Produsen China Mau Punya Mobil Terbang

Produsen China Mau Punya Mobil Terbang

Boston, Motoris – Induk raksasa otomotif asal China, Zhejiang Geely punya gebrakan baru. Pemilik dari Volvo, Lynk&Co, dan Lotus ini baru saja mengumumkan penyelesaian pembelian perusahaan startup mobil terbang asal Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Terrafugia.

Dilansir Motorauthority, Geely punya ambisi besar, mewujudkan konsep mobil terbang jadi kenyataan, dalam waktu dekat, yakni 2019. Setelah menguasai perusahaan, Geely juga sudah merekrut beberapa pentolan aviasi, seperti Chris Jaran, mantan Direktur Pelaksana Bell Helicopter, sebagai pucuk pimpinan.

Perseroan bahkan menambah tim teknik yang bekerja hingga tiga kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Geely juga tak melupakan sang pendiri, Carl Dietrich, yang tetap menjabat sebagai chief technology officer Terrafugia.

Konsep mobil terbang terakhir Terrafugia, berkapasitas dua orang, dengan sayap yang bisa dilipat. Kondisi yang membuat mobil ini bisa masuk ke jalan umum, layaknya kendaraan massal lain. Ketika mau mengudara, hanya butuh kurang dari satu menit untuk membetangkan sayap, kemudian melayang.

Baca juga: Icona Vulcano, Hyper Car Titanium Pertama di Dunia

Terrafugia Transition TF-X rencananya mulai dipasarkan 2023. (www.driventofly.com)

Ketika di udara, Terrafugia, berjanji bisa menempuh jarak hingga 400 mil atau 643,7 km dengan kecepatan 100 mph atau 160,9 kpj.

Konsep baru yang lagi digarap Terrafugia, adalah Transition TF-X. Prototipe ini menjanjikan kemampuan terbang dan mendarat secara vertikal. Produk ini sendiri diproyeksikan baru meluncur 2023. Perusahaan saat ini sudah menerima pesanan kepada siapa saja yang berminat, dengan uang pangkal US$10.000 atau Rp 135,2 juta. Ketika sudah jadi, satu unit mobil terbang ini akan dibanderol US$279.000 atau Rp 3,7 miliar.

Kondisi populasi lalu lintas yang semakin padat, khususnya di kota-kota besar, membuat beberapa perusahaan berlomba menciptakan teknologi baru, salah satunya mobil terbang yang aman, andal, dan relatif terjangkau harganya. Selain Geely, Toyota juga disebut sudah punya tim khusus menciptakan mobil terbang di Jepang. Mercedes-Benz bahkan sudah investasi ke startup taksi udara, Volocoptor asal Jerman. Sedangkan, Uber menggandeng NASA, menciptakan layanan taksi udara mereka di masa depan. (sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This