Intip Rekondisi dan Modifikasi Tepat di Toyota All New Corolla AE111 1997

Intip Rekondisi dan Modifikasi Tepat di Toyota All New Corolla AE111 1997
Toyota All New Corolla 1997 milik Mochammad yang telah mendapatkan sentuhan modifikasi - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Merekondisi mobil tua menjadi kesenangan tersendiri bagi Mochamad, 40 tahun. Usai berburu mobil bekas yang usianya sudah diatas 20 tahun dan harganya dibawah Rp 50 juta, pilihannya jatuh ke Toyota Corolla produksi tahun 1997. Sedan yang biasa disebut All New Corolla ini kemudian langsung direkondisi. Namanya mobil tua, sudah jelas banyak yang harus diperbaiki, diganti, dan diperhatikan.

Butuh sekitar lima bulan untuk melakukan penyegaran terhadap mobil berkode bodi AE111 ini. Hasilnya ternyata tidak hanya kembali rapih, nyaman dan mewah, tapi juga berkat penambahan aksesoris orisinil, komponen JDM (Japan Domestic Market), dan modifikasi terkonsep pada ANC ini sukses dipuji banyak orang.

Eksterior

Fokus pertama Mochamad setelah transaksi jual beli adalah bodi kendaraan. Sudah terlihat cat yang memudar dan penyok di beberapa bagian. Proses rekondisinya, tidak hanya diketok dan di cat siram, tapi bodi AE111 ini dikerok sampai cat bawaannya hilang.

Kaca film baru dengan tingkat kegelapan hanya 20% produksi merek asal Jepang, Ice-u tipe RT70 digunakan melapisi seluruh kaca mobil – dok.Motoris.jpg

“Agar hasilnya maksimal, semua pintu, kaca, kap mesin dicopot dan di kerok secara terpisah. Karet-karet pintu, kaca dan bagasi semuanya juga diganti baru orisinil, karena sudah terlihat getas. Maklum sudah 23 tahun usia mobil ini. Lampu sein depan belakang dan lampu rem juga semua diganti baru merek Koito, sesuai bawaannya,” kata Mochamad.

Semua pengerjaan bodi tersebut dilakukan di bengkel Signal Kustom Bandung. Prosesnya cukup lama, sekitar 3 bulan pengerjaan. Warnanya sendiri tetap sesuai STNK, yaitu abu-abu metalik, namun pernis dibuat lebih tebal sehingga memunculkan kesan wet look.

Sembari menunggu hasil cat jadi, pria ini berburu barang-barang OEM All New Corolla versi JDM seperti grille C dan pilar sabit C bekas. “Grille C dan pilar sabit C punya AE111 original cukup susah didapatkan di Indonesia. Kebanyakan disini buat AE112, untungnya ada teman di Thailand yang rela mengubek-ubek junk yard di daerah Bang Na dan berhasil mendapatkannya,” imbuh pria yang bermukim di Tangerang Selatan ini.

Lampu sein depan menggunakan produk dari merek Koito. Begitu juga lampu utama yang dibuat oleh Koito untuk Landcruiser VX80, tetapi mobil Mochammad ini frame dan bracket lampu itu dibuat custom oleh Glanz Autoworks Serpong – dok.Motoris

Parts OEM lainnya yang dipasang pada Corolla generasi ke-8 diatas adalah lampu kabut milik Toyota Caldina dan ducktail kepunyaan Toyota Tercel. Sedangkan lips depan dan side skirt mengikuti model OEM AE111 versi GT. Di kaca belakang juga sudah terpasang rear deflecta khusus AE111 buatan Malaysia.

Paling menarik adalah lampu depan hasil modifikasi di Glanz Autoworks Serpong yang berubah menjadi lampu cedok/celong. Inspirasinya datang dari tren di tahun 90-an yang khas. “Saya pakai lampu kotak OEM milik Landcruiser VX80. Kemudian minta bengkel Glanz Autoworks untuk bikin frame dan bracket, eh ternyata hasilnya sukses, rapih dan memuaskan,” tukasnya lagi.

Untuk menguatkan kesan mobil retro, kaca film yang sudah usang dicopot semua dan diganti kaca film baru dengan tingkat kegelapan hanya 20%. Brand kaca film asal Jepang, Ice-u tipe RT70 dipilih dan disematkan pada seluruh bagian kaca, seperti depan, samping kiri kanan dan belakang.

