Gadis Usher, Bikin Kehangatan IIMS Lebih “Berasa”

Gadis Usher, Bikin Kehangatan IIMS Lebih “Berasa”
Gadis usher di booth Hascar Jeep di IIMS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kehadiran gadis-gadis di sebuah hajatan pameran – termasuk Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) – bukanlah sekadar pemanis tampilan booth. Namun, keberadaannya juga menjadi simbol keramahan dan kehangatan dari merek dimana dia bertugas.

“Pameran tanpa usher itu bagaikan masakan tanpa garam” Begitulah ungkapan yang banyak dilontarkan para pengunjung IIMS 2019 di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, tempat hajatan itu berlangsung. Ungkapan seperti ini tak hanya dilontarkan para pengunjung pria saja, tetapi juga wanita.

Gadis usher di booth Wuling Motors Indonesia IIMS 2019 – dok.Motoris

“Ya namanya sebuah event, itu pasti harus dibikin meriah. Suasana hangat, ramah. Kan itu bagian dari tatakramanya. Bahasa gampangnya ya prosedur hajatan ya semestinya memang begitu,” kata salah satu pengunjung IIMS yang juga seorang praktisi Public Relation Ferdian Gustiawan, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

“Pameran atau hajatan kaya gini (IIMS) tanpa usher, ibaratnya tak akan berasa,” ucap Ferdian.

Gadis usher Datsun di IIMS 2019 – dok.Motoris

Setali tiga uang dengan Ferdian, pengunjung wanita di booth Wuling Motors IIMS 2019, Inez (32 tahun) menyebut peran para usher tak ubahnya seorang penerima tamu di sebuah hajatan.

“Jadi usher atau yang juga disebut sebagai umpire, kalau dalam bahasa Jawa di hajatan pernikahan itu disebut sebagai among tamu. Mereka bertugas menerima tamu sekaligus yang mengarahkan tamu-tamu itu,” kata pengajar mata kuliah ilmu manajemen di sebuah perguruan tinggi kondang di kawasan Depok, Jawa Barat, itu.

Usher booth Mitsubishi harus memenuhi syarat pintar, ramah, dan memiliki komunikasi yang bagus – dok.Motoris

Sebagai seorang penerima dan “among” tamu, tentu usher tak cukup hanya menarik secara tampilan fisik, tetapi juga harus ramah dan paham soal seluk beluk acara dan bahkan menjadi tuan rumah yang baik. “Jadi mereka harus humble (ramah atau hangat dalam berkomunikasi). Kalau tanpa sikap itu, ya acara jadi hambar,” ungkap Inez.

Tuntutan tugas dan peran seperti itu diakui Yunita, usher booth Hascar Motor yang menampilkan berbagai model Jeep. “Jadi usher bukan sebatas jadi pajangan di booth. Kita juga harus bisa mewakili brand. Jadi ramah, tahu produk, bisa berkomunikasi dengan baik, itu harus,” kata Yuni saat ditemui Motoris.

Gadis usher Honda di IIMS 2019 – dok.Motoris

Karena itu juga, lanjut jebolan jurusan Ilmu Komunikasi dari sebuah perguruan tinggi di kawasan Jakarta Barat ini, mengaku ingin terus menimba pengalaman di setiap event pameran.

“Honor emang penting, tapi pengalaman sama pengetahuan itu jauh lebih penting. Soalnya, di setiap pameran yang aku ikuti, selalu ada pengetahuan dan pengalaman baru. Itu, ilmu tersendiri yang aku dapetin,” aku Yuni.

Gadis usher di IIMS bukan semata-mata karena honor menekuni pekerjaan, tapi pengalaman dan pengetahuan menjadi tujuan – dok.Motoris

Dia – dan beberapa gadis usher di booth IIMS – yang ditemui Motoris mengaku, menjadi usher selain mengisi waktu juga ingin mendapatkan pengalaman. “Tapi, honornya emang gede sih. Pengalaman jauh lebih penting, kan kita enggak pingin terus-terusan jadi usher. Pengalaman ini jadi modal penting,” ungkap Grace, usher Honda. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This