Tips Menghindarkan Kaca Mobil Berembun Saat Hujan

Tips Menghindarkan Kaca Mobil Berembun Saat Hujan
Ilustrasi, kaca depan mobil beembun saat hujan deras - dok.Istimewa via Bonanza

Jakarta, Motoris – Kejadian yang kerap dialami pengemudi mobil ketika berkendara di saat hujan adalah kaca mobil baik bagian depan maupun samping dan belakang tiba-tiba berembun, sehingga pandagan pun terganggu dan memunculkan potensi bahaya kecelakaan. Kejadian seperti itu bisa teradi saat peranti pendingin suhu ruang kabin (AC) diaktifkan maupun tidak diaktifkan.

Menurut Service Advisor Mahkota AC, Paku Jaya, Serpong, Suhadi, hal itu terjadi karena pada saat hujan suhu di kabin mobil lebih hangat atau lebih panas dibanding suhu yang ada di luar mobil akibat derasnya guyuran air hujan. Karena perbedaan suhu tersebut, maka udara yang berada di dekat kaca-kaca mobil – yang dingin karena bersentuhan langsung dengan udara dingin di luar – mengalami kondensasi.

“Karena sentuhan antara udara yang dingin dari luar dan udara panas dari dalam kabin yang ada di kaca-kaca mobil itu menyebabkan terjadinya kelembaban atau udara yang menumpuk. Molekul-molekul udara yang tadinya renggang karena udara yang panas di kabin, terkena udara dingin yang secara teori mestinya membeku. Tetapi karena masih ada udara hangat atau panas di kabin akhirnya membentuk kondensasi saja yakni berupa embun,” papar Suhadi saat ditemui, di Paku Jaya, Serpong, Selasa (29/9/2020).

Kaca jendela mobil yang berembun pada saat hujan karena AC yang tidak diaktifkan atau aktif tetapi tidak berfungsi secara maksimal – dok.Istimewa via StartRescue

Padahal, pandangan yang terhalang selama berkendara sangat riskan, karena menimbulkan potensi terjadinya kecelakaan. Pandangan pengemudi yang terhalang embun, tidak akan jelas melihat pengguna kendaraan lain di jalan – baik yang searah maupun yang berlawan arah – melakukan manuver, seperti berbelok, memutar, menyalip, atau bahkan tiba-tiba berhenti.

“Karena dalam kondisi hujan, bahasa isyarat antar pengguna kendaraan khususnya mobil adalah klakson dan lampu (terutama lampu sein, lampu hazard, dan lampu utama). Tetapi, klakson kan sulit diartikan, pengemudi itu mau ngapain selain memberi isyarat keberadaannya, sehingga mau berbelok, mengerem, memutar, itu lampu yang paling berperan. Tetapi, bagaimana kalau pandangan pengemudi terhalang embun? Tentu sangat berbahaya,” papar Suhadi.

Lantaran itulah, sebelum musim hujan dengan intensitas tinggi terjadi di negeri ini, dia mewanti-wanti pemilik mobil agar menyiapkan kondisi AC kendaraannya agar tetap prima. Caranya, mengecek fungsi-fungsi dari bagian-bagian AC, mulai dari filter, evaporator, kondensor, hingga tekanan freon.

Ilustrasi kisi-kisi AC Mobil – dok.Istimewa

“Normalnya, setiap tiga bulan sekali filter AC, evaporator, dan tekanan freon maupun kebersihan kisi-kisi AC harus diperiksa agar fungsinya tetap maksimal, atau setidaknya optimal,” kata dia.

Tekanan freon yang bagus, bisa diukur dari suhu udara dirin yang tersembur di bagian inlet grill atau kisi-kisi AC. Pada keadaan normal suhu di bagian mulut kisi-kisi 5-10 derajat. (Die/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This