Velg lama diganti dengan velg lima palang TRD T3 – dok.Motoris

Terakhir di tampilan luar, lihatlah velg yang digunakan. Velg berlabel TRD T3 tersebut saat ini relatif sangat susah dicari dan jika ada pun harganya sangat mahal. Kelebihan pelek hasil kerjasama tuner Toyota TRD dengan produsen velg Rays Jepang ini adalah bobotnya yang ringan dan tidak pasaran. Velg tersebut dibalut ban Yokohama Advan Fleva 195/55 R15.

Interior

Bagi Mochamad, dalam memilih mobil bekas, salah satu yang perlu diperhatikan adalah interiornya. “Kalau eksterior penyok, tinggal ke bengkel bodi dan cat. Tapi kalo interior jelek, misalnya plafon turun, dashboard pecah-pecah, jok sobek/rusak itu susah nyari barangnya. Untungnya pas beli, interiornya masih rapih dan kondisinya baik,” imbuhnya.

Tuas transmisi dengan dengan model JDM – dok.Motoris

Namun ternyata jok depan orisinil-nya tidak bertahan lama dan kemudian diganti. Salah satu jok aftermarket terbaik yang pernah dibuat, Recaro tampil apik dipasang di bagian depan. Jok Recaro ini memang menjadi idaman karena nyaman dan desainnya pas menopang tubuh. Meski seken, sepasang Recaro tipe LS ini kondisinya masih bagus dan knop putaran joknya masih berfungsi sempurna.

Jok depan jok besutan Recaro tipe LS – dok.Motoris

Masih di dalam kabin, barang-barang aksesoris OEM yang dibeli dari sesama pecinta Corolla, pedagang, hingga marketplace online, menempel sempurna. Ini bisa dilihat pada boks penyimpan koin/kartu di tengah dashboard, clean box (tempat sampah), tweeter di pilar A, hingga setir Toyota Celica yang telah di retrim kembali menggunakan bahan kulit asli.

“Paling susah nyari tuas transmisi JDM yang ada huruf kanji bertuliskan shift lock, sama speedometer All New Corolla versi GT yang sporty karena barangnya memang langka. Oh iya, untuk sistem audio bisa dibilang modern. Head unit in-dash dan kamera parkir menggunakan Pioneer,” jelasnya lagi.

Interior bagian depan Toyota All New Corolla 1997 milik Mochammad. Terlihat roda kemudi menggunakan setir milik Toyota Celica yang di-retrim – dok.Motoris



Mesin dan Kaki-kaki

Perhatian selanjutnya di sektor dapurpacu dan kaki-kaki. Odomoter yang sudah mencapai 180 ribuan tentunya perlu diremajakan. Pilihan bengkelnya jatuh ke Provis Auto Sport yang terkenal dengan ramuan Tune Up Semi Sport (TUSS) dan Optimalisasi Klep (Optik).

“Awalnya tarikannya lumayan berat, berisik banget dan asap knalpotnya bau menyengat. Setelah di tune up, mesin jadi lebih enteng, adem, torsi naik, tenaga dapat, dan plus bensin jadi lebih irit,” papar Mochamad.

Mesin All New Corolla milik Mochammad telah mendapatkan sentuhan dari bengkel Provis Auto Sport. Terlihat, kabel busi menggunakan NGK Power Cable yang dipesan langsung dari Jepang- dok.Motoris

Agar lebih maksimal, banyak part di bagian ruang mesin juga diganti. Sensor-sensor diganti baru, delco, master rem, hingga selang-selang Samco juga baru, agar performanya makin optimal. Sistem pendingin mesin, radiator dipasang tipe 2 ply lansiran Koyorad Jepang. Untuk kabel busi menggunakan NGK Power Cable yang dipesannya dari Jepang.

Sedangkan pada kaki-kaki, karet-karet dan bushing ikut diganti, termasuk link stabil. Power steering yang bocor juga telah diperbaiki dengan mengganti seal-nya. Shockbreaker ikut dipasang baru dari Tokico Jepang dan per depan/belakang dipotong agar lebih rendah agar tongkrongan lebih asyik, namun tetap aman dan nyaman digunakan harian.

Meski dimodifikasi di bagian luar dalam, bahkan per shockbreaker depan dan belakang dipotong namun Toyota All New Corolla 1997 milik Mochammad tetap nyaman dan aman digunakan sebagai kendaraan harian – dok.Motoris

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang berniat merekondisi All New Corolla AE111. (Lut)

CATEGORIES
TAGS
Share This