Dilema SPG Cantik Hadapi Fotografer dan Pengunjung “Bermodus”

Dilema SPG Cantik Hadapi Fotografer dan Pengunjung “Bermodus”
Gadis cantik usher atau SPG Hino di hajatan GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kehadiran para gadis cantik sebagai usher booth atau yang biasa disebut orang sebagai Sales Promotion Girl (SPG) dalam sebuah pameran bukanlah sekadar menjadi pemanis acara, melainkan sebagai “among tamu” atau penyambut tamu, sehingga selain menarik, ramah, juga harus profesional. Namun, tak jarang keberadaannya menjadi “incaran” para tetamu pria yang iseng untuk mengoda atau bahkan punya maksud yang tak baik.

Bukan rahasia lagi, ketika pameran berlangsung, para usher menjadi sasaran bidikan kamera dari para pengunjung baik pria maupun wanita. Mulai dari kalangan pewarta dari institusi media massa – cetak atau online – hingga kalangan vlogger, blogger, atau bahkan mereka yang sekadar hobi fotografi, atau yang benar-benar ingin membeli mobil idaman.

Masing-masing dengan tujuan dan maksud sendiri-sendiri, serta kebutuhan yang beragam. Tetapi bukan rahasia pula, ada “oknum-oknum” pengunjung yang punya maksud khusus, untuk menggoda atau bahkan berspekulasi untuk “mengarah” ke hal-hal khusus yang lebih intim.

Gadis usher atau SPG di booth DFSK dengan senyum ramah menyapa pengunjung booth di hajatan GIIAS 2019 – dok.Motoris

Bagi para usher atau SPG – apalagi yang telah berpengalaman menjadi usher di pameran – modus dan akal bulus oknum-oknum seperti itu bisa dicium dengan mudah. Tak cuma dari lisan yang diucapkan, tapi dari gelagat gerak bahasa tubuh atau gesture mereka pun bisa diketahui para usher dengan mudah.

Kepada Motoris, sejumlah SPG bersedia berbagi kisah soal pengalamannya di beberapa pameran otomotif, termasuk di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, yang kini tengah berlangsung. Di saat istirahat, mereka mencoba membagikan pengalaman, dalam beberapa kesempatan sejak Jumat (19/7/2019) hingga Selasa (23/7/2019).

Usher booth Daihatsu di GIIAS 2019 – dok.Motoris

“Sikap, perbuatan itu kan datang dari niatannya ya. Kalau dari awal niatannya enggak bagus, itu gampang keliatan. Ekspresi, bahasa tubuh, itu enggak bisa bohong. Mana yang wartawan, mana yang bukan. Mana orang yang mau modus-modus, itu juga gampang kok lihatnya. Ya gimana ya , kan serba dilema ngadepin oknum seperti itu,” ungkap usher sebuah merek mobil kondang asal Jepang, Fany, di arena GIIAS 2019, ICE, Serpong, Tangerang, Selasa (23/7/2019).

Dari kamera hingga tanya SPK
Oknum pengunjung yang berusaha menggoda hingga “merayu” para SPG datang dari berbagai kalangan. Tentu, dengan modus operandi yang beragam. Ada yang berlagak layaknya seorang fotografer profesional dengan kamera mentereng bermerek plus peralatan lengkap, menyaru sebagai wartawan, vlogger, hingga seperti pengunjung yang hendak memesan mobil.

Usher atau SPG truk Hino di GIIAS 2019 – dok.Motoris

“Yang sering aku alami, orang yang pakai kamera keren. Mereka, terus memotret aku, setelah, itu dia nunjukin hasil potretannya. Abis itu, muji-muji gue yang oke banget kalau dipotret, terus nawarin mau enggak dipotret di studio mereka. Kebetulan, katanya, studionya punya banyak klien perusahaan untuk iklan atau apa gitu. Percaya sih saat itu, tapi terus ngarahnya ke aneh-aneh, dia nanya kalau difoto lebih seksi oke enggak? buat produk under wear katanya. Kita diminta pose seperti arahannya yang lebih seksi, kata dia. Nah, dari situ ketahuan, siapa dia,” ungkap Yos, usher booth mobil merek non Jepang.

