Ini Perencanaan agar Kredit Mobil Tak Jadi Persoalan

Ini Perencanaan agar Kredit Mobil Tak Jadi Persoalan
Ilustrasi kredit mobil - dok.Kengarff.com

Tangerang Selatan, Motoris – Menjelang tutup tahun dan di awal tahun biasanya diler yang menggandeng lembaga pembiayaan atau leasing obral tawaran kredit mobil yang ‘meringangkan’, dengan iming-iming diskon, uang muka ringan, hingga cicilan yang menggiurkan. Namun, jangan terburu nafsu dan langsung setuju, sebab jika tak direncanakan matang pembelian mobil seperti itu juga mendatangkan penyesalan.

“Membeli mobil secara kredit adalah salah satu solusi yang rasional, ketika uang tabungan tidak kunjung cukup untuk membeli mobil secara tunai. Saldo dan bunga tabungan yang tak sepadan dengan tingkat inflasi, banyaknya kebutuhan yang silih berganti menjadikan cara kredit yang paling masuk akal,” tutur Financial Planner independen, Swasnawati Kurniawan, saat ditemui di Living World, kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (28/12/2018).

Menurutnya, perencanaan keuangan adalah kunci utama. Nah, terkait dengan kredit pembelian mobil, dia mewanti-wanti agar perencanaan itu dilakukan dan dijalankan secara cermat. Lantaran itulah, agar kredit mobil tak membebani maka perlu diperkirkan hal-hal berikut.

Pertama, pastikan mobil yang akan dibeli jenis dan fungsinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan maupun keuangan. Pastikan Anda sanggup menutup biaya operasional maupun perawatan saban bulan, saban semester, dan saban tahun.

Ilustrasi, menentukan mobil sebelum pembelian – dok.yallamotor.com

“Jangan sampai hanya untuk gengsi atau gagah-gagahan ternyata tidak sanggup memenuhi semua biaya itu, akhirnya mobil mubazir, padahal angsuran kredit harus tetap dibayar,” terangnya.

Besar pasak
Kedua, pastikan angsuran kredit yang dibayarkan tak lebih dari maksimal sepertiga dari pendapatan – pribadi maupun gabungan antara suami dan istri – agar semua pos kebutuhan tidak ada yang dikorbankan. Pastikan tenor atau masa kredit yang pas, sehingga besaran dan uang muka tak membebani.

“Semakin singkat tenor semakin bagu. Intinya jangan besar pasak daripada tiang,” kata Swasna.

Ketiga, pastikan lembaga pembiayaan atau leasing yang dipilih juga menyertakan perusahaan asuransi. Keberadaan asuransi itu sangat penting jika terjadi risiko, sehingga bisa mengompensasi kerudian jika terjadi risiko.

“Soal apakah coverage asuransi itu hanya total loss only atau all risk, itu terserah karena tergantung kemampuan. Tapi upayakan ada asuransi yang memberi perlindungan kepada Anda dalam pembelian mobil secara kredit itu,” saran Swasna.

Ilustrasi, rumah tangga yang tekor keuangan karena banyak tagihan- dok.Istimewa

Keempat, jangan terlalu konsumstif selama masa kredit mobil berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi guncangan jika terjadi sesuatu pada diri Anda atau keluarga. Misalnya sakit, kehilangan pekerjaan, atau ada kebutuhan yang harus menguras keuangan Anda, dan lain-lain.

“Banyak orang yang menghentikan masa kredit dengan take over hanya karena saah perhitungan seperti ini. Tentu kejadian itu sangat merugikan kalau dihitung secara ekonomi,” imbuh alumni Monash University ini. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This