Soal Ban Mobil, Ini yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mudik

Soal Ban Mobil, Ini yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mudik
Ilustrasi ban mobil - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Bagi Anda yang ingin mudik lebaran dengan menggunakan mobil pribadi, selain memastikan kesiapan mesin dan berbagai bagian pendukung dari mobil, juga harus memperhatikan ban. Pasalnya, ban merupakan bagian terpenting lain dari mobil yang menyangkut aspek kenyamanan dan keamanan berkendara.

“Ban menjadi sarana vital dalam bekendara. Kalau ban bocor atau pecah, maka perjalanan terganggu. Apalagi fakta juga menunjukan, faktor penyebab kecelakaan fatal terbanyak di jalan tol selain mengantuk adalah ban pecah. Jadi, sudah semestinya ban ini menjadi perhatian sebelum mudik,” papar Manager Purnama Putra Ban, Iwan Nurachman, saat ditemui, di Pakujaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, jika ingin mengganti ban mobil dengan ban baru dari toko, maka selain ukuran yang sesuai dengan anjuran pabrikan, faktor layak pakai dari ban. Ingat, meski terbilang ban baru, namun bisa saja ban tersebut tidak layak pakai karena sudah kedaluwarsa.

Ilustrasi penggantian posisi ban – dok.Gaywheel

Oleh karena itu, Iwan mewanti-wanti agar melakukan pengecekan tanggal produksi ban sebelum membelinya. Caranya pun mudah dengan melihat deretan angka di bagian dinding atau bagian samping ban. Rata-rata pabrikan menggunakan 4-8 digit angka, tetapi yang perlu dibaca adalah empat angka terakhir.

“Usia maksimal ban (sebelum dipakai sama sekali) itu enam tahun. Sehingga, jika ada tulisan 0419 itu artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke-4 tahun 2019. Sehingga masa kedaluwarsa ban itu pada minggu ke-4 tahun 2023,” jelas dia.

Cek kembangan tapak
Sementara, jika ban mobil dirasa belum waktunya diganti, maka yang wajib diperiksa adalah tingkat ketebalan kembangan ban. Maklum, ketebalan kembangan ini terkiat erat dengan grip atau daya cengkeram ban terhadap permukaan lintasan jalan.

Jika daya cengkeram sudah tak kuat, maka berpotensi membahayakan saat mobil dikendarai. Oleh karena itu, pastikan tingkat ketebalan kembagan itu tak kurang dari batas aman.

“Untuk mengukur batas aman juga cukup mudah. Caranya, ambil uang koin Rp 200-an atau Rp 100-an. Lalu, dalam posisi miring atau berdiri masukan ke celah kembangan ban. Jika ternyata, bagian kpin tersebut yang masuk ke celah kurang dari sepertiga maka wajib diganti,” saran Iwan.

Ilustrasi, ban mobil produksi PT Brdgestone Indonesia – dok.Motoris

Jika Anda merasa belum yakin dengan cara itu, bisa dengan melihat indikator resmi yang ada di bagian pinggir ban. Simbol ini merupakan batas tapak ban yang direkomendasikan pabrikan. Jika bagian atas ban sudah tergerus mencapai tanda ini, maka sebaiknya diganti.

Setelah memastikan tingkat ketebalan dan kelayakan usia pakai ban, ada baiknya memastikan tingkat kesatbilan ban. Jika ban terasa bergetar saat mobil melaju di atas 60 kilometer per jam, maka kemungkinan besar ban tidak seimbang. Oleh karena itu, bawalah ke bengkel untuk dilakukan balancing.

Ilustrasi balancing ban – dok.darellscarcarellc

Dan satu hal yang juga tidak boleh dilewatkan adalah adalah memastikan tingkat tekanan angin ban. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi dari pabrikan, yang tertera di buku manual atau stiker yang ditempel di frame pintu kanan samping pengemudi. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This