Prediksi Tren Modifikasi Tahun 2020

Prediksi Tren Modifikasi Tahun 2020
Ilusyrasi, deretan mobil yang dimodifikasi - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sejumlah anggota National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) yang juga pelaku keiatan modifikasi mobil di Indobesia memprediksi tren gaya moddifikasi pada tahun 2020 nanti. Prediksi ini tak hanya sekadar melihat minat semata, tetapi t juga disesuaikan dengan perkembangan mobil baru, serta produk aftermarket yang akan mendukung.

Pemilik bengkel Promobil – sebuah bengkel di Malang, Jawa Timur, Lutfi Kurrahman, memperkirakan pada tahun 2020 nanti akan banyak MPV dan Crossover yang dimodifikasi untuk traveling. Hal ini, kata dia, seiring dengan semakin bagusnya infrastruktur jalan yang menghubungkan kota-kota dengan waktu tempuh singkat.

“Saya rasa akan banyak mobil berjenis MPV dan Crossover yang mampu menampung banyak penumpang di-upgrade agar bisa dibawa road trip,” kata Lutfi dalam siaran pers NMAA, Senin (30/12/2019).

Terlebih, pada tahun depan diprediksi pilihan mobil jenis MPV dan Crossover semakin bertambah. Selain itu, penggantian velg dan ban dengan ukuran lebih besar, pemakaian roof box, lampu-lampu, serta aksesori-aksesori interior yang fungsional bakal semakin ramai.

Ilustrasi, MPV Toyota Innova, MPV medium Toyota Innova dengan sentuhan modifikasi – dok.Motoris

Menurut Lutfi, gaya modifikasi stance yang merupakan style abadi dalam modifikasi semakin diminati. Pasalnya, saat ini semakin mudah mendapatkan komponen yang mendukung.

“Sebut saja air suspension merek-merek lokal yang makin menjamur dengan harga ekonomis. Selain itu, workshop bodi semakin terasah untuk meracik over fender atau wide body dengan pengerjaan semakin cepat,” terang dia.

Fender flares kit.
Sementara itu, modifikator dari KARMA Bodykit, Kiki Anugraha, memprkirakan kiblat modifikasi fender flares kit bakal marak. Kemunculan KARMA Bodykit yang menawarkan fender flares kit lokal pertama, membuat geliat aplikasi komponen serupa menyeruak di di kalangan pecinta modifikasi.

Terlebih, mereka tak harus membeli kit utuh saja, tetapi banyak juga yang membuat versi custom-nya masing-masing. Indikasi bakal ngetrennya modifikasi ini terlihat dalam kontes modifikasi di beberapa kota yang menunjukan mulai ngetrennya fender flares.

“Yang terpenting para modifikator Indonesia terpicu untuk membuat produk fender flares-nya sendiri dengan desain yang bagus. Maka tahun 2020 bukan tak mungkin banyak pemain modifikasi yang lebih bangga pakai aftermarket lokal,” kata Kiki.

Kiki Anugraha bersama Toyota FT86 miliknya yang berbalut bodykit Karma – dok.Motoris

Maksimalisasi lampu
Tren modifikasi diprediksi juga bakal menyentuh sektor lampu. Menurit Yomin Sugianto dari Yoong Motor Surabaya.maksimalisasi fungsi lampu dengan biaya ekonomis akan menyeruak. “Konsepnya adalah fungsional dan multiguna, dengan pergantian bohlam, LED, dan HID untuk lampu eksterior maupun interior dengan sistem plugand play,” ujar dia.

Selain itu untuk meningkatkan fungsi lampu, penambahan aksesori lampu juga bakal banyak diminati. Misalnya leveling untuk mengatur arah jatuhnya pencahayaan lampu depan, serta penambahan DRL yang berfungsi juga sebagai lampu sein yang menyala berjalan bukan berkedip.

Ilustrasi, AMMDes versi Mini Off-Road di IMX 2018 – dok.Motoris

Sedangkan untuk warna, kelir bodi berjenis pastel, satin, dan titanium akan ramai. Munculnya warna-warna medium ini tak hanya dipengaruhi beberapa pabrikan mobil untuk produk terbarunya, tetapi juga pengaruh dari gadget terkini, sebut saja iPhone 11 atau Samsung S10, yang menawarkan warna kalem dan berunsur modern.

“Warna seperti ice blue, grey, atau dark green rasanya akan banyak dipakai untuk menampilkan karakter yang soft,” prediksi Tomy Gunawan, bos Tomi Airbrush yang membuka workhsop di Duri Kepa, Jakarta Barat. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This