Mengenal Toyota 2000GT, Supercar Pertama Jepang

Mengenal Toyota 2000GT, Supercar Pertama Jepang

Tokyo, Motoris – Seiring dengan kesuksesan event Grand Prix yang diselenggarakan di Jepang pada 1963 dan 1964, membuat para penggemar otomotif Jepang saat itu meminta para pabrikan mobil untuk mulai menciptakan produk-produk yang berperforma tinggi.

Toyota pun terdorong untuk memulai langkah baru dalam segmen otomotif yang dijalaninya. Pada 1965, Toyota Sport 800 diperkenalkan sebagai langkah awal Toyota dalam memasuki segmen mobil sport. Mesin yang digunakan ialah flat-twin (2 silinder) berkapasitas 800 cc, bodinya terbuat dari material alloy ringan dan memiliki atap Targa yang dapat dilepas.

Sayangnya, Toyota Sports 800 belum berhasil menggoda konsumen di luar Jepang, karena produk asal Eropa masih mendominasi pasar mobil sport pada era itu. Toyota pun ingin mengembangkan produk yang nantinya menyasar segmen Grand Touring (GT).

Menggandeng Yamaha

Akhirnya, Toyota menggandeng Yamaha untuk mendesain dan mengembangkan produk GT tersebut. Tujuannya ialah menciptakan mobil coupe berperforma tinggi yang praktis, namun tetap nyaman. Lantas jika pemiliknya ingin menggunakan mobil tersebut untuk ajang balap, cukup dengan sedikit sentuhan modifikasi saja. Karena memang sudah memiliki karakter sport yang kental sejak diciptakan.

Prototipe mobil GT kolaborasi Toyota dan Yamaha tersebut akhirnya dapat ditampilkan pada ajang Tokyo Motor Show ke 12, musim gugur 1965. Meski unitnya hanya duduk manis di atas panggung, namun mobil berbodi alumunium itu berhasil menebar sensasi ke setiap pengunjung acara.

Baca juga: Porsche Ungkap Rahasia Pemilihan Nama 911

Toyota 2000GT pernah jadi salah satu kendaraan James Bond, era Sean Connery. (drivetribe.com)

Bahkan sejumlah pelanggan Toyota yang berasal dari kalangan papan atas, sangat menyukai mobil konsep ini dan ingin segera membeli unit produksinya. Toyota memanfaatkan peluang emas setelah pameran akbar di Tokyo tersebut.

Selain mengembangkan dan menyempurnakan segala aspek dari unit prototipe yang telah dibuat, Toyota juga mengikutsertakannya dalam event balap Speed Trials yang diadakan di Yatabe High Speed Testing Course pada 1966. Langkah ini tak lain untuk mendemonstrasikan performa dari mobil tersebut.

Setelah mengikuti balap ketahanan selama 72 jam non-stop tersebut, Toyota 2000GT mampu bertahan di bawah derasnya hujan dan mencatat kecepatan rata-rata sekitar 206 kpj, di setiap putaran sirkuit. Prestasi tersebut tentu saja diganjar dengan memecahkan 3 rekor dunia dan 13 rekor internasional dalam aspek kecepatan dan ketahanan. Inilah bukti bahwa Toyota mampu menggabungkan teknologi modern dengan keandalan untuk mobil GT berperforma tinggi.

Mei 1967, Toyota memperkenalkan 2000GT untuk pasar domestik di Jepang. Mobil ini dibuat secara volume rendah dengan menggunakan material yang eksotis dan tingkat spesifikasi yang belum pernah diterapkan oleh Toyota sebelumnya. Karena 2000GT merupakan produk yang spesial, maka Toyota menunjuk Yamaha untuk melaksanakan kegiatan produksinya, agar segala pekerjaan dapat dilakukan secara mendetail.

