Setengah Abad Mercedes-Benz Stroke/8

Setengah Abad Mercedes-Benz Stroke/8

Stuttgart, Motoris – Persis 50 tahun silam, tepatnya tanggal 9 dan 10 Januari 1968, Mercedes-Benz memperkenalkan satu saloon untuk segmen pasar medium ke atas. Produk itu terbagi dalam dua model, yakni W115 bermesin 4 silinder dan 5 silinder, serta W114 yang menggunakan 6 silinder. Keduanya menjadi pilar penting bagi Mercedes-Benz untuk dalam benang merah jajaran E-Class di era selanjutnya.

Para penggemar Mercedes-Benz biasa menjuluki jajaran model W115 dan W114 dengan sebutan Stroke/8 atau Strich Acht dalam bahasa Jerman. Selain varian saloon, merek Jerman ini kemudian memperkenalkan bodi coupé, long wheelbase saloon, dan chassis untuk model khusus.

Baik W115 maupun W114, memiliki dimensi dan ciri fisik yang identik. Beberapa perbedaan mencolok, terdapat pada bentuk grille, bumper, dan sejumlah bagian trim lain. Pada debutnya, Mercedes-Benz memasarkan tipe 200 D dan 220 D untuk varian diesel, sedangkan untuk mesin bensin tersedia tipe 200, 220, 230, serta 250.

Hasilnya, Mercedes-Benz Stroke/8 dinilai menjadi mobil yang amat modern, dari perspektif desain dan aspek teknis saat itu. Pengembangan model baru ini diawali pada tahun 1961, sesuai dengan arahan Prof Dr Fritz Nallinger, salah satu anggota Board of Management Daimler-Benz AG. Ia ingin mengembangkan potensi pasar Mercedes-Benz melalui fokus yang lebih besar terhadap segmen mobil premium.

Beberapa tahun berikutnya, Paul Bracq, dari departemen desain di bawah pimpinan Friedrich Geiger, memperlihatkan hasil goresan tangannya di atas kertas. Hal tersebut menjadi beberapa pondasi awal bagi Mercedes-Benz untuk menciptakan kendaraan baru untuk segmen menengah ke atas.

Baca juga: Opel GT, Miniatur Corvette ala Jerman

Head Engineer Hans Scerenberg (kiri) mempresentasikan model terbarunya, (ki-ka) 220 D (W 115), 280 S (W 108), dan 250 (W 114), dalam presentasi generasi baru Mercedes-Benz di Sindelfingen, 9-10 Januari 1968. (Daimler)

Platform Baru

Selain bentuk bodi yang segar, rancangan teknis pun turut modern. Chassis terdiri dari dua subframe yang disambung dengan sejumlah bushing karet. Di bagian depan, komponen suspensi menggunakan double wishbone, sedangkan untuk suspensi bagian belakang menerapkan sistem semi-trailing-arm, atau yang Mercedes-Benz sebut dengan diagonal swing axle. Hasilnya ialah kenyamanan berkendara khas Mercedes-Benz, tanpa harus kompromi dengan kestabilan saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Untuk pertama kalinya, Mercedes-Benz memasang sistem rem cakram di empat roda pada produk menengah ke atas. Selain itu, Mercedes-Benz juga menawarkan opsi power steering dan sistem hydraulic level control atau sistem self-levelling pada model Stroke/8 ini.

Sebelum model Stroke/8 mulai diproduksi, Mercedes-Benz mengembangkan berbagai komponen keselamatan pasif dengan perhitungan yang cermat, termasuk melakukan uji benturan (crash test) hingga 26 kali.

Usai memperkenalkan varian bodi saloon pada Januari 1968, Mercedes-Benz meluncurkan varian coupé, November 1968 dan bodi long wheelbase saloon pada Desember 1968. Pada tahun-tahun berikutnya, varian mesin bensin melalui tipe 230.4, 280, dan 280 E. Sedangkan untuk varian mesin diesel hadir tipe 240 D dan 240 D 3.0 (atau disebut 300 D di pasar Amerika).

Facelift pun dilakukan pada 1973, tak hanya pada eksterior, namun juga merambah sektor kabin. Hingga akhir produksinya pada 1976, Mercedes-Benz Stroke/8 berhasil terjual lebih dari 1,9 juta unit. Angka tersebut juga menjadi prestasi pertama bagi Mercedes-Benz dalam mencapai lebih dari 1 juta unit untuk satu line-up model. (adp)

Produksi ke dua juga unit kendaraan penumpang Mercedes-Benz sejak 1946, adalah 220D, dari jajaran model Stroke/8, seri W 115 di pabrik Sindelfingen, 9 Mei 1968. (Daimler)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS