Roemah 7A, Koleksi Mobil Reli Langka Dunia dalam Satu Atap

Roemah 7A, Koleksi Mobil Reli Langka Dunia dalam Satu Atap

Jakarta, Motoris – Namanya mimpi, setinggi apapun tentu maunya jadi kenyataan. Alasan ini sepertinya yang mendorong Anthon Novianto menciptakan The Roemah 7A, tempat berteduhnya beberapa mobil reli langka dunia dalam satu atap. Bagi pengunjung yang gemar otomotif, khususnya dunia balap reli, pasti bakal terkesima oleh koleksi yang dimiliki rumah ini.

Dari luar, rumah ini terkesan jadul, dengan arsitektur khas Joglo, Jawa, penuh dengan ornamen kayu. Luas bangunan ini juga tidak kecil, tetapi tidak juga luas, namun cukup untuk menyimpan berbagai koleksi mobil reli lawas yang tenar di era 1970an sampai 1990-an. Jadi, konsepnya rumah yang disulap jadi museum mini mobil reli jadul dunia.

Keinginan Anthon sebenarnya sederhana, tetapi mewujudkannya, butuh effort dan kesabaran luar biasa, sampai akhirnya terjuwud. Mimpi ini mulai terpupuk ketika om Anthon, begitu ia biasa disapa, kuliah di Jepang  (2000-2003) dan kerap berkunjung ke Museum History Garage, Toyota Mega Web, di Odaiba, Tokyo, Jepang.

Tempat ini merupakan showroom khusus yang diciptakan Toyota, memajang model-model baru yang lagi dijual. Tetapi, juga museum yang memajang model-model lawas, termasuk legendaris, berstatus pernah dipasarkan di dunia. Koleksinya beragam, salah satu yang membuat om Anthon kepincut, adalah jejeran mobil reli lawas yang ada di sana. Dari sini, kemudian hasrat untuk bisa mengoleksi mobil reli bisa diwujudkan di Indonesia.

Baca juga: Andre SuperOEM Hanintya: Apapun Mobilnya yang Penting OEM!

Toyota Celica beda masa, keduanya menjadi bagian dari balap WRC pada era 1980an dan 1990an. (MOTORIS?REV)

Membuat Replika

Menjadi seorang petrol head, om Anthon sudah punya dua mobil keren buat modal, yaitu Toyota Celica ST 195 dan Toyota Celica ST205. Model pertama, Celica ST195, langsung didorong ke bengkel untuk mendapatkan sentuhan ubahan layaknya mobil reli yang pernah dikendarai oleh Juha Kankkunen, dalam ajang World Rally Champhionship (WRC), di era 1990-an.

Tampilan bodi berkelir putih kemudian dibalut dengan livery bercorak merah dan hijau, ciri khas tim balap Toyota dalam ajang WRC, pada waktu itu. Mudguard alias “kepet” lebar juga disempatkan di lubang roda, termasuk mengganti pelek bawaan, dengan OZ Chrono, persis seperti pada mobil reli aslinya.

Sementara, model kedua, Celica ST205, mendapatkan ubahan mesin (swap engine) dengan jantung pacu 3S-GTE, sama seperti yang digunakan pada mobil reli sungguhan.

Koleksi pun berlanjut. Om Anthon kemudian mendapatkan tawaran dari seorang teman, untuk membeli Toyota Celica TA22, mobil retro lansiran 1970-an. Tanpa berpikir panjang,  wujud sedan dua pintu ini juga diubah menjadi replika mobil reli Group B, yang berlangsung di era 1980-an. Kembali, sentuhan livery, pelek Enkei “belimbing” ring 14 inci, ban pacul, dan spotlight Cibie, membuat Celica lawas ini terlihat tak ada bedanya dengan mobil reli sungguhan.

Baca juga: Om Helmie, Sang Kolektor Mobil Built-Up Lawas dan Langka

Mitsubishi Galant VR4 juga dikenal dengan nama Eterna, kabarnya jumlahnya hanya ada tiga di Indonesia. (MOTORIS?REV)

Merek Lain

Dari koleksi awalnya, semula benak menyimpulkan kalau om Anthon merupakan penyuka Toyota saja, teryata pupus. Salah satu koleksi terbarunya, adalah Mitsubishi Galant VR4 atau biasa dikenal dengan “Eterna” yang menjadi andalan pebalap Ari Vatanen dan Kenneth Ericson, pada ajang WRC era 1980-an akhir.

Mobil ini diingat Anthon, diperoleh dalam kondisi siap balap, lengkap dengan rollbar dan mesin legendaris 4G63. Kabarnya, mobil ini sangat langka dan di Indonesia cuma ada tiga unit, salah satunya mejeng di Roemah 7A.

Masih ada koleksi yang juga berstatus langka lain, yaitu Toyota Sprinter Trueno TE47. Konon, di Indonesia hanya ada dua unit yang masih beroperasi. “Mobil ini dulunya bekas dipakai untuk balap touring di Sentul (sirkuit). Kondisinya sudah setelan balap dengan rollbar dan bucket seat,” kata om Anthon, ketika berjumpa dengan Motoris, belum lama ini.

Setelah melakukan riset via internet, ternyata Sprinter Trueno TE47 juga pernah menjadi mobil reli. Berbekal informasi ini, mobil langsung dipinang, diboyong ke bengkel teman di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Lagi-lagi, fokus ubahan dan modifikasi yang dilakukan, adalah membuatnya menjadi mobil balap reli.

Tampilan dengan diubah sesuai dengan livery asli, termasuk sentuhan detail dengan Halda Twinmaster dan Speed Pilot di sisi Co-Driver. Piranti seperti ini, sudah sangat langka dijumpai terpasang dalam mobil zaman now.

Selain, mobil reli legendaris, ternyata om Anthon juga mengoleksi berbagai jenis pelek racing lawas dan pastinya rare. Selain itu, juga ada berbagai diecast dan wearpack yang bernuansa reli jadul. Termasuk konsol game, SEGA RALLY, yang sempat ngehits pada zamannya. Pokoknya berbagai semua perintilan terkait dengan dunia balap reli dunia, jadi bagian dari koleksinya.

Sukses terus om Anthon dengan museum The Roemah 7A dan ditunggu koleksi berikutnya. (REV)

 

Simak rekayasa digital Motoris Indonesia lewat laman IG @MotorisIndonesia, berikut ini:

FOLLOW IG @MotorisIndonesia-The Roemah 7A

CATEGORIES
TAGS
Share This