Dua Harley Modifikasi Harumkan Indonesia di Italia

Dua Harley Modifikasi Harumkan Indonesia di Italia

Jakarta, Motoris – Dua dari tiga motor custom yang berangkat bersama Suryanation Motorland ke ajang Motor Bike Expo (MBE) 2018 di Veronafiere, Verona, Italia, berhasil menggaungkan nama Indonesia. Keduanya terpilih sebagai kandidat The King Motor Bike Expo 2018.

Sepeda motor hasil modifikasi itu milik, Lufti Ardika karya Queen Lekha Chopper dan Andika Pratama dari Kromworks.

“Bisa masuk nominasi 10 motor terbaik sudah jadi kebanggaan, karena dua motor ini menjadi motor pertama dari Asia yang tampil di Motor Bike Expo 2018 dan langsung masuk menjadi nominasi. Saya berharap apresiasi ini menjadi inspirasi bagi teman-teman builder lain di Tanah Air untuk berkarya lebih baik lagi.” ujar Ari K Wibowo selaku Brand Manager Surya

Kedua motor olahan builder lokal tersebut dirancang menggunakan basis Harley-Davidson. Untuk karya Yayack dari Queen Lekha menggunakan HD Shovelhead lansiran 1979 yang dibuat bergaya traditional chopper.

Motor penyandang gelar The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017 ini digarap selama enam bulan. Secara teknis hampir tidak ada kesulitan, namun dikarenakan proses pengerjaan komponennya lebih dari 80 persen dibuatan sendiri alias handmade, jadi sedikit memakan waktu.

Baca juga: Volkswagen Golf GTI, Pelopor Hot-Hatch Dunia

Peserta Indonesia membawa tiga motor modifikasi custom pada Motor Bike Expo (MBE) 2018 , Verona, Italia. (Suryanation)

Selain detail dan rapih, salah satu yang menarik pada motor ini adalah teknik pengecatan pada bagian tangki yang berlapis krom. Tidak mudah untuk melakukan teknik tersebut karena dibutuhkan keahlian khusus.

Sementara untuk motor kedua adalah HD Softail Evolution milik Andika Pratama. Untuk yang satu ini cukup spesial karena seluruh konstruksinya dibangun menggunakan material stainless steel yang juga menjadi jawara utama dalam gelaran Kustomfest 2017 lalu.

Andika mengarap motor ini selama kurang lebih 8 bulan, tingkat kesulitan tentu ada pada pengolahan material stainless steel. Memang tidak mudah apalagi rangka juga didaur ulang menggunakan model rigid, tidak mengikuti bawaan aslinya.

Tidak hanya rangka yang berbahan material anti karat, namun hampir seluruh komponennya. Mulai dari tangki, seater, suspensi depan, head lamp, knalpot, fairing, sampai oil tank.

Meski akhirnya dua motor ini hanya masuk urutan delapan terbaik, namun keduanya sudah berhasil menyingkirkan 240 motor custom lain, mayoritas dari peserta Eropa. Selain itu, ini merupakan prestasi terbaik karena untuk kali pertama ada dua builder asal Indonesia yang bisa bersaing dengan builder internasional lainnya. (SQL)

CATEGORIES
TAGS
Share This