Serupa dengan pengalaman Yos, gadis manis bernama Icha, 22 tahun, membagi kisah yang dialaminya. Usher booth merek mobil kondang asal Eropa ini, mengaku sedikit gemetar saat seorang pria 35 tahunan memandanginya tanpa berkedip dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Usher Suzuki di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Awalnya sang tamu serius melihat mobil yang diincarnya hingga bagian demi bagian. Usai meneliti itu, dia menghampiri Icha dengan senyum ramah. “Soal pemesanan (SPK) yang dia tanyain. Kan kalau pemesanan itu tugas teman-teman dari sales ya. Aku arahin ke sana. Tapi, dia nahan, malah ngajak ngobrol. Tanya, masih kuliah atau udah lulus? Terus nanya apa jadi model? Terus nanya, tempat tinggal, akun instagram, dan nomor hape. Yang bikin aku keki itu, tatapannya kemana-mana,” kata gadis yang baru lulus sebuah perguruan tinggi di Jakarta Barat tersebut.

Tak hanya, Fany, Yos, dan Icha saja yang memiliki pengalaman menghadapi oknum pengunjung iseng dan “bermisi”khusus, tetapi juga Grace. Gadis cantik usher booth sebuah merek kendaraan komersial ini, bahkan dirayu seorang oknum pengunjung berpenampilan laiknya seorang bos.

Usher Lexus di GIIAS 2019 – dok.Motoris

“Pokoknya rayuannya bikin eneg deh. Jadi geli campur ngeri lah pokoknya. Kalau di hall kendaraan komersial sini kan relatif enggak berjubel seperti di mobil (kendaraan penumpang ya). Yang paling sering itu, orang-orang iseng itu minta kita pose yang aneh-aneh, yang sensual. Tapi maaf, kita mengelaknya dengan sopan. Risih juga sih,” ucapnya diiringi tawa.

Tetap profesional
Meski menghadapi kemungkinan berbagai macam keisengan oknum pengunjung dengan berbagai latar belakang, mereka tak boleh marah. Tetap ramah tetapi tegas sesuai dengan training saat perekrutan menjadi sikap standar.

Perkataan, rayuan, atau “gombalan” oknum iseng itu ibarat angin berlalu atau masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Tak sampai singgah di hati, dan menjadikan mereka baper.

Usher booth motor Honda di GIIAS 2019, selain ramah dan profesional juga memahami pengetahuan tentang produk motor – dok.Motoris

“Kalau masih saja, mengarah ke perkotaan yang nyleneh-nyleneh, kita jawab dengan sopan dan menghormatinya. Kita coba arahin ke orang-orang sales misalnya. Kan jadi ketahuan tuh, pengunjung apakah bener mau cari mobil atau sekadar iseng. Itu jurus untuk berkelit dari aksi mereka,” ungkap Grace, dan teman-temannya.

Usher Wuling Motors di GIIAS yang ramah dengan senyuman menyapa pengunjung GIIAS 2019 – dok.Motoris

Jurus lainnya adalah, para usher itu cepat beraksi untuk siap dipotret oleh orang lain yang kebetulan mendekat dan terus beraksi dengan berbagai pose. sikap itu seolah “sinyal” bahwa mereka siap dipotret oleh orang yang baru datang. Jurus seperti ini ternyata ampuh, fokus oknum yang iseng tersebut akan buyar dengan sendirinya karena SPG-SPG itu tak lagi meladeni obrolannya.

Usher karoseri bus Laksana di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Para usher atau SPG memang serba dilema menghadapi oknum pengunjung yang iseng. Pada satu sisi, mereka adalah tamu yang harus diladeni dengan penuh keramahan. Namun di sisi lain mereka menjadi repot dan serba salah saat “sang tamu” bersikap tak wajar atau malah kurang ajar.

Mereka menyadari tugas dan fungsi SPG sebagai “among tamu” dituntut selalu ramah kepada siapa saja yang bertandang ke “rumah”mereka. Lantaran itulah bersikap profesional, yakni ramah, cerdas dan tegas, dan berprinsip menjadi standar wajib tindakan para dara cantik itu. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This