Pembalap Edwin Straver, Korban Kedua Reli Dakar 2020

Pembalap Edwin Straver, Korban Kedua Reli Dakar 2020
Edwin Straver - dok.RideApart

Amsterdam, Motoris – Pembalap asal Belanda, Edwin Straver, menghembuskan nafas terakhir setelah terjatuh di tahap 11 yang di lintasan yang berada di kawasan Arab Saudi pada Kamis, 16 Januari lalu. Pembalap berusia 48 tahun yang mengawali kiprah di reli paling ganas – di kategori sepeda motor- ini mengalami patah tulang belakang leher.

“Seluruh karavan Dakar ingin menyampaikan belasungkawa tulusnya kepada keluarga dan teman-teman Edwin,” bunyi pernyataan resmi penyelenggara reli Dakar yang dikutip BBC, Jumat (24/1/2020).

Disebutkan, detak jantung pembalap yang mengendarai sepeda motor KTM itu sempat terhenti selama 10 menit. Tim medis yang datang memberi pertolongan memberinya pertolongan darurat diresusitasi atau dengan memompa jantung Edwin.

Jantung sang pembalap pun kembali berdetak. Dan tim medis langsung melarikannya ke rumah sakit di Riyadh, Arab Saudi. Selama di rumah sakit, dia tetap sadarkan diri.

Edwin Straver saat mengendarai sepeda motornya- dok.BBC

Laman Motorsport, Jumat (24/1/2020) melaporkan Edwin berlaga di subkategori “Original by Motul”. Artinya, peserta berlaga tanpa dibantu oleh kru.

Keluarga dan teman-tean Edwin akhirnya memuruskan pembalap yang sebelumnya dikenal sebagai seorang biker sejati itu dibawa ke Belanda. “Tetapi, pada Jumat (24/1/2020) dia tetap sadarkan diri dan pernfasan bantuan yang diberikan dihentikan setelah tim medis berkonsultasi dengan keluarganya,” tulis laman tersebut.

Edwin merupakan korban kedua Reli Dakar 2020. Sebelumnya, 12 Januari atau empat hari sebelumnya, pembalap Paulo Goncalves juga telah meninggal dunia.

Saat diwawancarai sebuah media sebelumnya menyatakan, dirinya sangat menyadari bahwa reli Dakar memiliki risiko yang tinggi. Namun, baginya, itulah justeru tantangan yang harus dia taklukan. “Kalau Anda taku terhadap risiko, sebaiknya tinggal di rumah saja,” ucap dia.

Edwin Straver saat diwawancarai sebuah stasiun televisi – dok.News1

Edwin memang dikenal sebagai sosok yang tak pernah menyerah. Bagianya, usia bukanlah halangan untuk berprestasi. Terbukti, di saat usianya tak muda lagi – yakni 45 tahun – pada tahun 2018 lalu, dia mulai ikut berlaga di Reli Dakar.

Hasilnya, dia berhasil memenangi subkategori “Original by Motul” pada tahun 2019. Prestasi itulah yang ingin dia ukir kembali pada tahun 2020 ini. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This