Birmingham Bakal jadi Kota Pertama di Inggris yang Larang Mobil Pribadi

Birmingham Bakal jadi Kota Pertama di Inggris yang Larang Mobil Pribadi
Lalu-lintas di kota Birmingham, Inggris - dok.I Am Birmingham

London, Motoris – Birmingham jadi kota metropolitan pertama di Inggris yang melarang mobil pribadi melintas di pusat perkotaan. Pemerintah kota terbesar kedua di Inggris Raya itu mengambil kebijakan kontroversial demi mengurangi pencemaran polusi udara dan menjadikan kotanya ramah lingkungan di tahun 2030.

Wakil rakyat kota bukan hanya mendukung kebijakan tersebut, bahkan mereka menambahkan jangkauan area terlarang bagi kendaraan pribadi termasuk menggunakan akses terowongan (tunel) kota, dan membatasi kecepatan laju kendaraan 20 mph di jalan perumahan.

Kecuali bagi kendaraan pengangkut logistik dan mobil layanan umum tetap diperbolehkan melintas di jalur terowongan dan pusat kota.

Bukan hanya sekadar larangan kendaraan wara-wiri di pusat kota, melainkan dalam masterplan disebutkan juga akan memangkas ketersediaan lahan parkir dan menaikkan tarifnya agar orang beralih ke angkutan umum.

Adapun perencanaan larangan tersebut akan dibahas pemerintah kota bersama wakil rakyat pada minggu depan. Jika disahkan, maka aturan ini akan diterapkan pada 28 Januari 2020.

Anggota Kabinet untuk Transportasi dan Lingkungan, Waseem Zaffar mengatakan, ketergantungan masyarakat terhadap mobil pribadi berdampak buruk bagi warga kota.

Kemacetan di kota Birmingham – dok.Autocar

“Ketergantungan yang berlebihan pada mobil pribadi buruk bagi kesehatan diri kita sendiri dan keluarga,” ujar Waseem Zaffar dilansir The Sun.

Zaffar menambahkan dampak buruk bagi kendaraan pribadi ini juga mengganggu stabilitas terhadap dunia bisnis. Pertumbuhan bisnis menjadi terganggu yang berpotensi hilangnya jutaan poundsterling lantaran produktivitas tersendat karena kemacetan.

Guna mengatasi itu semua, kata Zaffar dibutuhkan perubahan mendasar. “Kita perlu mengubah pergerakan orang dan barang di sekitar kota ini,” ujarnya.

Kemacetan Berpindah
Meski memperoleh banyak dukungan, rencana kebijakan ini juga ditentang segelintir orang. Salah satunya adalah Angota Dewan Kota, Torry Robert Alden yang berpendapat kebijakan larangan kendaraan melintas di pusat kota ini bukan solusi tepat. Ia menilai larangan ini hanya memindahkan masalah kemacetan dan polusi yang semula di pusat kota ke daerah pinggiran.

Ilustrasi kemacetan lalu-lintas – dok.Istimewa

“(Kebijakan) ini akan membuat kota macet, pekerjaan terganggu, dan mendorong lebih banyak kemacetan dan polusi di daerah perumahan tepi jalan lingkar luar,” ujarnya.

Kebijakan larangan ini keluar setelah Birmingham mendapat peringatan untuk membersihkan udara tahun ini atau terkena sanksi denda 60 juta poundsterling dari Uni Eropa. (Gen)

CATEGORIES
TAGS
Share This