Saksi Bisu Kampung Halaman Royal Enfield di Inggris

Saksi Bisu Kampung Halaman Royal Enfield di Inggris

London, Motoris – Mungkin tak banyak yang mengetahui Redditch, salah satu kota kecil di Inggris, tepatnya 24 km di sebelah selatan Birmingham. Tapi, bagi pengendara dan penggemar sepeda motor Royal Enfield, kota tersebut menjadi tempat yang legendaris.

Redditch menjadi terkenal di mata dunia selama masa Revolusi Industri karena keunggulan produksi jarum dan pancing. Kota ini merupakan lokasi pertama Royal Enfield ketika diluncurkan pada 1901 yang telah dilengkapi dengan peralatan mesin produksi.

Kota ini juga menjadi saksi bisu Perang Dunia II dan telah melahirkan banyak bibit unggul ahli mesin yang terampil dalam membuat bagian presisi, seperti mesin bor, mesin pemotong, welding rig, dan mesin bubut pada pabrik yang letaknya di bawah tanah. Pabrik ini didirikan pada lokasi tambang batu yang telah ditinggalkan di Westwood, dekat Bradford, Avon.

Pabrik bawah tanah Royal Enfield ini tahan akan ledakan bom. Sehingga cukup aman dari intaian musuh. Fasilitas ini tidak hanya memproduksi motor saja, namun juga senjata, termasuk alat prediksi untuk pengendalian senapan anti-pesawat yang akurat. Di dalamnya, dilengkapi dengan berbagai peralatan yang pada saat itu cukup asing didengar, seperti alarm anti-asap dan AC dengan kontrol kelembaban.

Meski berada di bawah tanah, pabrik Royal Enfield ini juga secara khusus menyediakan ruangan di mana para pekerja tetap dapat memperoleh sinar matahari langsung. Menariknya, mayoritas para pekerja di Westwood adalah wanita, karena sebagian besar kaum pria harus bergabung di angkatan bersenjata.

Baca juga: Datsun 240Z, Sang Juru Selamat Nissan

Pabrik bawah tanah Royal Enfield di Redditch, Inggris. (Royal Enfield)

Motor Sipil

Pecahnya Perang Dunia II memupuskan rencana produksi sepeda motor sipil Royal Enfield. Pada masa perang ini, semua warga dan produsen di Inggris ikut bergabung. Termasuk Royal Enfield yang menghentikan produksi sepeda motor sipil dan mulai mengembangkan sepeda motor khusus perang yang disebut Flying Flea untuk angkatan bersenjata.

Motor yang didukung mesin 2-langkah berkapasitas 125 cc ini segera digunakan oleh angkatan bersenjata Inggris, khususnya pasukan terjun payung. Royal Enfield yang dikenal sebagai model WD / RE dirancang secara khusus sehingga dapat dijatuhkan dengan parasut ke wilayah musuh untuk membantu pasukan udara dalam membangun jalur komunikasi pada pertempuran Arnhem pada 1944.

Setelah masa perang, pabrik bawah tanah Royal Enfield terus mengelola suku cadang yang akhirnya melengkapi semua komponen pada sepeda motor. Di bawah kendali perusahaan yang baru dibentuk, Enfield Precision Engineering, fasilitas tersebut hanya memproduksi motor tipe Interceptor antara 1967 – 1970. Kemudian beberapa mantan karyawan Enfield mengambil alih bagian Westwood dan menggunakannya sebagai bengkel selama dua dekade.

Bahkan sampai saat ini area penyimpanan masih digunakan oleh perusahaan keamanan swasta sebagai fasilitas arsip dan loker. Lantas beberapa mesin dan peralatan dari pabrik bersejarah ini masih bisa ditemukan di lokasi yang merupakan peninggalan dari pabrik awal Royal Enfield.

Legenda motor terjun payung Flying Flea adalah yang pertama kali memamerkan logo monogram Royal Enfield. Ini terkait erat dengan karakter kota, yang mana tanda Redditch kemudian dihias dengan desain sayap, dan akhirnya diadopsi oleh Royal Enfield Classic. Sedangkan tanda Redditch yang asli telah dihidupkan kembali untuk digunakan pada seri Royal Enfield Classic Redditch. (ADP)

Model motor yang diproduksi Royal Enfield pada Perang Dunia II, model WD atau RE. (Royal Enfield)

CATEGORIES
TAGS
Share This