Pilih Sunglass untuk Kegiatan Otomotif, Bergaya Saja Tak Cukup

Pilih Sunglass untuk Kegiatan Otomotif, Bergaya Saja Tak Cukup
Ilustrasi, varian produk kacamata Oakley - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Kegiatan yang berkaitan dengan otomotif – baik roda dua maupun empat – kerap berlangsung pada pagi hingga sore hari, atau bahkan di bawah sengatan terik matahari. Keberadaan kacamat pelindung (sunglass) tentu akan menjadi peranti yang membantu mengurangi gangguan pandangan karena silaunya paparan sinar surya.

Tetapi, tak sedikit orang yang hanya mengedepankan aspek gaya  – yang umumnya bewarna hitam atau gelap – saja ketimbang fungsional. Sementara, aspek fungsional yang kesekian. Yang penting gelap, suasana terasa adem, dan kelihatan modis.

Menurut Oakley Sport Marketing Manager for Indonesia. Ricky M. Safir, cara padang seperti boleh-boleh saja, tetapi tidak tepat. Pasalnya, lanjut Ricky, justeru aspek fungsional yang harus menjadi pertimbangan atau prioritas utama.

“Karena pada dasarnya, kacamata atau sunglass itu dibuat sebagai produk pendukung yang membantu penggunanya agar memiliki daya dan jangkauan pandangan atau vision yang leluasa dan benar-benar jernih. Tidak terganggu oleh halangan berupa papar sinar ultraviolet, dan lain-lain,” papar dia saat ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Bicara soal fungsi ini, kata Ricky, harus dilihat dari bahan atau material dari kacamata yang bersangkutan, gaya desain, hingga fitur yang mentertai. “Apalagi, kalau kita bicara sunglass bagi pecinta kegiatan otomotif yang merupakan kegiatan outdoor. Tentu, ketiga hal tersebut harus menjadi pertimbangan tersendiri,” ujarnya.

Ricky M Safir, Oakley Sport Marketing Manager for Indonesia – dok.Istimewa

Aspek kedua, dari sisi estetika atau tampilan gaya desain kacamata yang bersangkutan terkait dengan kesesuaiannya dengan pengguna. Gaya desain bukan sekadar bentuk fisik dari kacamata yang bersangkutan termasuk warna, padu-padan warna, dan aksen-aksen yang mungkin disertakan oleh pabrikan pembuatnya.

“Nah, gaya desain ini, akan menjadi referensi pilihan bagi calon penggunanya. Apakah sesuai dengan kegiatan yang akan dijalani, apakah cocok dengan bentuk fisik terutama wajah, dan sebaginya. Kalau bicara produk Oakley, kami memiliki varian produk yang mengakmodir semua itu. Dengan kata lain sebagai pembuat produk kacamata yang peruntukannya beragam, mulai dari untuk sport bike, otomotif, bahkan untuk kalangan militer,” papar Ricky.

Dan faktanya, khusus untuk kacamata atau sunglass sport, pabrikan asal Foothill Ranch, California, Amerika Serikat itu tercatat memiliki 600 hak paten kacamata. Produk-produknya dieknal modis alias fashionable. Alhasil, tak hanya olahragawan atau kalangan militer saja yang megenakannya, tetapi juga kalangan umum karena terkesan modis dan cocok untuk dikenakan pada saat santai.

Salah satu varian Oakley yang pas digunakan bagi penyuka kegiatan otomotif roda dua atau bermotor – dok.Istimewa

Bahan dan teknologi
Kembali lagi soal pilihan berdasar bahan, Ricky mencontohkan produk-produk Oakley. Dia mengatakan, setiap produk Oakley memadukan antara bahan berkualitas dengan teknologi terkini yang memberikan keamanan dan kenyamanan pemakainya.

Salah satu contohnya, ada produk Oakley yang mengadopsi teknologi Prizm untuk memberikan keteduhan mata penggunanya, sekaligus meningkatkan kontras dan daya pandang. Ada pula bahan Nosepads Unobtainium yang dipadu dengan fitur Three-point Fit memberikan kenyamanan lebih saat Anda mengenakannya.

“Selain itu ada produk dengan bahan O Matter sehingga kacamata tahan banting. Kemudian ada lensa Plutonite dengan High Definition Optics. Dengan lensa seperti itu kacamata melindungi mata hingga 100% dari paparan sinar ultraviolet yang berbahaya,” terang Ricky.

Salah satu varian produk Oakley yang digemari konsumen dunia – dok.Oakley

Nah, bahan, teknologi, fitur, hingga gaya desain inilah yang menurut Ricky wajib menjadi peryimbangan paling pokok sebelum membeli kacamata atau sunglass. Terlebih bagi mereka yang hobi banget dengan kegiatan otomotif di luar ruangan.

“Di kegiatan otomotif ini kita dalam berkendara, baik mengemudi mobil atau mengendarai motor kan butuh pandangan yang terang, tidak menyilaukan, teduh tetapi tidak membuat mata mengantuk. Karena itu butuh sunglass yang pas, bukan sekadar enak dikenakan tetapi teknologi, bahan, dan fitur yang nendukung. Jadi pilihannya harus benar-benar tepat. Tidak berefek negatif dalam jangka panjang,” tutur Ricky.

Soal, tipe atau varian mana dari kacamata yang ada di pasaran atau di toko yang pas dengan calon pengguna, tentu harus disesuaikan dengan pengguna. Untuk soal ini, bentuk wajah, menjadi perimbangan utama.

“Karena masing-masing bentuk kacamata juga didesain untuk beragam bentuk wajah. Mulai dari wajah yang tirus, mungkin chubby, oval, persegi dan sebagainya. Untuk itu, kita harus mencoba dan meminta saran dari customer advisor dari toko dimana kacamata itu dijual,” saran Ricky. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This