mampu mengalirkan udara dengan baik.

“Kami akan menyempurnakan desain bodinya. Tujuan dari rancangan mobil ini bukanlah untuk membuat kapsul luar angkasa bagi astronot, melainkan untuk meminimalisir hambatan udara yang biasanya ditemui pada mobil konvensional,” tutur Evernden kala itu.

Bobot ringan
Stelah semua aspek aerodinamika dirasa oke, maka finalisasi pun dilakukan. Adalah Stanley Watts dari perusahaan karoseri H. J. Mulliner & Co yang melaksanakan pekerjaan itu. Dia menggunakan konstruksi bodi dari bahan berbobot ringan, yakni alumunium.

Untuk sasisnya, digunakan sasis milik Bentley R-Type. Sementara rangka jok dan bumper juga menggunakan material yang sama. Atas nama pemangkasan bobot keseluruhan, Bentley sengaja tidak memasang perangkat radio.

Maklum, bobot dinilai menjadi faktor utama yang amat kritis. Terlebih, ban yang mampu menopang bobot mobil seberat 2 ton dan mampu digunakan secara aman hingga kecepatan di atas 180 kpj di awal 1950-an belum tersedia.

Bentley R-Type Continental berdimensi rendah dan panjang dengan bobot yang ringan memiliki keunggulan tersendiri saat digeber di jalan raya – dok.Istimewa

Evernden sendiri melakukan kalkulasi bobot. Dari hitugannya itu diketahui, jika saat melaju di atas kecepatan 160 kpj, maka Bentley grand tourer ini akan memiliki bobot sekitar 1,75 ton. Dengan mengitung bobot dan kecepatan itulah, akhirnya diputuskan untuk menggunakan ban Dunlop Medium Distance Track, karena dinilai paling tepat.

Mobil ini dibekali mesin enam silinder dan memiliki kapasitas 4.6 liter yang merupakan mesin milik R-Type yang telah disempurnakan, termasuk penggunaan sepasang karburator SU. Tenaga mesin ini meningkat dari 140 hp menjadi 153 hp setelah penyempurnaan tersebut.

Agar akselerasinya semakin gesit,perbandingan gigi akhir menggunakan rasio tinggi. Kombinasi ini dinilai sesuai, mengingat bodinya tergolong ringan dan aerodinamis. (Adp/Bersambung)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This