Datsun 240Z, Sang Juru Penyelamat Nissan

Datsun 240Z, Sang Juru Penyelamat Nissan

Yokohama, Motoris – Hampir semua produsen mobil di dunia, menganggap Amerika adalah pasar mobil yang cukup menjanjikan. Satu kondisi yang akhirnya menjadi barometer bagi setiap pabrikan mobil. Nissan adalah perusahaan kecil yang memiliki visi besar akan kesuksesan dalam dunia otomotif.

Pada era 1960-an mobil sport dan muscle car sedang booming di negeri paman sam. Akhirnya, setiap pabrikan saling berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang dapat mengakomodir selera konsumen, tak terkecuali Nissan.

Nissan kemudian berkolaborasi dengan Yamaha untuk merancang prototipe mobil sport. Sebagai salah satu pemain lama dalam dunia mobil sport, jajaran eksekutif Nissan melihat potensi yang bagus, seiring dengan rencana untuk membuat mobil sport terbaru. Amerika adalah target utama mereka. Ide tersebut mulai dilakukan pada awal tahun 1960.

Pada 1964, Nissan ternyata tidak menyetujui ide mesin DOHC 2,0 liter buatan Yamaha dan proyek mobil sport itu kemudian tenggelam.  Di lain sisi, akhirnya Yamaha tetap meneruskan prototipe tersebut dan mengajukan proposal kepada Toyota, hasilnya adalah Toyota 2000GT yang diluncurkan pertama kali pada tahun 1967.

Baca juga: Mengenal Toyota 2000GT, Supercar Pertama Jepang

Datsun 240Z, salah satu mobil sport tersukses Jepang di dunia. (Nissan-Datsun)

Proyek Baru

Yutaka Katayama, President of Nissan USA saat itu, menyadari akan pentingnya model sport dengan harga yang terjangkau. Nissan telah meraih sukses lewat Fairlady Roadster yang mampu bersaing dengan mobil roadster asal Inggris dan Italia. Kemudian, para staf produksi menginginkan satu mobil Grand Touring (GT) yang bagus, inovatif, kencang, dan relatif murah karena saling berbagi suku cadang dengan produk Nissan yang lain.

Prototipe tersebut mulai dikerjakan pada tahun 1966, dengan model tanah liat sebagai mock-up. Proyek ini didesain oleh tim yang dipimpin Yoshihiko Matsuo, pimpinan dari Nissan Sports Car Styling Studio. Produksi Nissan Z dimulai Oktober 1969, dengan dua macam versi. Pertama, untuk pasar Jepang dan kedua untuk Amerika.

Jika Fairlady Z memiliki desain dasar mesin empat silinder dari Datsun 510, maka untuk versi Jepang menggunakan mesin 6 silinder L20A 2,0 liter 130 hp dan transmisi 5-speed. Sedangkan, 240Z punya mesin 6 silinder L24 2,4 liter bertenaga 151 hp dan transmisi 4-speed. Selanjutnya, varian Z yang terakhir, Z432 (PS30) memiliki mesin 6 silinder S20 DOHC 2,0 liter berperforma tinggi dari Nissan Skyline GT-R.

Memang tersedia opsi transmisi otomatis 3-speed, namun konsumen kurang menyukainya. Sektor kaki-kaki merupakan salah satu fitur unggul yang dimiliki oleh mobil ini. Keempat rodanya mengusung suspensi independen dengan MacPherson strut di depan (yang diambil dari Datsun Laurel C30) dan Chapman strut untuk belakang. Rem cakram depan dan teromol belakang, merupakan perangkat standar.

Baca juga: Opel GT, Miniatur Corvette Ala Jerman

Datsun 240Z terjual sekitar 1,6 juta unit dalam lima generasi. (Nissan-Datsun)

Seri Z

Di Jepang, mobil ini selalu dikenal dengan nama Fairlady agar mengingatkan akan mobil sport Nissan pendahulunya. Namun, Katayama berusaha keras agar mobil yang dikirim untuk pasar ekspor harus menggunakan emblem DATSUN. Pada awal 1970, 240Z memiliki emblem 240 di pilar B. Ada lubang udara dibawah kaca pada pintu hatchback-nya. Di pertengahan tahun 1971, emblem pada pilar B tersebut diganti dengan huruf Z, dan tidak ada lubang udara di pintu hatchback lagi.

