Jurus AHM Tangkal Black Campaign pada Honda CRF150L

Jurus AHM Tangkal Black Campaign pada Honda CRF150L

Jakarta, Motoris – Andalan terbaru PT Astra Honda Motor (AHM) di segmen sepeda motor sport trail, adalah Honda CRF150L, meluncur November 2017 lalu. Bermain di segmen baru, AHM tampak agak hati-hati dalam menyikapi potensi terjadinya black campaign pada model baru ini karena konsumen yang gagal paham.

Makin maraknya kegiatan petualangan naik motor trail, blusukan ke dataran off-road, melintasi anak sungai, sampai ke menanjak ke pegunungan membuat kondisi berkendara sama sekali beda dari kondisi berkendara pada umumnya (jalan aspal). Banyak juga konsumen CRF150F yang belum sepenuhnya paham, soal karakteristik sepeda motor ini.

Sepeda motor yang sebenarnya sudah punya kemampuan menaklukan satu medan atau kondisi ekstrem tertentu, harus mengakui kondisi sebaliknya. Padahal, bukan salah sepeda motornya, tetapi si empunya kurang paham bagaimana karakteristik dan menanggulangi kondisi itu di alam bebas. Lebih parah lagi, kalau ketidaktahuan ini jadi viral, bahkan jadi modal kompetitor menciptakan kampanye hitam (black campaign).

Lewat pernyataan resminya, AHM kemudian melansir saran resmi bagi konsumen pemula, yang mau melakukan aksi jelajah menantang dengan Honda CRF150L. Simak, isinya berikut ini. (sna)

Baca juga: Untung Rugi Pakai Filter Terbuka pada Motor

Konsumsi oli, settingan rem, ketegangan rantai, jadi beberapa faktor yang wajib dipahami. (AHM)

Beberapa bulan yang lalu para pencinta motor Tanah Air di Indonesia dikejutkan dengan hadirnya All New Honda CRF150L yang bisa digunakan jalan raya (On Road) maupun adventure (Off Road). Karakteristik berkendara di jalan raya (On Road) jauh berbeda dengan cara berkendara di jalan berlumpur ataupun berpasir. Supaya tetap asik trabas alias menjelajahi jalanan menantang, ini dia saran dari PT Astra Honda Motor (AHM) bagi para penggiat motor trail dalam merawat sepeda motornya.

 OLI :

Bagi para Off Roader, berkendara dengan sering membuka dan menutup handle gas merupakan hal yang lumrah bagi mereka pencinta adventure sesuai dengan kondisi jalan yang dilaluinya. Dengan karakter seperti itu kerja mesin lebih maksimal dan mesin cepat panas sehingga oli mesin lebih mudah menguap. Oleh karena itu, disarankan menggunakan oli mesin dengan tingkat keenceran yang cukup tinggi seperti pada varian AHM Oil MPX-1 10W-30. Standar yang dikeluarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM), setiap 4.000 km disarankan melakukan pergantian oli mesin. Akan tetap para off roader harus lebih sering melakukan pengecekan dengan cara melihat stik level oli mesin apakah masih sesuai dengan standar ketinggian oli atau kurang dari standar. Jika ada dibatas bawah, maka tambahkan oli baru sampai dengan batas tengah.

THROTTLE GAS & TUAS HANDLE KOPLING :

Permainan gas merupakan hal sering dilakukan pada dunia off road. Setingan throttle gas atau tuas gas menjadi perhatian lebih bagi para off roader. Untuk mendapatkan tarikan motor yang responsif, para rider dapat mempertahankan jarak bebas tuas gas dengan jarak 2-6 mm. Hal serupa dengan handle kopling, permasalahan yang biasa terjadi adalah kopling slip pada dunia off road maupun on road. Hal ini dapat dicegah dengan cara menjaga jarak main bebas kopling sebesar 10-20 mm dan hindari penggunaan setengah kopling bersamaan putaran handle gas yang tinggi.

RANTAI RODA :

Pencinta off road pasti sering mengalami gesekan pada rantai roda motor anda, hal ini akibat hausnya pada rantai roda itu sendiri maupun swing arm kendaraan anda. Rantai roda yang kendor dapat mengenai secara langsung swing arm motor. Lakukanlah pengecekan pada drive chain slider pada bagian depan dan belakang dari swing arm motor anda serta lakukan pengencangan pada rantai roda anda sebelum bermain off road. Hal yang kedua, jangan pernah mencuci rantai roda dengan minyak sembarangan namun cukup lumasi dengan chain lube untuk menjaga kehausan dari rantai roda.

Karakter dan kondisi berkendara yang berbeda butuh pengetahuan khusus. (AHM)

RIM LOCK :

Rim Lock atau stopper ban atau yang sering disebut dengan enduro merupakan sebuah perangkat mekanis yang berfungsi untuk mengunci velg antara ban dalam dan ban luar, khususnya saat ban dalam keadaan pengurangan tekanan angin. Hal ini dapat berpotensi mengakibatkan slipnya ban dalam dan robeknya pentil ban kendaraan anda. Untuk All New Honda CRF150L, velg depan dan belakang motor ini sudah disediakan lubang yang dapat dipasangi oleh Rim Lock.

STEERING NUT:

Motor trail ini memang sangat cocok untuk manufer loncat-loncatan. Namun rider harus sering mengecek pada steering stem dengan cara mencoba kelancaran dari steering kemudi, saat belok ke kanan maupu ke kiri. Jika steering stem kendaraan pada off roader mengalami seret atau terlalu kendor saat manuver berbelok, segeralah datang Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) sebagai bengkel resmi motor Honda untuk dilakukan setting atau pergantian bearing pada sterring stem.

PGM-FI :

Motor All New Honda CRF150L telah dilengkapi dengan sensor bank angle yang berfungsi untuk mematikan mesin secara otomatis ketika motor mengalami kemiringan 55 5 derajat selama 5 detik saat motor terjatuh. Rider tidak perlu panik jika mengalami hal seperti ini. Cukup tegakkan lagi kendaraan, posisi kunci di off kan kemudian di on kan kembali dan lalu starter ulang motor anda. salah satu keuntungan lainnya, PGM-FI Honda dapat menyesuaikan kondisi lingkungan saat berkendaraan tanpa perlu mengatur campuran bahan bakar dan udara saat berpindah-pindah lingkungan berkendara. Oiya, jika motor dalam keadaan miring karena gaya sentrifugal saat berbelok, mesin akan tetap menyala dan terus temani rider trabasan.

Sudah dicek semua? Saatnya berpetualang trabas jalanan!

CATEGORIES
TAGS
Share This