Interior Toyota 2000GT setir kiri untuk pasar AS. (MotorTrend)

Spesifikasi dan Desain

Toyota 2000GT memiliki bodi coupe rancangan Jiro Kawano dan Satoru Nozaki. Tubuh 2000GT memiliki proporsi dan bahasa desain dari sebuah mobil sport era 1960an. Bagian depannya yang panjang, fender depan yang berotot, sudut overhang depan yang pendek, dan atap fastback dengan pintu bagasi model hatchback. Bodi ini ditopang oleh konstruksi chassis berbentuk X.

Baca juga: Ducati Siapkan Taman Bermain Tematis, Mirip Ferrari

Banyak yang menganggap bahwa fisik mobil ini terinspirasi dari bentuk Jaguar E-Type, namun desain 2000GT memiliki fitur yang tidak pernah ada pada mobil-mobil GT era tersebut. Ciri utama 2000GT ialah keempat lampu depannya, yakni sepasang terletak pada sisi gril dan sepasang lainnya beroperasi secara pop-up. Lampu belakangnya diaplikasikan pada panel besi, bukan menempel langsung pada bodi.

Karakter interior Toyota 2000GT amat berbeda dengan gaya Toyota pada umumnya, karena condong ke desain interior mobil sport Eropa. Meski ruang kabinnya tidak tergolong lapang, namun tetap memiliki aspek kenyamanan dan kemewahan yang tidak pernah ada pada produk Toyota mana pun. Dashboard dengan panel kayu rosewood, menutupi bagian console tengah, hingga lingkar setir yang juga terbuat dari material kayu. Bahkan terdapat opsi sistem a/c untuk 2000GT.

Panel instrumen ditata seperti mobil GT pada umumnya, dengan dua indikator besar di balik setir, yakni tachometer dan speedometer. Sedangkan lima indikator lainnya diletakkan di atas unit radio dan pada panel dashboard tengah tersebar beberapa switch kontrol.

Mesin Toyota 2000GT yang legendaris. (MotorTrend)

Di balik kap mesin Toyota 2000GT teronggok jantung mekanis 6 silinder DOHC berkapasitas 2,0 liter racikan Yamaha. Mesin yang mengambil basis mesin Toyota Crown ini memiliki 3 unit karburator two-barrel Solex 40 PHH dan mampu menghasilkan tenaga maksimal 150 hp dan torsi puncak 176 Nm. Namun ada 9 unit Toyota 2000GT yang menggunakan mesin 6 silinder SOHC 2,3 liter bertenaga 140 hp, khusus untuk pasar Amerika.

Toyota 2000GT menggunakan transmisi manual 5-speed dan opsi transmisi otomatis 3-speed baru tersedia di tahun 1969. Toyota memasang fitur limited-slip pada gardan dan sistem rem cakram di keempat rodanya. Sehingga membuat Toyota 2000GT menjadi mobil Jepang pertama yang menggunakan kedua fitur tersebut sebagai perlengkapan standar.

Kemampuan Toyota 2000GT versi standar pun dianggap fenomenal saat itu. Akselerasi 0-100 kpj dapat ditempuh dalam tempo 8,6 detik dan top speed mencapai 217 kpj. Performa tersebut langsung membuatnya disebut sebagai supercar pertama asal Jepang. Predikat itu semakin diperkuat melalui kesuksesannya di ajang motorsport, seperti pada Fuji 24-Hour Race 1967 dan SCCA Production Car Race 1968.

Ketenaran Toyota 2000GT juga merambah layar lebar, dengan menjadi salah satu bintang di film James Bond yang diperankan oleh Sean Connery, yakni You Only Live Twice. Namun khusus pada film ini, bodi Toyota 2000GT mengalami modifikasi, karena Sean Connery sulit untuk masuk ke dalam kabinnya.

Akhirnya Toyota pun memotong bagian atap dan membuat 2000GT tersebut menjadi sebuah mobil open-top, hanya dalam dua minggu sebelum film itu mulai digarap. Selama 4 tahun dipasarkan, tak kurang dari 351 unit 2000GT yang dibuat oleh Toyota. (adp)

Desainnya memang mencerminkan sosok super car. (MotorTrend)

CATEGORIES
TAGS
Share This