Lima Pertanda Mobil Kesayangan Minta Turun Mesin

Lima Pertanda Mobil Kesayangan Minta Turun Mesin
Ilustrasi mobil yang mengalami overheat mesin - dok.ThoughtCo

Jakarta, Motoris – Turun mesin atau dikenal dengan sebutan overhaul bisa dibilang momok yang menakutkan bagi pemilik mobil. Sebab, jika tindakan itu harus dilakukan terhadap mobil kesayangan, berarti ada masalah mesin serius yang terjadi. Ujungnya, tentu biaya besar menanti!

Turun mesin merupakan tindakan membongkar dan melepas mesin dari kendaraan. Melalui tindakan ini, kerusakan pada mesin mobil dapat diketahui dengan lebih detail dan valid. Dengan begitu, perbaikan terhadap kerusakan pun lebih tepat.

Jika sudah demikian, tentu dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, pengerjaannya pun cukup memakan waktu. Kendati demikian, kondisi turun mesin bisa saja dihindari jika pemilik melakukan perawatan rutin.

Lantas, apa saja gejala yang dialami mobil sehingga perlu diambil tindakan turun mesin? Dikutip dari KGC Workshop dan CNN, berikut beberapa penyebabnya.

1. Mesin terlalu panas atau overheat
Mesin mobil yang mengalami panas berlebih atau overheat bisa menjadi salah satu penyebab perlunya diambil tindakan turun mesin. Gejala overheating ini bisa dikenali tatkala mobil dikendarai.

Jika berkendara dengan laju yang pelan tapi suhu mesin selalu naik, saat itulah pengemudi harus menaruh curiga pada kondisi sini. Jangan paksakan kendaraan melaju, dan segera matikan mesin mobil. Ketika suhu mobil sudah normal, cek dan isi air radiator atau segera bawa ke bengkel terdekat.

Baca juga: Cegah Mesin Overheat, Deteksi Masalah di Kipas Radiator 

Ilustrasi mesin mobil overheat – dok.Car From Japan

Kalau mobil tetap dipaksakan berjalan ketika suhu mesin sudah panas atau indikator suhu menunjukkan “H”, silinder head bakal melengkung. Akibatnya, oli akan bercampur dengan air. Kalau sudah begitu, turun mesin tidak dapat lagi dihindari.

2. Oli bercampur dengan air
Bercampurnya antara oli dan air di ruang bakar mesin bisa menjadi salah satu penyebab mobil harus “diopname” karena turun mesin. Ciri-ciri mobil yang mengalami hal ini adalah warna oli mesin yang berubah warna menjadi kecokelatan, layaknya susu coklat.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan terjadinya korosi pada silinder head, sistem sirkulasi menjadi kacau, hingga terbentuknya busa atau buih pada mesin. Jika hal ini sudah kadung terjadi, turun mesin menjadi pilihan yang tepat guna dilakukan pengurasan serta penggantian oli dan pembersihan.

3. Pelumas yang buruk
Pelumas bisa menjadi penyebab mobil harus turun mesin yang kadang diabaikan. Oli berfungsi melumasi komponen-komponen mesin agar tidak terjadi pergesekan yang kasar antar-komponen.

Baca juga: Alasan Tak Boleh Hidupkan Mesin dan Berponsel Saat Isi BBM

Ilustrasi – dok.Mobil123.com

Karena itu, perlu untuk selalu mengecek ketersediaan oli mesin. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengunakan oli mesin yang standar atau sesuai dengan buku petunjuk mobilmu. Salah-salah mengambil tindakan terkait oli atau bahkan lupa menggantinya hingga oli mesin kosong, komponen-komponen mesin akan saling bertumbukan dengan kasar. Lama-kelamaan, hal tersebut tentu bakal mengakibatkan kerusakan pada mesin.

Kalau sudah begitu, turun mesin atau overhaul menjadi obat yang mujarab agar mesin mobil bisa diperbaiki. Guna menghindari terjadinya kekosongan atau kekeringan oli, lakukanlah pengecekan secara rutin.

4. Asap knalpot berwarna putih
Tanda-tanda mobil perlu turun mesin pun bisa dilihat secara kasatmata. Jika mobil menghasilkan asap berwarna putih pekat dari knalpot, itu tandanya ada yang salah dengan mesinnya.

Kondisi asap putih tersebut bisa disebabkan oleh masuknya oli ke ruang bakar dan ikut terbakar. Hal itu biasanya berimbas pada berkurangnya oli secara signifikan. Masuknya oli ke ruang bakar tersebut bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan pada komponen-komponen mesin, seperti silinder head, piston, packing head, bore silinder, serta seal valve.

Baca juga: Penelitian: Suara Mesin Mobil Efektif Tenangkan Bayi

Ilustrasi, asap kendaraan bermotor – dok.istimewa

Nah, perbaikan terhadap komponen-komponen yang mengalami kerusakan itu hanya bisa dilakukan jika diambil tindakan turun mesin terhadap mobil.

5. Mesin terendam air
Mesin mobil yang terendam air umumnya terjadi karena banjir. Oleh karena itu, jangan memaksakan mobil melaju melewati genangan air yang tinggi jika tidak ingin keluar duit banyak karena turun mesin.

Mesin yang terendam air membuka peluang bagi air untuk masuk ruang bakar mesin. Hal itu bisa membuat piston menjadi rusak, kerusakan pada poros engkol, dan sebagainya yang intinya membuat mobil mogok. Jika demikian, relakan mobil kesayangan untuk diambil tindakan turun mesin. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This