Suzulight, Si Mungil Penentu Nasib Bisnis Suzuki

Suzulight, Si Mungil Penentu Nasib Bisnis Suzuki

Hamamatsu, Motoris – Suzuki memang dikenal sebagai salah satu pabrikan mobil dengan karakter kompak yang sudah melekat sejak lama. Kembali ke 1954, ketika Suzuki Motor Company Limited berdiri dan Michio Suzuki merancang serta mengembangkan mobil pertamanya, bersama tim yang terdiri dari para engineer muda berusia 20 tahunan.

Mengusung spirit Yaramaika (atau dapat diartikan sebagai ‘Let’s do it) yang telah mengakar pada setiap masyarakat di wilayah Enshu, tempat asal Suzuki. Michio Suzuki dengan cepat melakukan riset mengenai beragam kendaraan yang diproduksi di belahan dunia lain dan akhirnya memperoleh bekal pengetahuan yang banyak untuk membuat mobil perdana Suzuki, yakni Suzulight.

Suzuki memakai beberapa mobil buatan Eropa sebagai tolok ukur bagi Suzulight, sebagai contoh ialah Austin 7 buatan Inggris. Mobil tersebut merupakan salah satu pilihan popular bagi banyak orang di eranya dan harganya cukup terjangkau.

Suzulight memiliki dimensi yang kompak dan memiliki bobot sedikit di atas 500 kg. Sebagai sumber tenaga, dipasang mesin dua-langkah, dua silinder, berkapasitas 360cc, bertenaga 15 PS. Suzulight juga tergolong mobil dengan teknologi mutakhir saat itu, karena sudah menggunakan suspensi independen dengan per keong dan sistem kemudi rack and pinion.

Baca juga: Datsun 240Z, Sang Penyelamat Nissan

Salah satu model legendaris Suzuki yang dikenal Indonesia, adalah Suzuki Jimny Jangkrik, era 1980-an. (Motoris)

Selain itu, Suzulight juga sesuai dengan segmen kendaraan Keijidosha atau Kei-car yang berukuran kompak, sehingga Michio Suzuki bersama timnya segera melakukan pengembangan untuk uji layak jalan. Sebagai prototipe, Suzulight pernah diajak menaklukkan rute pegunungan Hakone, antara Hamamatsu dan Tokyo, melibas rute yang bukan jalan aspal sejauh 300 km. Meski tiba di kota Tokyo pada larut malam, tim Suzuki disambut oleh President of Yanase Auto.

Kepala otoritas industri kendaraan roda empat di Jepang itu kemudian turut menjajal Suzulight dan terpukau dengan mobil mungil tersebut. Michio Suzuki dan timnya mendapat persetujuan penuh untuk memproduksi Suzulight. Mulai Oktober 1955 dan Michio Suzuki menyerahkan dua unit pertama kepada para dokter yang selalu menggunakan kendaraan praktis untuk aktivitas harian.

Pada awal produksi, hanya 3 sampai 4 unit Suzulight yang diproduksi per bulan. Tapi, awal 1956 kapasitas produksi mencapai 30 unit per bulan. Rumors yang beredar, hanya ada 2 unit Suzulight yang masih utuh hingga kini. Keduanya berada di Suzuki Plaza Museum, Hamamatsu, Jepang. Meski ide Suzulight tercetus pada 64 tahun silam, namun hingga sekarang Suzuki masih dikenal sebagai ‘Small Car Experts’. (ADP)

CATEGORIES
TAGS
Share This