Saat Pasangan Darius – Donna Uji Nyali Bermotor ke Himalaya

Saat Pasangan Darius – Donna Uji Nyali Bermotor ke Himalaya
Pasangan Darius Sinathrya dan Donna Agnesia, kompak bertualang bareng dengan berboncengan motor dalam Himalayan Ridge - dok.Istimewa

Manali, Motoris – Pasangan selebriti Darius Sinathrya dan Donna Agnesia tak hanya kompak dalam membawakan sebuah acara baik sebagai host, atau pasangan yang tengah beradu akting dalam sebuah sinetron atau film layar lebar. Tapi, keduanya juga memiliki nyali yang tinggi dalam menaklukan lintasan menantang dengan sepeda motor.

Setidaknya, itu terbukti dari petualangan mereka menempuh perjalanan Himalayan Ridge yang ditemani tim dan petualang bermotor Wisnu Guntoro. Tak tanggung-tanggung, keduanya bermotor sejauh 380 kilometer dari kota Chandigarh ke Manali.

Manali adalah sebuah kota di Himachal Pradesh, satu wilayah di India Utara. Rutenya cukup sulit dengan lintasan yang terkadang ekstrem, harus mereka hadapi. Begitu pun dengan cuaca yang terkadang tak bersahabat. Suhu dingin menusuk tulang, dan kabut yang menghalang pandangan.

Darius dan Donna mengaku sangat menikmati perjalanan dari Candigarh ke Manali meski penuh dengan tantangan – dok.Istimewa

Meski begitu, Donna yang dibonceng sang suami – Darius – tak merasa jeri. Sebaliknya, dia merasa menikmati petualangan ini. Baginya, menemani suami yang harus sering bermanuver menghadapi rintangan perjalanan, membuatnya merasa dibutuhkan untuk memberi semangat.

“Perjalanan yang penuh drama. Hujan, kabut, jurang, dan kemacetan di atas gunung sungguh luar biasa,” kata pemilik nama Donna Agnesia Wayong itu dalam keterangan resmi, Jumat (2/8/2019).

Pasangan Darius dan Donna yang berboncengan harus melibas lintasan berair yang berbatuan – dok.Istimewa

Ungkapan senada dilontarkan Darius. Dia mengaku mendapat pengalaman baru yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Kondisi alam dan suasana sosial masyarakat yang berbeda dengan yang ditemui selama ini, menjadi sebuah tantangan sendiri.

Betapa tidak, di saat perjalanan berlangsung, tiba-tiba cuaca berubah. Hawa dingin menyengat dan kabut datang begitu cepat. Pergerakan motor pun terbatas. “Batas pandang sangat dekat, sementara jalan menanjak dan berliku, itu adalah tantangan yang sangat epik,” ujarnya.

Pada perjalanan hari pertama keduanya, menempuh jarak 175 dari Chandigarh ke Narkanda.

Darius dan Donna saat beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh dengan berboncengan – dok.Istimewa

Memacu adrenalin
Perjalanan ini, diakui keduanya, cukup memacu adrenalin. Hujan lebat yang mengguyur, kabut yang menyaput daya pandang, membuat perjalanan sangat berisiko.

Wisnu Guntoro mengakui jadwal perjalanan yang dimulai pukul 15.00 waktu setempat bukanlah jadwal yang ideal untuk memulai sebuah perjalanan bermotor. Terlebih, jalur Narkanda menanjak dengan ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut.

“Selain dingin yang menusuk tulang, jarak pandang yang relatif hanya 2,5 meter menjadikan laju Himalayan hanya bisa 25 kilometer per jam,” kata pria yang akrab dusapa Gareng itu.

Kabut tebal dan udara dingin yang menusuk tulang menjadi tantangan tersendiri bagi Darius – Donna dan tim dalam perjalanan ke Manali – dok.Istimewa

Kendati harus penuh kesabaran dan telaten, akhirnya Darius dan istri beserta tim sampai juga di tempat tujuan. Meski, saat itu, waktu  sudah menunjukan pukul 23.00 atau 11 malam.

Dengan penuh rasa sayang, pria kelahiran Kloten, Swiss, itu pun memuji ketangguhan dan kesabaran sang istri. “Beruntung akhirnya kami bisa menembus Narkanda pada pukul sebelas malam. Donna masih bisa menikmati tantangan walaupun harus diterpa hujan,” ucap dia.

Perjalanan Himalayan Ridge di hari kedua tak kalah menantang. Mereka kembali harus berhadapan dengan cuaca malam yang dingin. Namun, perjalanan dari Narkanda ke Manali sejauh 210 kilometer itu dihadapi dengan semangat tinggi.

Darius dan Donna melintasi sebuah kota menuju Manali, India Utara – dok.Istimewa

Donna mengaku merasa terhibur oleh pemandangan yang indah setelah sang suami harus menghadapi lintasan-intasan berliku dan medan off-road. “Di sana gunung di sini gunung. Pokoknya gunung tidak habis-habis. Sungai-sungai yang ada di dasar-dasar jurang sangat indah,” ujarnya penuh semangat.

Jika wanita kelahiran Jakarta 40 tahun lalu itu merasa khawatir, cukup beralasan. Pasalya, seperti diungkap Darius, jalur perjalanan etape kedua itu sempat membuatnya harus berusaha ekstra keras. “Jalurnya hebat! Jalan balkoni di sisi dinding batu dan jurang sangat indah dan menantang,” kata Bapak dua anak itu menimpali sang istri.

Melintasi jembatan – dok.Istimewa

Bukan akhir perjalanan
Medan off-road dengan sudut elevasi tinggi menuju Manali sebagai inti dari tantangan perjalanan di hari kedua.Namun, itu belum berakhir. Pasangan harmonis ini masih harus menjawab tantangan di hari ketiga.

Mereka harus mengeksplorasi Manali pada hari ketiga, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Khardung La di Leh Ladakh. Wilayah itu berada di ketinggian 5.359 meter dan berada di 500 kilometer dari Manali. Perjalanan dibagi dalam tiga hari karena kondisi lintasan dan cuaca yang ekstrim.

Darius dan Donna – dok.Istimewa

Lagi-lagi, Darius dan Donna menyanggupi dan tak ciut nyali. Keduanya saling berbagi dan menyemangati untuk mencapai tujuan dengan mencoba menikmati perjalanan. (Ara)

 

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This