Sudah Tahu Fungsi Segitiga pada Rem Tromol Motor?

Sudah Tahu Fungsi Segitiga pada Rem Tromol Motor?

Jakarta, Motoris – Sebagian besar sepeda motor yang dipasarkan saat ini menggunakan dua jenis rem kombinasi, depan cakram dan belakang tromol. Mungkin, banyak biker yang tidak terlalu memperhatikan, tapi tahukah kalau ada bentuk segitiga pada tutup rem tromol fungsinya untuk apa?

Jadi, segitiga ini merupakan indikator yang memang dibuat oleh pihak pabrikan motor, sebagai petunjuk kepada pengguna, kondisi kampas rem tromol. Fungsinya, sebagai alat pemantau, yang bisa diperhatikan secara visual, kapan waktu yang tepat untuk mengganti kampas rem.

Biasanya pemotor hanya mengidentifikasi tebal-tipis kampas rem belakang dari feeling. Bisa juga dari kekuatan injakan pada pedal rem. Bila terlalu dalam mengartikan kampas rem sudah tipis dan waktunya diganti, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena bila distel ulang masih bisa bekerja, maka belum waktunya mengganti.

Indikator ketebalan kampas rem ini bisa diperhatikan dari pada tutup tromol, tepatnya dekat dengan tuas penarik rem yang berbentuk segitiga. Sementara untuk mengetahui apakah daging kampas masih tebal atau sebaliknya, caranya cukup mudah.

Baca juga: Deteksi Masalah Rem dari Butiran Debu

FOLLOW IG @MotorisIndonesia-Grafis Motoris-Honda Menyalip Daihatsu, Mitsubishi Menyodok Suzuki

“Kehausan kampas bisa dipantu dari tutup tromol, biasanya terdiri dari plat indikator dan dua tanda garis ketebalan. Garis pertama menandakan kampas sudah habis, yang kedua kampas rem masih tebal,” ujar Rudy staf teknisi Pro Band di Condet, Jakarta Timur, pekan lalu.

Untuk melihat kondisinya, kata Rudy, tinggal injak saja pedal rem. Nanti indikator pada tromol akan menunjukan level keauasan pada kampas. Bila posisi ujung segitiga menunjukan ada di garis depan, maka kampas rem masih normal atau cukup tebal. Jika ada di tengah-tengah artinya porsi ketebalan masih 50 persen.

“Tapi kalau diinjak posisi indikator ada di belakang, itu tandanya sudah wajib diganti karena permukaan kampas sudah menipis,” ucap Rudy.

Rudy mengingatkan, biasanya tampilan kampas rem yang sudah habis terlihat masih tebal saat dibongkar, padahal lapisan sudah menipis. Risiko membiarkan kampas yang menipis terus digunakan sangat bahaya bagi keselamatan, selain itu juga merugikan karena bisa membuat daging tromol rusak karena aus. (SQL)

CATEGORIES
TAGS
Share This