Perjuangan Riders AS dan India Tempuh 18.000 Km Demi Jambore Royald Enfield di Bali

Perjuangan Riders AS dan India Tempuh 18.000 Km Demi Jambore Royald Enfield di Bali
Jaull dari New Jersey Amerika Seikat dan Kedarnath yang berasal dari Goa, India datang ke Bali untuk mengikuti Jambore Royal Enfield - dok.Istimewa

Badung, Motoris – Royal Riders Indonesia (RoRI), komunitas motor besar Royald Enfield, menggelar “International Royal Enfield Jamboree 2019” di Pantai Melasti, Kuta Selatan, Badung, Bali pada 24-25 Agutus 2019. Sebanyak 300 bikers mengikuti Jamboree Morning Ride yang berkeliling dari ujung Selatan Pulau Bali, hingga finis di Pantai Melasti.

“Ada dua rider internasional yang kami hadirkan agar dapat memberikan inspirasi bagi para peserta jambore,” kata National President RoRI, Donny Hendaris, dalam keterangan resminya.

Salah satu riders tersebut adalah Jaull yang berasal dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Ia mengaku menjelajah hampir 18 ribu kilometer, yang dimulai dari New Jersey, AS untuk bisa sampai ke Bali.

Perjalanan yang dimulai pada 2018 lalu itu menyusuri berbagai negara di benua Eropa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi benua Asia, yang dimulai di Bali. Jaull yang tinggal di San Fransisco itu pun mengaku sangat jatuh cinta dengan produk dari Royal Enfield.

Pria paruh baya ini meninggalkan pekerjaannya sebagai juru masak di AS dan memulai perjalanan menggunakan kuda besi, Royal Enfield Classic 500, berwarna merah.

Peserta Jambore Royal Enfield di Bali tengah mengikuti konvoi – dok.Istimewa

Ihwal kedatanganya ke Bali, Jaull mengetahui Bali dari sejumlah rekan-rekanya yang pernah berkunjung ke Bali. Dia memutuskan untuk mengikuti jejak rekan-rekanya itu untuk berkunjung ke Pulau Dewata ini.

Berbeda dengan teman-temannya yang datang ke Bali menggunakan pesawat, maka pecinta motor ini pun memutuskan untuk melakukan perjalanan udara dan dengan perjalanan darat menggunakan motor.

“Saya awali perjalanan dengan mengendarai motor ke Kanada. Lalu saya menggunakan pesawat menuju Jakarta. Setelah itu, saya kembali menggunakan motor dari Jakarta hingga ke Bali,” kata Jaull.

Sementara itu, Kedarnath yang berasal dari Goa, India, menempuh perjalanan yang lebih gila lagi, melintas berbagi negara di benua Asia, Eropa Timur, hingga Selandia Baru sepanjang 18 ribu kilometer.

Kedarnath bercerita bahwa hatinya tertambat oleh keramahan masyarakat di Iran. Sebuah negara yang selama ini beberapa kali dipersepsikan sebagai negara yang perlu siaga ekstra untuk dikunjungi, namun yang ada justru sebaliknya.

Tidak hanya itu, pria yang kerap disapa Kedar ini juga mendokumentasikan perjalanannya dalam film No Country Man yang diputarkan kepada para riders yang menghadiri “International Royal Enfield Jamboree 2019” di Pantai Melasti. Ia berencana melanjutkan perjalanannya menyusuri Pulau Jawa, Sumatera lalu melintas ke semenanjung Malaya menuju daratan Asia lainnya.

Peserta Jambore Royal Enfield di Bali datang dari berbagai daerah di Indonesia – dok.Istimewa

Kedua penjelajah dunia ini bersama 300 bikers dan beberapa pecinta motor yang berasal dari negeri tetangga turut mengikut kegiatan yang titik awal keberangkatan dari dealerRoyal Enfield di Sunset Road, di jam 08.30 pagi.

Communications Director RoRI, Joseph Sinaga, menjelaskan Jamboree Morning Ride ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar bikers, tidak spesifik hanya untuk pengguna Royal Enfield di Indonesia saja.

“Kali ini, kita bawa penjelajah dunia yang membawa motor Royal Enfield, agar mampu menginspirasi kita semua para bikers agar terus menembus batas dalam melihat keindahan alam dan kearifan budaya Indonesia. Bahkan bila memungkinkan, ke luar negeri,” ucap Joseph.

Saat tiba di Pantai Melasti, para riders belum diperbolehkan langsung memasuki area berlangsungnya kegiatan. Donny mengungkapkan, dalam rangka menghargai kearifan budaya setempat, panitia pelaksana mengadakan opening ceremony yang merupakan upacara khas agama Hindu Dharma Bali, kemudian disambut ragam tarian Baleganjur.

Salah satu rider asal Jepang yang juga penggagas merek clothing Krafty Tokyo, Hideaki Atsuta mengapresiasi kehadiran budaya lokal yang memang dinanti para ekspat.

Jambore Royal Enfield kounitas Royal Enfield di Bali – dok.Istimewa

“Baru mulai saja, kami sudah disajikan dengan nuansa Bali yang tidak hanya indah, namun juga magis. Cukup membayar kelelahan selama penerbangan di hari sebelumnya,” ungkap Hideaki.

Joseph menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya promosi budaya Indonesia, khususnya Bali, bagi para penikmat roda dua di Asia Tenggara. Menurut dia, melalui Jambore, RoRI turut mengampanyekan event khas penggemar roda dua juga dapat dibalut dengan pagelaran budaya nasional, tidak hanya musik modern.

“Hal ini penting agar budaya kita semakin dikenal dan dinikmati masyarakat dunia, juga diteruskan ke generasi muda,” tutup Joseph.

RoRI didirikan pada 2015, dan komunitas ini memiliki lebih dari 200 anggota dan tersebar di berbagai chapter, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bali dan Sulawesi Tenggara. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This