Seri Z ini adalah salah satu mobil sport dengan penjualan terbaik sepanjang masa, dengan hasil 1.685.000 unit dalam lima generasi. Prestasi ciamik sekaligus penyelamat bagi wajah Nissan dalam persaingan di segmen mobil sport di pasar Amerika. 240Z juga berhasil mengangkat citra mobil Jepang yang ternyata tidak hanya mampu membuat mobil berukuran kecil saja, juga memberikan inspirasi bagi para tuner di banyak negara.

Generasi pertama seri Z dikenal sebagai mobil yang memiliki akselerasi cepat dan handling mantap. Mobil ini bahkan dapat menandingi mobil sport era tersebut, sebut saja Jaguar, BMW, atau Porsche 911, namun dengan harga yang lebih murah dan biaya perawatan yang ringan. Faktor ini membuat 240Z sangat digemari karena tidak dibebani regulasi emisi bahan bakar dan dilengkapi mesin kompresi tinggi. Bahkan pada tahun 1998, Nissan sempat menjual kembali 240Z yang telah direstorasi pada dealer resminya.

Saat ini desain 240Z masih terlihat segar, padahal usianya sudah nyaris setengah abad. Apalagi lekuk bodi yang seksi selalu menyiratkan kalau mobil ini mampu berlari kencang dan punya nilai keeksotisan layaknya sebuah Alfa Romeo. Lebih terlihat seperti mobil buatan Italia, padahal 240Z lahir dari produsen mobil massal.

Aura mobil sport era 70-an sangat terasa. Dengan posisi duduk yang rendah dan dashboard yang dilengkapi berbagai indikator. Suasana kabin memang jauh dari kesan mewah, karena Nissan menginginkan gaya interior yang fungsional. Sederhana, tapi tidak murahan.

Baca juga: Volkswagen Golf GTI, Pelopor Hot-Hatch Dunia

Datsun 240Z, kerap mengikuti berbagai kejuaran balap dunia, salah satunya reli safari. (Nissan-Datsun)

Paket Lengkap

Meski suara enam silindernya tergolong halus dan rata, tapi suara knalpotnya sangat mirip dengan mobil bermesin V8. Sepertinya itu salah satu mengapa 240Z cukup diminati oleh orang Amerika. Torsi mesin 240Z sudah tersedia sejak putaran bawah, cukup untuk bergelut dengan lalu lintas kota modern maupun diajak berakselerasi di jalan raya. Salah satu kunci lain untuk mendapatkan hasil terbaik dalam mengendarai 240Z adalah menggunakan gigi yang tepat dari transmisinya.

Walau desain mesinnya diambil dari Datsun 510 Bluebird, cylinder head alumunium 240Z ini dilengkapi klep dengan ukuran lebih besar, kompresi yang lebih tinggi dan profil camshaft dengan derajat lebih tinggi. Maksudnya, agar ketika pedal gas diinjak penuh, maka semua komponen itu akan membantu kinerja sepasang karburator SU-Hitachi untuk mengalirkan bahan bakar menjadi akselerasi yang mengagumkan.

Suspensinya cukup mantap untuk pemakaian jalan raya, namun roda belakangnya masih terasa sedikit gugup jika dipaksa untuk menikung tajam. Inilah mengapa 240Z dianggap seperti jagoan di jalan bebas hambatan. Salah satu keunggulan lain dari 240Z ini ialah pengaplikasian sistem kemudi rack-pinion. Sehingga pengendalian maupun koreksi arah setir dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Karena ketika semakin cepat 240Z melaju, maka bagian depannya akan terasa semakin ringan pula.

Nissan sempat berusaha mendongkrak kredibilitas 240Z lewat dunia motorsport, baik di ajang balap sirkuit maupun reli. Posisi terdepan di event bergengsi, seperti pada reli Monte Carlo dan reli Safari langsung diraih oleh 240Z. Tapi pasar di Amerika yang menjadi bagian dari keberhasilan penjualan 240Z. Sederhanya, 240Z memberikan paket lengkap yang diharapkan oleh setiap orang: bodi seksi, handling tajam dan mesin berperforma hebat, namun dengan kenyamanan yang cukup, interior yang cukup lega, serta kesederhanaan teknologi khas produk asal Jepang. (ADP)

Datsun 240Z, juga digunakan pihak kepolisian Jepang. (Nissan-Datsun)

CATEGORIES
TAGS
Share This