Jadi SPG Wuling Tak Cukup Bermodal Cantik

Tangerang, Motoris – Sosok seorang Sales Promotion Girl (SPG) atau usher di sebuah pameran, bagi perusahaan yang mempercayainya adalah seorang duta yang mewakili produk yang dipasarkannya, sehingga tak hanya cantik tetapi juga harus smart. SPG dengan kriteria seperti inilah yang ada di booth Wuling Motors di perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

Adalah Temidiya dan Grace (Keys), dua gadis cantik yang dipercaya Wuling menjadi SPG di booth-nya. Keduanya, ditemui Motoris di booth Wuling, ICE, BSD, Tangerang, Selasa (7/8/2018) lalu.

“Ramah, pintar, dan memiliki kepribadian menarik” begitulah kesan pertama yang terlintas di benak ketika 10 menit awal perbincangan. Mereka tak hanya fasih menceritakan empat varian produk Wuling yang tengah dipajang di booth, tapi juga dengan mengetahui profil perusahaan asal Cina tersebut.

“Sebagai orang yang mewakili produk, tentu kita harus mengenalnya dengan baik. Kebetulan, sebelum bertugas ada training singkat soal product knowledge. Ini penting sekali,” tutur Temi, 21 tahun.

SPG Wuling Motors harus memahami tentang produk dan bersikap profesional – dok.Motoris

Mahasiswi jurusan Public Relation, Inter Studi Jakarta, ini menyebut ada satu hal lagi yang wajib dipegang kuat oleh seorang usher atau SPG, yakni sikap dan perilaku. Bersikap profesional sebagai seorang pepromosi sebuah brand atau produk, mereka wajib berperilaku sopan.

Ucapan Temi diamini Keys. Menurutnya, ada tiga hal yang membuat seseorang memiliki nilai lebih yaitu, brain (kercerdasan), beauty (kecantikan) dan behavior (perilaku).  Memang, tak semua bisa dengan sempurna terpenuhi semua secara maksimal.

Tapi, kecantikan tak sebatas fisik tetapi juga emosional. Terlebih dilengkapi dengan perilaku yang baik. “Dengan ketiganya inilah, orang akan segan sendiri kalau punya niatan macam-macam (misalnya, iseng menggoda),” ujarnya saat ditemui usai wawancara.

Keduanya  memang memiliki pengalaman berbeda, Temi sudah sekian kali menjalani tugas sebagai usher produk otomotif, meski di GIIAS baru kali ini. Sedangkan, Keys baru pertama kali menjalani pekerjaan itu.

“Sekarang aku lagi liburan kuliah, jadi menjadi usher ini juga buat cari pengalaman. Karena pengalaman yang baik, itu sangat berharga,” ujar mahasiswi jurusan Sastra Inggris di Universitas Indonesia itu.

Bangga
Keduanya mengaku untuk menjadi SPG di booth Wuling bukan perkara gampang. Ada proses seleksi yang harus dijalani. Selain kriteria fisik, juga tes wawancara untuk menggali kemampuan, sikap, dan perilaku calon.

“Enggak tahu kenapa aku merasa sreg aja sama Wuling begitu diterima. Padahal, ada banyak teman yang pindah begitu ada tawaran dari brand lain,” ucap Keys yang diamini Temi.

Keduanya juga menolak jika Wuling disebuat sebagai brand baru kemarin sore dengan produk yang diragukan orang. Menurutnya, Wuling sudah membuktikan diri sebagai brand yang patut dipilih.

Temi dan Keys – dok.Motoris

“Sekarang orang melihat, banyak mobil Wuling seliweran di jalan. Artinya, kualitasnya diakui. Jadi, ikut bangga menjadi bagian dari Wuling di pameran ini (GIIAS),” ungkap Temi.

Soal honor? Keduanya tak menjawab secara jelas. Hanya derai tawa renyah yang terdengar. Artinya, honornya pun oke. Terbukti, keduanya bergeming meski ada tawaran lain.–*** (Native Article)

CATEGORIES
TAGS
Share This