Menjadi Gadis Booth, Demi Pengalaman Berbonus Penghasilan

Jakarta, Motoris – Bagi Christie, 23 tahun, dunia usher atau orang menyebut Sales Promotion Girl (SPG) bukanlah sarana untuk mencari penghasilan semata, juga bukan sekadar bunga-bunga pemanis booth belaka. Baginya dunia usher bisa menjadi ‘lembaga’ pelatihan menjalani kehidupan.

Gadis yang baru setahun menamatkan pendidikan di Universitas Bunda Mulia ini, menyebut usher tak cuma pintar bertutur kata saja. Bagaimana bersikap elegan dan mengelola emosi menghadapi orang dari berbagai latar belakang dan karakter juga menjadi tuntutan,

“Bagi aku, ini sebuah pengalaman yang tidak bisa dinilai dengan materi. Kita belajar dengan tindakan nyata. Belajar bersikap dan bertindak profesional, belajar mengelola emosi, disiplin, sekaligus belajar memahami produk dan sebagainya,” tutur usher motor asal Taiwan, Kymco, itu saat ditemui Motoris, di arena Indonesia International Motor Show (IIMS), JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/4).

Lajang berambut sebahu ini merasa beruntung karena bidang yang digelutinya saat ini sesuai dengan latar belakang pendidikan dan cita-citanya. Ilmu komunikasi yang dipelajari di bangku kuliah bisa dipraktikan.

“Aku punya cita-cita pingin menjadi seorang public relation yang baik, profesional,” ucapnya.

Menjadi modal mandiri
Tak hanya Christie yang merasakan pengalaman seperti ini. Salah seorang usher Honda, Bella, 23 tahun, juga mengakuinya.

“Bagi aku, belajar itu tidak hanya di bangku sekolah atau kuliah. Belajar tentang hidup dan kehidupan yang sebenarnya justeru di dunia kerja seperti ini (usher). Kita belajar berbagai hal untuk menjadi profesional bersikap sesuai tugas . Belajar menjadi dewasa,” ungkapnya saat ditemui Motoris di booth Honda Prospect Motor IIMS 2018.

Bella, usher Honda di IIMS 2018 – dok.Motoris

Gadis berparas manis ini yakin pengalaman duni usher menjadi modal mewujudkan cita-citanya menjadi serang profesional di sebuah perusahaan.

“Cita-cita aku pingin punya bisnis sendiri. Kalau pun kerja di perusahaan orang lain, jadi profesional yang benar-benar andal. Jadi usher mengasah kita saat kita mandiri nanti,” tuturnya diiringi senyum manis.

Perempuan 167 centimeter ini telah tiga tahun menjadi sorang usher. Berbagai merek telah telah dia wakili, diantaranya Mercedes-Benz dan Renault.

Tak berbeda dengan Bella, Ara usher Hyundai menyebutkan alasan sama. Gadis manis berambut sebahu ini mengaku tak menjadikan honor sebagai ukuran utama.

“Pengalaman itu sangat berharga. Tapi yang enggak munafik, honor juga sangat penting,”

Gadis 19 tahun ini baru beberapa bulan menjadi seorang usher. Maklum statusnya sebagai mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta ini juga harus mengutamakan waktu kuliahnya. “Ternyata sangat menyenangkan. Bisa banyak bertemu orang dari bermacam latar belakang,” imbuhnya.

Christie mengamini pendapat ini. Menurutnya, menjadi seorang usher ibaratnya belajar berbonus honor.

Profesional hadapi keisengan
Para dara manis usher merek otomotif di gelaran IIMS 2018 rata-rata tak menampik  kehadirannya di booth bisa menjadi pemanis bagi tampilan produk. Namun, bukan sekadar pemanis belaka.

Sikap dan penamilan usher bisa menjadi cerminan kelas produk. Keanggunan, keramahan, bahkan kecerdasan sang usher menjadi wakil dari produk yang didampinginya.

Ara, usher Hyundai di IIMS 2018 – dok.Motoris

Karena itu pula menjaga sikap matang dan profesional sangat ditekankan. Pun ketika harus menghadapi sitausi tak menyenangkan, termasuk para pengunjung lelaki yang iseng.

Enggak sering juga, tapi ada juga sih. Selama berada di booth yang mencoba minta berpose yang vulgar misalnya atau menggoda dengan keisengan seolah kita bagian dari sarana untuk kesenangan perasaan mereka. Kita hadapi dengan dewasa, profesional, tidak tergoda,” kata Mikaela, salah satu usher brand mobil asal Eropa.

Baginya, menghadapi keisengan menjadi tantangan. Menampik keisengan tanpa membuat pelakunya menyadari kesalahan tanpa tersinggung  adalah sebuah ujian.

Jika berhasil, menjadi sebuah pengalaman yang memuaskan. Terlebih honor menjadi usher juga tak bisa dibilang kecil, bahkan ada yang jauh di atas kata lumayan. (Adp/ Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This